
Hendra dan Arya berjalan bersama menyusuri lorong rumah sakit sambil berdiskusi, sedangkan Anita berjalan dibelakang mereka sambil menunduk dan tak bersuara sama sekali.
" Bagaimana perkembangan kasus nya Arya ? Apa menurutmu semua nya berpihak pada kita ? " Tanya Hendra.
" Anita sudah memberikan keterangan pada penyidik, dia sangat kooperatif dan menjawab semua pertanyaan dengan lancar. Dua orang tersangka utama juga sudah mengaku, sedangkan dua pelaku lagi yang merupakan teman mereka hanya orang bayaran saja. Bukti - bukti yang memberatkan juga sudah diamankan polisi. Sekarang hanya tinggal menunggu Andy sadar, sebagai korban dan saksi kunci yang akan bersaksi di pengadilan nanti. " Jelas Arya panjang lebar.
" Baguslah. Lalu ... Apa menurutmu mereka akan mendapatkan hukuman yang berat ? " Tanya Hendra lagi.
" Seharusnya seperti itu, tapi sayang nya hukum dinegara kita masih memihak pada pelaku dibawah umur. Meski begitu jangan khawatir, saya akan berusaha agar mereka mendapatkan hukuman yang setimpal. Karena bagaimanapun juga, percobaan pembunuhan adalah hal yang serius yang membahayakan nyawa korban. " Jawab Arya.
" Bagus ... Kuserahkan semua nya padamu. " Ucap Hendra sambil menepuk pundak Arya.
" Tentu Om, jangan khawatir. " Sahut Arya.
" Om terima telpon dulu, mungkin lama karena urusan bisnis. Kau jalanlah lebih dulu bersama Anita. " Perintah Hendra sesaat setelah ponsel nya berbunyi dan melihat nama penelpon yang tertera di layar handphone nya.
" Ya Om silahkan. " Sahut Arya.
Hendra pun berbelok arah dan menuju balkon rumah sakit agar bisa berbicara dengan tenang
Arya memutar tubuh nya dan memperhatikan Anita yang ternyata masih berjalan jauh dibelakang nya.
" Ck ck ck ..... " Arya hanya berdecak sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
" Aduuuhh ..... " Lirih Anita sambil mengusap - usap kepalanya yang baru saja membentur dada Arya.
" Apa uang mu terjatuh ? " Tanya Arya.
" Tidak. " Jawab Anita.
" Lalu ... Apa kau sedang mencari sesuatu ? " Tanya Arya lagi.
" Tidak, aku tidak kehilangan apa - apa. " Sahut Anita.
" Lalu kenapa kau berjalan sambil menunduk ? Untung hanya membentur dada ku. Coba kalau membentur tembok, bisa gegar otak tuh kepala. " Tandas Arya.
" Maaf , aku hanya ... " Anita menghentikan ucapan nya saat tiba - tiba Arya meraih tangan nya dan menggandengnya sambil berjalan lagi.
" Kau mau apa ? Lepas ... " Pekik Anita sambil mencoba menarik tangannya dari genggaman Arya.
__ADS_1
" Tidak, jalan mu seperti seekor semut. Aku tidak sabar menunggu. Atau ... Mau aku gendong saja ? " Tawar Arya.
" Dasar gila, kenapa tiba - tiba bersikap seperti itu. Apa pengacara ini punya gangguan kejiwaan ya. " Gumam Anita pelan.
" Apa kau pikir aku tidak mendengarmu ? Berani sekali mengataiku gila. " Protes Arya.
" Kapan aku bilang begitu, sudahlah kita jalan saja. Kapan sampainya kalau seperti ini. " Gerutu Anita sambil berjalan cepat hingga tangan Arya yang masih menggenggam nya ikut tertarik.
" Hei ... Bukan nya kamu yang jalan nya lambat dan bikin lama, kenapa jadi menyalahkan ku. " Sahut Arya sambil berjalan mensejajari Anita.
" Oya, Ayah dimana ? " Tanya Anita.
" Sedang menerima telpon, kita disuruh duluan. " Jawab Arya.
" Ooh ... " Sahut Anita ber - Oh ria.
***
" Anita ... " Pekik Cathy.
" Cathy ... " Sahut Anita yang langsung menarik tangan nya dengan keras hingga terlepas dari genggaman Arya.
" Kamu salah paham Cathy, kami tidak punya hubungan apa - apa. " Sanggah Anita.
" Lalu kenapa kalian berpegangan tangan ? Kalian tidak sedang menyebrang jalan kan hingga harus bergandengan. Lagipula, mana ada orang selingkuh yang mengaku. " Tuduh Cathy lagi.
" Jaga ucapanmu nona. Aku bisa melaporkanmu dengan pasal membuat tuduhan palsu dan pencemaran nama baik. " Ucap Arya menyela.
" Memang siapa kau berani mengancamku ? Aku tidak takut padamu. Aku bisa membayar puluhan pengacara untuk melawanmu. " Teriak Cathy lagi.
" Ada apa ini, kenapa ribut sekali ? " Suara Mama Merry tiba - tiba terdengar menyahuti.
" Look at aunt .. While Andy was sick, she was cheating on him. I saw her holding hands with this guys earlier. " Adu Cathy pada Merry.
" Berhati - hatilah dengan ucapanmu nona. Apakah bergandengan tangan hanya dilakukan saat menyebrang jalan ? Apa sesama teman tidak boleh bergandengan tangan ? Apa dengan bergandengan tangan dengan orang lain berarti selingkuh ? Atau ... Apa ada aturan orang yang sudah punya pacar dilarang bergandengan tangan dengan orang lain ? Kami hanya sedang berjalan bersama. Aku menggandengnya untuk mempercepat langkah kami, karena dia berjalan sangat lambat seperti semut. Apa itu jadi masalah ? Apa itu merugikan anda ? " Sanggah Arya dengan sarkas.
" Tapi tante, mereka hanya jalan berdua saja. Itu berarti mereka habis berduaan kan. Siapa tahu mereka habis bermesraan. " Bujuk Cathy lagi berusaha memprovokasi Merry.
" Jangan sembarangan memfitnah. Kami bertiga baru saja kembali dari kantor polisi. Aku hanya sedang menerima telpon sebentar dan menyuruh mereka berjalan duluan. " Ucap Hendra membela Anita.
__ADS_1
" Cathy ... Berhenti berulah, disini rumah sakit. Jangan membuat keributan apalagi mempermalukan tante. " Ucap Merry.
" Tapi tante ...
" Sudahlah Cathy. Yang dikatakan Om Hendra benar. Arya adalah seorang pengacara. Mereka bertiga baru saja dari kantor polisi untuk kasus Andy. Dan Tante juga yakin mereka berdua tidak punya hubungan lebih. Dan kalaupun ada, itu juga bukan urusan tante apalagi kamu. Itu urusan mereka dengan Andy. Jangan mencampuri urusan orang lain. " Ucap Merry.
" Tapi Andy kan bukan orang lain tante, Andy sepupu Cathy. Jadi urusan Andy urusan Cathy juga. Cathy hanya mau belain Andy aja. " Sahut Cathy.
" Kamu hanya sepupu yang tidak berhak mencampuri urusan pribadi Andy, bahkan tante sekalipun. Sudahlah ... lebih baik kamu pulang. Bukankah sore ini jadwal penerbanganmu ? " Tanya Merry.
" Tapi Andy sedang sakit Tante, Cathy mau disini menjaga Andy sampai sembuh. " Tolak Cathy.
" Tidak perlu, sudah banyak yang menjaga Andy disini. Andy akan baik - baik saja. Pulanglah, jangan membuat orangtua mu khawatir. Tante akan menghubungimu dan memberi kabar soal Andy.
" Tapi Tante ...
" Pak Anto, tolong bawa Cathy pulang dan antarkan ke bandara sore nanti. " Perintah Merry.
" Baik nyonya. " Jawab Anto.
" Baiklah Tante, Cathy pulang dulu. " Ucap Cathy pasrah sambil berpelukan dengan Merry.
" Hati - hati dijalan, kabari tante jika sudah sampai. Dan sampaikan salam tante pada orangtua mu. " Pesan Merry.
" Okay auntie, I will. " Jawab Cathy.
Cathrine pun akhirnya kembali pulang bersama dengan Pak Anto.
" Anita, kamu baik - baik aja kan ? Maafin Cathy ya sudah nuduh kamu yang enggak - enggak. Kamu tahu sendiri kan sifat Cathy seperti apa ? " Ucap Merry.
" Iya mah, Anita ngerti. Anita ga apa - apa kok. " Sahut Anita.
" Syukurlah, terimakasih pengertian nya. " Imbuh Merry.
" Nak Arya, Hendra, maafin keponakan saya ya kalau sudah menyinggung kalian. Dia memang manja dan suka seenaknya sendiri. " Sambung Merry lagi.
" Sudahlah, tidak masalah. " Sahut Hendra.
" Tidak masalah tante, saya mengerti. " Sahut Arya.
__ADS_1
" Terima kasih atas pengertian kalian. " Ucap Merry.