
" Kalau begitu kita disini saja lebih lama, sambil menunggu sunset sambil mengobrol berdua seperti ini. " Tawar Andy yang juga sedang menikmati kebersamaan mereka.
" Pengennya sih ... Tapi ga ah, ntar pulangnya kemaleman lagi. Aku kan ijin ibu cuma nyampe sore. " Sahut Anita.
" Ya sudah, kalau begitu lain kali saja. " Ucap Andy.
" Gimana kalau lain kali kita ajak temen - temen trs nginep di villa 2 hari. Atau kalo ga, kemah dipinggir pantai sini juga boleh. Nanti bikin tenda, api unggun terus barbeque an sambil nyanyi - nyanyi. Pasti seru banget. " Ucap Anita sambil membayangkan kehadiran teman - teman nya yang suka bikin rusuh.
" Boleh juga tuh, lain kali deh kita planing lagi. Ntar aku ajak juga beberapa temen cowok biar tambah seru. " Sahut Andy.
" Boleh tuh ... Jadi ga sabar nih, udah ngebayangin aja. " Ujar Anita sambil mendongakkan wajahnya ke muka Andy.
Andy pun tak melewatkan kesempatan itu dan dengan segera mencium bibir ranum Anita, hingga membuat si empunya terkejut.
" Emangnya gorengan main comot aja, aku kan belum siap. " Ucap Anita sambil memukul pelan tangan Andy.
" Kalau sekarang udah siap kan, aku ulang lagi ya. " Sahut Andy sambil tersenyum smirk.
" Nggak, ga ada siaran ulang. Lagian ... Ini kan tempat umum. " Protes Anita.
" Berarti siaran ulang nya ntar pas di villa aja atau mau di mobil aja ? " Tawar Andy.
" Apaan sih Ndy, pikirannya mesum melulu. " Ucap Anita dengan wajah bersemu merah.
" Kita main air yuk, ga afdhol rasanya kalau dipantai ga main air. " Ajak Andy.
" Boleh, ayo ... " Sahut Anita.
Mereka berduapun bergandengan tangan kearah pantai. Anita berteriak dengan kencang saat tiba - tiba Andy menggendong nya dan menceburkannya ke air. Anita pun pura - pura merajuk dan menyodorkan tangannya agar Andy membantunya berdiri. Namun saat Andy hendak meraih tangan Anita, dengan cepat Anita menariknya lebih dulu hingga Andy ikut tercebur ke air.
Merekapun akhirnya main perang air, saling menciprati air satu sama lain hingga sekujur tubuh mereka basah kuyup.
__ADS_1
Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah keduanya, hingga membuat Lastri yang memperhatikan mereka geram karena iri.
" Coba kalau aku yang kenal Andy lebih dulu, pasti aku yang sekarang sedang bersamanya. " Gerutu Lastri sambil membayangkan dirinya yang sedang bermain air bersama Andy.
Lastri yang awalnya ingin bergabung dan mengacaukan acara mereka pun mengurungkan niatnya dan hanya memperhatikan dari kejauhan saja.
" Sudah ... Sudah Ndy, udahan yuk aku udah capek. " Ucap Anita saat merasa sudah lelah bermain air dengan Andy.
" Ya sudah, ayo naik. " Ajak Andy.
Mereka pun bergandengan tangan naik ke pinggir pantai. Saat sudah sampai dipinggir, Andy melepas kaos yang melekat ditubuhnya lalu memerasnya seperti sedang memeras cucian.
Perut sixpack Andy yang mirip dengan roti sobek pun terpampang dengan jelas, membuat Anita menelan salivanya.
" Ya ampun ... Itu perut apa roti sobek sih, bawaannya pingin langsung melahap aja. Mana tuh lengan berotot banget, dada nya juga bidang. Belum lagi rambut dan tubuhnya yang basah itu, jadi semakin tampan dan menggoda saja. Ah ... rasanya jadi pingin tenggelam dalam pelukannya. Sadar Anita Sadar, hilangkan pikiran jorokmu itu. " Batin Anita.
Anitapun segera memalingkan pandangannya dari Andy, berharap pikiran kotornya bisa hilang dari otaknya.
" Astaghfirullahal'aadziim ... Kenapa mataku dari tadi mengarah kesitu. Gundukan itu membuatku jadi lapar saja pingin segera melahapnya. Tidak tidak, hilangkan pikiran mesum mu itu Andy. Tapi ... Mubadzir juga kalau pemandangan seindah ini disia - sia kan. " Batin Andy.
Anita kembali menatap Andy saat pikirannya sudah rileks, namun ternyata yang ditatap justru sedang terpaku menatap hal lain. Anitapun segera menutupi dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya saat tahu pandangan Andy mengarah kegundukan miliknya. Wajah Anita merah padam karena menahan malu. Andy pun menggeleng - gelengkan kasar kepalanya untuk membuang jauh - jauh pikiran kotornya.
" Ayo kita kembali ke villa sayang, ntar kamu kedinginan lagi. " Ajak Andy.
Anita hanya mengangguk dan mereka berdua pun berjalan bersama kearah villa.
Saat sampai di villa Andy mengajak Anita masuk ke kamarnya.
" Mandilah duluan, aku akan mandi setelahmu. " Ucap Andy sambil menyodorkan handuk bersih kepada Anita.
" Tapi ... Bajuku ada dikamar Kak Anna. " Sahut Anita.
__ADS_1
" Masuklah sayang, biar aku yang ambilkan bajumu. " Ucap Andy.
Anitapun masuk ke kamar mandi sedangkan Andy keluar menuju kamar kakaknya.
Lastri yang melihat Andy masuk ke kamar sebelah sendirian pun mengikuti Andy sampai kedalam kamar.
" Kau ... Mau apa kesini ? " Tanya Andy yang terkejut saat akan keluar namun tiba - tiba dihadang Lastri.
" Tidak apa - apa, aku hanya ingin mengobrol saja. Apa kamu mau mandi ? " Tanya Lastri dengan pose menggodanya. Sengaja dia mengenakan tanktop dan hotpant agar belahan dada dan paha mulusnya ter-ekspose jelas dengan maksud agar Andy tergoda. Namun justru sebaliknya, Lastri yang merasa tergoda melihat tubuh kekar Andy yang terpampang dengan jelas didepannya.
" Apa urusannya denganmu ? " Jawab Andy ketus.
" Kenapa kau ketus sekali. Apa salah jika aku ingin berteman, bukankah kita seumuran. " Jawab Lastri sambil mendekat kearah Andy.
" Kau salah orang. Teman ku sudah banyak dan aku tidak ingin menambahnya lagi. " Sahut Andy.
" Baiklah, jika kau tidak mau berteman. Bagaimana kalau kita selungkuh saja. Aku cukup cantik dan menggoda bukan. Tidak kalah dengan pacar mu itu. " Ucap Lastri sambil memegang pundak Andy.
Dengan segera Andy menyingkirkan tangan Lastri dari pundaknya dengan kasar hingga membuat Lastri terkejut.
" Jaga batasanmu ! Kau bukan siapa - siapa disini, tapi kau sudah bertindak kurang ajar dan tidak sopan padaku. Jangan berharap aku akan tergoda dengan trik murahanmu itu. Keluar dari kamar ini sebelum aku mengeluarkanmu dari rumah ini ! " Gertak Andy hingga membuat Lastri sedikit takut.
Lastri pun menghentakkan kakinya kelantai dan berjalan kearah pintu.
" Satu lagi. Jangan pernah banding - bandingkan dirimu dengan Anita karena kau sama sekali tidak ada apa - apa nya dibandingkan dia. " Ucap Andy lagi saat Lastri hendak membuka pintu.
Lastri yang kecewa sekaligus malu pun segera berlari kekamarnya.
Andy masuk kekamarnya sedangkan Anita masih dikamar mandi.
" Sayang ... Ini bajumu. " Ucap Andy sedikit berteriak sambil mengetuk pintu kamar mandi.
__ADS_1
Anita membuka sedikit pintu kamar mandi lalu mengeluarkan tangannya untuk meraih baju yang disodorkan Andy sambil sedikit mengintip.