
" Cuma makan doang, kenapa harus malu ? " Tanya Andy lagi.
" Yaa ... malu aja, ga harus ada alasan nya kan ? Oya Ndy, papa kamu termasuk orang yang pilih - pilih makanan ga sih ? " Tanya Anita balik.
" Kalau dirumah sih kayak nya enggak, semua yang dimasak mama selalu dimakan. Tapi ... ga tahu juga kalau diluar. Emang kenapa sih ? " Tanya Andy penasaran.
Anita mendekatkan mulutnya ditelinga Andy, kemudian berbisik pelan.
" Aku beli nasi dua bungkus, kira - kira kalau ditawarin papa kamu mau ga ya ? " Ucap Anita lirih membuat Andy kegelian.
Namun bukan jawaban atas pertanyaan nya yang diterima Anita melainkan ciuman dibibir nya.
Awalnya Anita merespon dan membalas ciuman Andy. Namun saat dia teringat akan keberadaan Papa Andy, Dengan reflek Anita mendorong bahu Andy dan memukul lengan nya cukup kencang.
" Aduuuh ... Sakit sayang ... Ini sih KDRT namanya. " Protes Andy sambil mengusap - usap lengan nya.
" Siapa suruh cium - cium, kan ada Om Bram. " Sahut Anita.
" Siapa suruh pake bisik - bisik segala, bikin horny aja. " Jawab Andy.
" Ada apa ? Ada masalah ? " Tanya Bram yang terganggu konsentrasinya karena mendengar suara ribut - ribut.
" Ummh ... Ga ada apa - apa kok Om. Tadi cuma ada kecoa, karena kaget jadi Andy teriak. Iya kan Ndy ? " Sahut Anita sambil menyenggol lengan Andy berharap sang kekasih ikut mengiyakan.
" Iya pah. Kecoak nya besar banget, mana galak lagi. Iya kan sayang ? " Ucap Andy sambil melirik Anita.
Anita mencubit pelan paha Andy sambil tersenyum kearah Bram.
" Ada - ada saja kamu ini. " Sahut Bram singkat yang kemudian beralih membaca lembaran - lembaran kertas yang dipegangnya.
" Mana ada kecoak galak, itu namanya secara tidak langsung kamu nunjuk aku. " Protes Anita.
" Ga kok sayang, kamu kan ga galak. Tapi baik hati dan rajin menabung. Lagian mana ada kecoak secantik ini. " Rayu Andy sambil menowel pipi Anita membuat Anita yang awalnya ingin membantah jadi diam pasrah.
Perut Anita berbunyi lagi. Cacing - cacing diperutnya seakan sedang berdemo minta makan.
Anita memberanikan diri mendekat kearah Bram. Dia mengambil kresek yang ditaruhnya dibawah meja, lalu duduk disofa dengan mengambil jarak pada Bram.
Dengan ragu dia mengeluarkan bungkusan dari dalam kresek.
Anita terlihat mau menawarkan, tapi ragu - ragu.
" Kira - kira mau ga ya. Apa ga usah aku tawarin aja. Tapi ... ga sopan kan makan sendiri ga menawarkan. Udah deh aku coba tawarin, urusan mau apa ngga belakangan.
__ADS_1
" Emmh ... Om ... Tadi Anita beli nasi bungkus dua. Kalau tidak keberatan, apa Om mau menemani Anita makan ? " Tanya Anita sedikit ragu.
" Tentu saja, kebetulan Om belum makan. " Jawaban Bram diluar ekspektasi Anita.
" Beneran ? Tapi maaf Om, nasinya sudah agak dingin. Tapi kalau Om mau yang hangat, biar Anita beli diluar Om bisa tunggu sebentar. " Ucap Anita kebingungan.
" Ga usah repot - repot. Om ga masalah makan nasi dingin. Nasi basi aja pernah Om makan. " Jawaban Bram lagi - lagi membuat Anita melongo.
" Aku pikir orang kaya cuma makan makanan mewah dari hotel bintang lima atau restoran ternama. western food, Chinese food, Japanese food, dan lain - lain misalnya. Ternyata ada yang pernah makan nasi basi juga. " Pikir Anita.
" Jangan kaget gitu. Om juga pernah mengalami masa - masa susah sebelum jadi sukses begini. " Ucap Bram seakan tahu apa yang dipikirkan Anita.
" Begitu ya Om, Anita baru tahu. Oya, silahkan dimakan Om. " Ucap Anita sambil membuka bungkusan nasi lengkap dengan ayam bakar dan lalapan nya, lalu menghidangkan nya didepan Bram.
Anita juga mengambilkan air minum dari kulkas karena yang tadi sudah habis.
" Terimakasih ... " Ucap Bram.
" Sama - sama Om. " Sahut Anita.
Tanpa aba - aba mereka berdua menyantap makanan nya dengan lahap. Perut Anita yang sedari tadi keroncongan membuat nya tak tahan lagi untuk segera melahap ayam bakar didepan nya itu.
Sedangkan Bram sejak siang tadi memang belum sempat makan hingga nasi dingin pun terasa enak - enak saja masuk keperutnya.
***
Anita masih asyik mengobrol dengan Andy meski matanya sudah terlihat sayu.
Sedangkan Bram masih setia berkutat dengan laptopnya meski beberapa kali terlihat menguap.
Tak lama kemudian, Bram terlihat membereskan berkas - berkasnya, menutup laptopnya dan memasukkan semuanya ke koper miliknya. Setelah itu Bram berdiri dan berjalan menghampiri ranjang Andy.
" Besok pagi - pagi sekali papa akan kembali ke newzealand. Kamu ga apa - apa kan papa tinggal ? " Ucapnya.
" Ga apa - apa pah. Mungkin satu atau dua hari lagi Andy juga sudah boleh pulang. Oya, apa Papa ga pulang dulu kerumah ? " Tanya Andy.
" Nggak ... Urusan Papa masih belum selesai. Mungkin tiga hari lagi Papa baru pulang. " Jawab Bram.
" Take care of your health. Don't work too hard. " Pesan Andy.
" Don't worry. I'll take care of it. Call me if anything happend. And don't forget to tell me when you come home. " Pesan Bram.
" Siap Pah ... " Jawab Andy tegas.
__ADS_1
" Anita ... Apa disekitar sini ada tempat untuk sholat ? " Tanya Bram.
" Ada Om. Setelah keluar kamar Om belok kiri aja, sekitar 20 meter nanti belok kiri lagi. Ga jauh dari situ ada serambi untuk sholat para penunggu pasien. Anita juga tadi sholat isya' disitu. " Jawab Anita.
" Terimakasih. Oya, kalau kamu ngantuk tidur aja di bad, Om akan tidur di sofa. " Sahut Bram.
" Iya Om, makasih. " Jawab Anita.
Bram pun keluar dari ruangan Andy. Dibawah ranjang Andy memang disediakan Bad tambahan untuk tidur penunggu pasien.
Karena memang sudah sangat mengantuk, Anita menarik Bad itu keluar dan merebahkan tubuhnya diatas nya.
" Sayang ... Bagaimana pendapatmu tentang Papa ? " Tanya Andy.
" Baik. Meski agak kaku dan terkesan pendiam tapi ramah dan hangat. " Jawab Anita sambil menguap.
" Lalu ... Apa lagi ? " Tanya Andy lagi.
" Sayang keluarga. Meski sangat sibuk tetap memprioritaskan keluarganya. " Jawab Anita lagi.
" Lalu ... ? " Tanya Andy lagi.
" Kami kan baru pertama bertemu Ndy, itu pun hanya berbincang seperlunya. Jadi kesan pertamaku ya hanya itu. " Jawab Anita lagi.
" Apa menurutmu Papaku galak ? Orang - orang yang belum mengenalnya selalu berpikir kalau Papa galak, Yah ... mungkin karena pembawaan nya yang terkesan dingin dan cuek. Menurutmu bagaimana sayang ? " Tanya Andy lagi.
Namun yang ditanya tak juga merespon.
" Kamu pasti juga berpikir seperti itu kan tapi takut bilang kan ? " Ucap Andy.
" Emang sih, Papa itu cuek banget orangnya meskipun aslinya sayang dan perhatian tapi jarang ditunjukkan. Beda sama mama yang orangnya sangat ekspresif. " Sambung Andy lagi.
" Oya sayang ... Besok sekolah kita bukannya udah mulai masuk lagi ya ? " Tanya Andy.
Namun dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaan - pertanyaan nya tadi.
" Sayang kamu ga denger aku ya ? " Tanya Andy lagi.
Namun kali ini bukan jawaban melainkan dengkuran halus yang terdengar.
" Sayang ... Kamu tidur ya ? " Tanya Andy.
Namun keheningan yang didapatnya.
__ADS_1
Andy pun setengah bangun dan menunduk kebawah. Didapatinya Anita sudah terlelap dalam buaian mimpi.
Andy pun terkikik geli karena sedari tadi ternyata dia sedang berbicara seorang diri.