
*** Ke esokan harinya sepulang sekolah ***
Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid berhamburan keluar buru - buru untuk pulang. Sebenarnya sore ini adalah jadwal Andy latihan basket bersama tim nya. Tapi Andy terpaksa membolos karena ingin menjemput Anita dirumahsakit dan mengantar nya pulang. Tapi sebelum itu, Andy berniat ingin melakukan sesuatu terlebih dulu.
Andy terlihat sudah memakai jaket dan ransel nya kemudian berjalan kearah pintu. Vera yang sedari tadi memperhatikan nya buru - buru berlari menyusul nya.
Saat berangkat sekolah tadi Vera melihat Andy mengendarai mobil sport mewah keluaran terbaru dan bukan nya motor sport yang tiap hari Andy pake.
Andy memang belum pernah memakai mobil kesekolah, dia hanya memakai nya saat pergi dengan Anita. Dan karena sore nanti Andy mau menjemput Anita dirumahsakit, maka dia pun membawa mobil dan bukan motor seperti biasa nya.
Vera yang belum pernah menaiki mobil seperti itu pun ingin sekali ikut menaiki nya bersama Andy dan memamerkan pada teman - teman nya. Apalagi hari ini Anita sedang tidak masuk karena masih di rumah sakit, jadi dia berpikir rencana akan berjalan lancar.
" Andy ... "
Andy menghentikan langkah nya saat seseorang memanggil nya.
" Ada apa ? " Tanya Andy sambil menolah kebelakang.
Vera pun berhenti tepat didepan Andy.
" Ehmm ... Mobil ku mogok dan supirku membawa nya ke bengkel ... " Ucap Vera berbohong.
" Lalu ... Apa hubungan nya dengan ku ? " Tanya Andy.
" Apa kau mau mengantarku pulang ? Lagipula kita searah kan. " Jawab Vera.
" Maaf ... Aku ada urusan ... " Ucap Andy singkat.
Andy hendak berjalan kembali, tapi baru dua langkah Vera mencekal tangan Andy membuat langkah Andy terhenti lagi.
" Memang nya kamu mau kemana ? Pasti mau menemui Anita kan ? Kamu kok ga sadar - sadar sih ndy. Anita itu deketin kamu karena cuma pingin morotin kamu aja. Dia tahu kalo kamu anak pengusaha kaya, maka nya dia deketin kamu dan berharap bisa jadi menantu orang kaya agar status nya naik. " Ucap Vera memprovokasi Andy.
Andy menarik tangan nya kasar dari genggaman Vera.
__ADS_1
" Memang nya kenapa kalau aku menemui Anita ? Itu semua tidak ada hubungan nya dengan mu. Lagipula dia kekasih ku, jadi wajar kan kalau aku menemui nya. Dan asal kamu tahu, Aku mengenal Anita lebih dari siapapun. Dia bukan tipe wanita yang gila harta dan status sepertimu. " Bantah Andy membuat Vera marah dan mengepalkan tangan nya.
Vera diam saja, Andy yang hendak melangkah kan kaki nya menoleh lagi kearah Vera.
" Satu lagi ... Anita sama sekali tidak pernah berusaha mendekatiku, justru aku yang selama ini mengejar - ngejar nya. Jauhi Anita, atau kau akan berurusan denganku. " Ucap Andy dengan nada tinggi menahan amarah nya.
Sebenar nya Andy tau kalau selama ini Vera sering mengganggu Anita. Tapi dia masih membiarkan nya selama itu tidak menyakiti Anita.
Andy pun kemudian melangkah pergi meninggal kan Vera.
" Aaaa ... Sialan ... Kenapa sih Andy segitunya ngebelain Anita. Memang apa sih kelebihan Anita. Justru aku memiliki semua yang tidak dimiliki Anita. Wajahku Cantik, lebih cantik dari Anita. Tubuhku sexi, dan pergaulanku dengan kalangan sosialita juga luas, apalagi orangtua ku juga kaya. Semua itu ga sebanding dengan Anita.
Pokok nya aku tidak akan menyerah. Aku harus mendapatkan Andy, apapun cara nya. " Cebik vera kesal.
Vera berjalan keluar sekolah. Mobil yang menjemput nya sudah menunggu dari tadi.
" Jalan pak ... " Perintah Vera saat sudah masuk kedalam mobil.
" Baik non ... " Jawab pak supir yang kemudian melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
" Putar haluan pak, kita ke mall. Perintah Vera lagi.
Pak supir pun menurut dan memutar mobil nya kearah mall.
Vera terlihat sedang menelpon seseorang ...
" Halo sayang ... " Ucap seseorang diseberang yang tak lain adalah papa Vera.
" Halo pah ... Kartu kredit vera udah limit nih. Kirimin lagi ya pah, Vera mau belanja ke mall. " Ucap Vera.
" Bukan nya baru minggu kemarin papa transfer 10 juta ke rekening mu, secepat itu habis ? " Tanya sang papa menyelidik.
" Yang kemarin kan buat perawatan Vera di Salon dan buat traktir temen - temen direstoran pah. Vera kan baru ulang tahun kemarin, kan malu kalo cuma traktir di kantin. Sekarang Vera mau belanja di mall nih. Ayo dong pah, jangan pelit - pelit. 5 juta aja deh, ya ... " Rengek Vera manja.
__ADS_1
" Kamu ini memang pintar sekali membujuk, ya sudah sebentar lagi papa kirim. " Ucap sang papa pasrah.
" Thank you pah, bye ... " Ucap Vera lalu menutup telpon nya.
Tak berapa lama handphone Vera berbunyi, ternyata notifikasi dari bank bahwa transferan papa sudah masuk ke rekening nya. Vera pun tersenyum dan menaruh kembali handphone nya kedalam tas nya.
Vera adalah anak dari Ferdy Pranata, Salah satu pengusaha sukses di kota nya. Vera anak tunggal dan mama nya sudah meninggal saat Vera masih kecil. Karena itulah sang papa selalu memanjakan putri nya agar bahagia dan tidak merasa kekurangan.Hal itu membuat nya sombong dan selalu berbuat semena - mena.
Vera sudah tertarik dengan Andy saat Orientasi Siswa Baru waktu masih kelas satu. Andy termasuk salah satu siswa baru yang menonjol. Andy yang tampan dengan wajah blesteran Jerman karena mama nya memiliki darah jerman. Hidung nya yang mancung, dengan alis hitam dan tebal. Rahang nya yang tegas, tatapan mata dan senyum nya yang juga sangat menawan. Meski udara tropis membuat kulit Andy sedikit coklat karena Andy lahir dan besar di Indonesia. Apalagi dia juga sangat aktif diberbagai kegiatan. Selain basket, Andy juga rajin berlatih beladiri. Sesekali dia juga bersepeda dan terkadang naik gunung dan berkemah bersama teman - teman nya. Hal itu membuat tubuh Andy sangat atletis. Tangan dan kaki nya berotot, perut nya juga sixpack seperti roti sobek. Benar - benar idaman para kaum hawa termasuk Vera.
Apalagi saat Vera tahu Andy adalah anak dari konglomerat dikota nya. Vera semakin terobsesi pada nya. Tapi saat kelas satu Andy tidak satu kelas dengan nya melain kan dengan Anita hingga dia tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Andy. Namun saat kelas dua mereka satu kelas dan Vera memanfaatkan nya untuk terus mendekati Andy meski selalu mendapatkan penolakan.
Sementara itu disekolah ...
Andy terlihat sedang berkeliling disekitar tolet. Manik mata nya bergerak kesana kemari menelusuri setiap sudut toilet. Andy sedang mencari petunjuk untuk menemukan pelaku atas apa yang menimpa Anita.
Tapi sudah lebih dari 30 menit dan dia belum menemukan apa - apa.
Karena lelah berdiri diapun duduk diatas batu besar yang terletak di bawah pohon besar tepat didepan toilet.
Andi membuka ponsel nya, melihat kalo - kalo ada pesan atau telpon masuk. Dia melonjak kaget saat tiba - tiba ada batang pohon cukup besar yang tumbang dan jatuh disamping nya.
" Isshh ... Untung saja tidak mengenaiku. " Gumam Andy lega.
Andy memperhatikan batang pohon yang jatuh tadi kemudian mendongak keatas, tepat ditempat dimana batang pohon tadi bertengger sebelum jatuh.
Mata nya membulat saat pandangan nya menangkap sesuatu. Andy pun mendekat untuk mengecek nya.
Sebuah kamera cctv yang terpasang ditembok samping pohon yang mengarah tepat di pintu utama toilet.
" Mungkin ini petunjuk. Tapi ... Kamera cctv ini terlihat sudah kotor dan usang, sepertinya sudah lama sekali terpasang. Apa masih menyala ya ? " Batin Andy.
Andy hendak meraih untuk mengecek nya, tapi letak nya cukup tinggi dan dia tidak bisa menjangkau nya.
__ADS_1
" Sudah lah ... Biar besok aku tanyakan pada pak Selamet. " Gumam Andy yang kemudian berlalu pergi menuju rumah sakit karena sudah hampir sore.