Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Kekhawatiran Rahmi ...


__ADS_3

" Ha ha ha ha ..... Kenapa harus berbisik hanya untuk mengatakan itu sayang, ayah pikir kau mau ngomong apa tadi. " Ucap Hendra sambil mencubit pelan hidung Anita.


Anita hanya tersenyum sambil tertunduk malu.


" Harga yang ditetap kan itu sebanding dengan suasana restoran, kenyamanan pelanggan, cita rasa masakan, kualitas bahan - bahan yang digunakakan dan variasi menu yang berbeda setiap bulan nya hingga pelanggan selalu mendapat kan rasa baru hingga tidak akan bosan untuk datang dan datang lagi. Chef yang bekerja sudah ahli dan berpengalaman hingga rasa dan kualitas masakan benar - benar terjamin dan terjaga. " Ucap Hendra menjelas kan.


" Ooh ... Jadi begitu ya. Pantas saja, meski harga nya mahal restoran itu tetap banyak pengunjung nya. " Sahut Anita.


" Tentu saja sayang. Bagi usaha yang mengedepan kan pelayanan, kepuasan pelanggan yang utama. Kau harus mulai belajar tentang bisnis. " Ucap Hendra.


" Memang kenapa ayah ? " Tanya Anita bingung sambil menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal sama sekali.


" Karena kau harus membantu ayah mengelola restoran itu, yang nanti nya akan jadi milik mu. " Ucap Hendra lagi.


" Apa ... ! Jadi maksud ayah restoran itu milik ayah ? " Tanya Anita terkejut mendengar ucapan sang ayah.


Hendra hanya mengangguk membenar kan.


" Jadi ... Yang kulihat direstoran waktu itu betulan ayah ya, kupikir hanya bayangan ku saja. Gumam Anita pelan.


Anita membuka mulut nya lagi hendak menanyakan sesuatu pada sang ayah namun seseorang membuka pintu kamar dan masuk lah Andy besera Dion.


" Kalian sudah kembali ? " Tanya Hendra pada Andy dan Dion.


" Iya om, kami juga sudah makan di warung depan tadi. Oya ... Ini Andy bawakan makanan untuk om, makan lah dulu selagi hangat. " Ucap Andy.


" Iya ayah, makan lah dulu. Ayah kan juga belum makan dari tadi. " Sahut Anita.


" Baiklah ... Ayah makan dulu. Terimakasih ya ndy. " Ucap Hendra pada Anita dan Andy.


Andy mengangguk dan menyodor kan kresek berisi makanan dan minuman itu pada Hendra.


Hendra menerima nya dan berjalan menuju sofa kemudian makan sambil nonton tv ditemani Dion.


Andy duduk disamping ranjang Anita dan meraih tangan Anita lalu menggenggam nya.

__ADS_1


" Bagaimana sayang, apa kau baik - baik saja ? Apa kau merindukan ku ? " Tanya Andy.


" Aku baik - baik saja. Kenapa harus merindukan mu ? Kita kan hanya berpisah 40 menit saja. " Jawab Anita.


" 40 menit itu lama sayang. Aku bahkan selalu merindukan mu disetiap menit nya. " Ucap Andy.


" Huuuhh ... Dasar , gombal. " Cebik Anita sambil memukul pelan tangan Andy hingga membuat luka ditangan nya terasa nyeri.


Hendra tersenyum memperhatikan putri nya yang terlihat bahagia bersama Andy dari arah sofa.


" Kau mau makan martabak dan kue bandung sayang ? Aku akan menyuapimu. " Tawar Andy.


" Hhmm ... Baik lah. " Jawab Anita.


Andy mengambil martabak dan kue bandung yang tadi dibeli Hendra diatas nakas lalu membuka nya dan menyuapi Anita.


Anita memandangi Andy dengan tatapan yang susah diartikan.


" Kalau ayah adalah om nya Andy dan Andy keponakan ayah, apa itu arti nya Andy juga saudara ku ? Apakah sedarah ? Kalau memang begitu, berarti aku dan Andy tidak bisa bersama.


" Kau kenapa sayang ? Kenapa melamun, apa yang kau pikir kan ? " Andy mengaget kan Anita yang sedari tadi diam dan melamun, meski mulut nya masih terus mengunyah makanan suapan Andy.


" Hhmm ... Ah ga kok, bukan apa - apa. " Sahut Anita.


" Kau ini ... Dihadapan mu sudah ada tiga orang cowok ganteng yang menunggui kenapa pikiran mu masih kemana - mana. Ucap Andy.


" Ha ha ha ... Mana ada orang yang mengklaim diri nya sendiri ganteng, dasar narsis. " Ucap Anita sambil mencubit hidung Andy.


" Oya sayang, bagaimana kalau kita telpon ibu sekarang ? " Tanya Andy.


" Oh iya, aku hampir lupa. " Jawab Anita.


Andy meraih handphone nya diatas nakas dan menghidup kan nya.


" Video call aja ndy. " Pinta Anita.

__ADS_1


" Baik lah sayang. " Jawab Andy.


Andy menekan nomor Rahmi dan melakukan panggilan.


" Halo ... Assalamu'alaikum ndy. " Sahut Rahmi yang wajah nya sudah terlihat dilayar hanphone Andy.


" Wa'alaikum salam bu. " Jawab Andy.


" Ndy ... Dari tadi ibu menghubungi ponsel Anita tapi tidak aktif terus. Ibu juga tadi menghubungimu berkali - kali tapi tidak tersambung. Anita dari tadi belum pulang ndy. Apa dia bersama mu ? Apa dia baik - baik saja ? Ibu khawatir sekali. " Tanya Rahmi dengan raut kekhawatiran di wajah nya.


Hendra yang sudah selesai makan mendekat dan duduk sisi ranjang Anita bagian bawah. Hendra ingin mendengar suara yang sangat dirindukan nya selama 9 tahun ini dengan lebih jelas.


" Anita bersama Andy bu, tadi dia mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit. " Jawab Andy.


" Apa ! Kecelakaan ! Kenapa bisa kecelakaan ? Bagaimana kondisi nya ? Apa dia baik - baik saja ? Tidak ada luka serius kan ? Kalian dirumah sakit mana ? Ibu akan kesana sekarang. " Rahmi terkejut mendengar putri nya kecelakaan.


Rahmi yang khawatir memberondong Andy dengan banyak pertanyaan


" Biar aku yang bicara ndy. " Ucap Anita meminta ponsel Andy dan Andy pun memberikan nya.


" Assalamu'alaikum bu ... " Sapa Anita yang kini wajah nya sudah berhadapan dengan sang ibu.


" Wa'alaikum salam sayang. Bagaimana keadaan mu ? Bagian mana yang terluka ? Apa luka mu parah ? Kau dirumah sakit mana sayang, ibu akan kesana menemanimu.


" Tenang lah bu. Anita baik - baik saja. Hanya beberapa luka ringan di beberapa bagian tubuh saja bu. Satu sampai dua minggu lagi juga kering. " Ucap Anita menenang kan sang ibu.


" Kenapa kau membohongi ibu ? Kalau hanya luka ringan tidak mungkin sampai rawat inap. " Sahut Rahmi.


" Anita tidak bohong bu. Selain luka luar yang Anita katakan tadi, punggung Anita terasa sakit dan nyeri. Dokter bilang harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter ortopedi karena itu Anita harus menginap beberapa hari. Tapi ibu jangan khawatir, Anita baik - baik saja kok. " Ucap Anita.


" Putri ibu sakit bagaimana mungkin ibu tidak khawatir sayang. Padahal baru beberapa hari lalu kau juga habis dirawat dirumah sakit karena teman mu yang menguncimu di kamar mandi itu. Dan sekarang, harus masuk rumah sakit lagi karena kecelakaan. " Ucap Rahmi yang membuat Hendra yang mendengar kan terkejut.


" Nama nya juga musibah bu, tidak ada yang tahu. Tapi tenang lah bu, Anita akan baik - baik saja dan segera pulang. " Sahut Anita.


" Tentu saja sayang, ibu juga berharap begitu. Kau di rumah sakit mana sayang, biar ibu kesana ? " Tanya Rahmi.

__ADS_1


__ADS_2