
" Aku mencintaimu ndy ... " Ucap Anita lirih hampir tak terdengar.
" Kau bicara apa. Kenapa pelan sekali, aku bahkan tidak bisa mendengar sama sekali. " Protes Andy.
" Iisshh ... Kau ini, Iya ... iya ... baiklah.
Ehm ... ndy ... aku ... aku ...
aku - mencintaimu ... " Ucap Anita yang kemudian menutup wajah nya dengan satu telapak tangan nya karena malu.
Andy tersenyum bahagia mendengar ucapan Anita.
" Terima kasih sayang ... Terimakasih sudah memberi ku kesempatan, terima kasih sudah mau menerima ku dan terima kasih karena sudah mencintaiku. Aku juga sangat ... sangat mencintaimu, dari dulu, sekarang dan selama nya. " Ucap Andy.
Mata Anita berkaca - kaca mendengar penuturan Andy yang tulus dari dalam hati nya.
" Aku juga sangat berterima kasih ndy. Terima kasih karena sudah mau menunggu ku. Terima kasih sudah memberi warna di hidup ku. Terima kasih sudah menjaga, melindungi dan membahagiakan ku. Dan terima kasih sudah memberikan cinta yang sangat besar untuk ku. Aku merasa beruntung mendapat kan itu semua. " Ucap Anita.
Yah ... Andy memang selalu membuat Anita tersenyum bahagia. Andy sangat bisa menempat kan diri dalam berbagai keadaan. Dia selalu melindungi dan menjaga Anita layak nya seorang ayah pada anak nya. Andy selalu mengarahkan Anita dan berdiskusi bersama mengenai banyak hal layak nya seorang kakak. Andy juga selalu mendengarkan curhatan Anita layak nya seorang teman. Dan selalu melakukan hal - hal romantis yang membuat hati nya berbunga - bunga layak nya seorang kekasih.
Anita bahkan terkadang merasa menyesal, kenapa dulu selalu menolak Andy dan mengabaikan perasaan nya. Tapi ... ya sudah lah. Yang penting sekarang mereka sudah bahagia bersama, dan semoga untuk selama nya.
" Justru aku yang merasa sangat beruntung mendapat kan mu sayang. " Ucap Andy.
Anita memberikan senyuman manis nya yang membuat lesung pipit nya terlihat.dia merasa sangat bahagia sekali saat ini.
" Kenapa kau menggodaku lagi ? " Tanya Andy.
" Siapa yang menggodamu ... " Jawab Anita sambil memperhatikan dirinya, kalo - kalo ada pakaian nya yang terbuka.
__ADS_1
" Tidak ada yang salah. " Batin Anita.
" Senyum mu itu menggemas kan sekali, membuat ku ingin mencubit pipimu dan mencium bibir mu sayang. " Ucap Andy.
" Iisshh ... Dasar mesum. " Cebik Anita.
Andy tersenyum melihat Anita yang sedikit kesal.
" Ya sudah sayang, tidur lah ... Sudah malam. " Perintah Andy.
" Baiklah, kau juga jangan tidur malam - malam. " Pinta Anita.
" Hemm ... Selamat malam sayang, semoga tidur mu nyenyak. Emmuaach ... " Andy mencium layar ponsel nya.
Anita tersenyum dan menutup telpon setelah mengucap kan selamat malam juga pada Andy. Kemudian dia segera tidur karena memang sudah sangat mengantuk dan badan nya terasa lelah sekali.
" Seorang pria paruh baya turun dari sebuah mobil mewah berwarna hitam. Meski sudah berumur, pria itu masih terlihat gagah. Mengenakan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja berwarna abu di dalam nya dan dasi berwarna biru muda.
Pria itu berjalan menyusuri koridor, banyak pasang mata yang melihat nya karena memang saat itu jam istirahat.
Pria bernama lengkap Ferdy Pranata yang tak lain adalah papa Vera tadi pagi mendapat telpon dari kepala sekolah untuk kasus yang terjadi pada Anita.
Semalam pak Selamet menelpon pak kepala sekolah, melapor kan kasus yang terjadi pada Anita serta mengirimkan bukti lengkap nya.
Pak kepala sekolah meminta pak Ferdy datang dan pak Ferdy pun menyempat kan datang di jam makan siang.
" Tok ... tok ... tok ... Permisi ... " Ucap pak Ferdy saat sampai di kantor guru.
" Ya ... Ada perlu apa ya pak ? " Tanya seorang guru.
__ADS_1
" Selamat siang ... Saya papa Vera dan ingin bertemu dengan kepala sekolah. " Ucap pak Ferdy sambil menjabat tangan.
" Oh iya pak, Anda sudah ditunggu bapak kepala sekolah, mari silahkan ikuti saya pak. " Ucap sang guru sambil melangkah masuk ke ruang kepala sekolah, dan pak Ferdy mengikuti dari belakang.
" Selamat siang pak, Saya Ferdy Pranata papa Vera. " Ucap pak Ferdy sambil menjabat tangan pak kepala sekolah.
" Selamat siang pak, mari silahkan duduk. " Pinta pak kepala sekolah.
" Terima kasih. Maaf ... Saya tidak punya banyak waktu, jadi tolong katakan keperluan anda memanggil saya kemari. " Ucap pak Ferdy.
" Jadi begini pak .....
Pak Kepala sekolah menceritakan kronologi kejadian yang menimpa Anita dengan putri nya sebagai tersangka. Pak Ferdy awal nya tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh pak kepala sekolah.
Yang dia tahu putri nya hanya manja, boros dan keras kepala tapi tidak akan mungkin tega menyakiti maupun berbuat jahat pada orang lain.
Pak Ferdy tidak bisa berkata apa - apa saat pak kepala sekolah menunjuk kan rekaman cctv dimana sang putri tercinta dengan jelas terlihat sedang mengunci pintu toilet yang didalam nya ada Anita, kemudian tertawa mengejek dan meninggal kan nya begitu saja.
Pak Ferdy shock. wajah nya memerah, tangan nya mengepal karena menahan amarah. Meski dia sangat menyayangi Vera dan memanjakan nya. Tapi pak Ferdy sama sekali tidak pernah mengajar kan Vera untuk menyakiti maupun berbuat jahat pada orang lain. Dia tidak menyangka jika perbuatan nya memanjakan sang putri dan selalu menuruti keinginan nya menjadikan sang putri bertindak semena - mena, melakukan segala cara untuk memperoleh keinginan nya. Dia hanya berpikir akan melakukan apapun selama itu bisa membahagiakan Vera, karena memang Vera tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu, karena mama nya meninggal saat Vera masih kecil. Dan karena kesibukan pak Ferdy hingga jarang menemani putri nya, maka dia selalu menuruti keinginan Vera agar putri nya itu tidak merasa kekurangan.
Pak Ferdy pun pasrah dan sama sekali tidak berniat untuk membela Vera. Karena meskipun pak Ferdy sangat menyayangi Vera, tapi dia tidak akan mentolerir perbuatan Vera yang membahayakan nyawa orang lain.
" Jadi bagaimana tindak lanjut pihak sekolah pak ? " Tanya pak Ferdy.
" Begini pak ... Karena putri bapak Vera sudah jelas melakukan kesalahan fatal, maka dalam rangka untuk mendidik, menertib kan dan membuat efek jera, pihak sekolah akan memberikan hukuman pada Vera. Jadi mohon kerja sama bapak selaku orang tua. " Ucap pak kepala sekolah.
" Hukuman macam apa itu pak, saya harap tidak akan mempengaruhi akademis Vera. " Tawar pak Ferdy.
" Tiga minggu lagi tes semester akhir untuk menentukan kenaikan kelas akan berlangsung. Jangan khawatir karena kami masih mengijinkan Vera untuk mengikuti nya. Tapi selama tiga minggu ini Vera harus membersihkan seluruh toilet dan ruang perpustakaan. Dan setelah tes selesai Vera akan diskorsing selama 3 bulan penuh. Itu sudah hukuman yang paling ringan menurut kami mengingat yang dilakukan Vera termasuk tindak kriminal. " Ucap pak kepala sekolah.
__ADS_1