
Pukul 03.15 Anita terbangun karena ingin buang air kecil. Saat membuka mata nya, Anita terkejut mendapati diri nya sedang tidur sambil memeluk seseorang. Wajah nya terbenam dalam dada kekar dan hangat yang dia yakini milik seorang pria. Pelan - pelan Anita mendongak untuk melihat wajah orang yang sudah dipeluk nya.
" Andy !! Kenapa dia bisa tidur seranjang dengan ku ? " Dengan cepat Anita menutup mulut nya dengan telapak tangan nya agar tidak mengeluar kan suara teriakan hingga membangun kan yang lain.
Saat rasa terkejut nya sudah reda, Anita menyingkir kan tangan nya dari mulut nya. Dipandang nya sang pujaan hati yang belum lama terlelap itu dengan lekat dan dalam sambil tersenyum sendiri.
" Tidak salah yang dikatakan para perawat tadi, Andy memang sangat tampan dan mempesona. Bahkan saat sedang tidur pun, wajah nya masih terlihat sangat tampan. Kenapa laki - kaki tampan, baik hati, mempesona, populer dan kaya seperti nya bisa menyukai ku yang serba pas - pas an ini ya ? Bukan nya diluar sana masih banyak cewek kaya dan cantik yang juga menyukai Andy, Vera misal nya. Memang sih dia itu sombong dan suka seenak nya sendiri. Tapi ... tidak bisa dipungkiri bahwa Vera itu memang cantik, fashionable dan juga kaya. Apa mata Andy bermasalah ya hingga memilih ku ? Ah ... Kenapa aku jadi merendah kan diriku sendiri. Meski tidak kaya, tapi aku cukup cantik dan pintar. Mungkin ini yang dinamakan rejeki anak sholeha. Hi hi hi hi ... " Gumam Anita sambik terkikik pelan.
Tangan Anita pelan - pelan bergerak dan mengusap rambut Andy dengan lembut. Kemudian dibelai nya pipi halus Andy dengan pelan.
" Hidung nya mancung sekali. Dan bibir itu ... Kenapa rasa nya aku ingin mengecup nya. Ah ... tidak ... tidak ... masak cewek nyosor duluan sih. " Batin Anita sambil geleng - geleng kepala.
Meski mengelak namun tubuh Anita bereaksi lain. Anita memegang dagu Andy dan mengusap pelan bibir Andy dengan ibu jari nya, lalu perlahan Anita mendekat kan bibir nya ke bibir Andy.
CUP ...
" Emmh ... ehmm .... " Anita terperanjat kaget dan membelalak kan mata nya saat tiba - tiba Andy mencium nya.
Andy yang sebenar nya sudah terbangun sesaat setelah Anita tadi masih memejam kan mata nya dan berpura - pura masih tidur. Andy bahkan mendengar gumam an Anita dan berusaha keras untuk menahan tawa nya.
Andy juga menikmati setiap sentuhan Anita di rambut dan wajah nya. Andy yang merasakan hembusan nafas Anita mengenai dagu nya merasa yakin bahwa Anita hendak mencium nya. Namun dia berniat untuk mendahului dan mengejut kan Anita. Tangan Andy yang memang dipakai Anita sebagai bantal pun memper mudah diri nya melancar kan aksi nya. Saat bibir Anita hanya berjarak tiga centi dari bibir nya, Andy pun membuka mata nya dan mencium bibir Anita dengan tiba - tiba dan sedikit kasar hingga membuat sang pemilik bibir kaget. Di tekan nya tengkuk Anita dengan tangan nya hingga membuat ciuman nya kini lebih dalam namun masih terasa lembut.
Anita yang sudah berhasil menguasai rasa terkejut nya pun kini membalas ciuman Andy. Sambil berpelukan, bibir mereka pun kini saling berpangutan dan saling menyesap cukup lama. Tubuh Anita terasa bergetar merasakan kelembutan bibir Andy membuat gairah mereka bangkit. Andy pun melepas kan ciuman nya saat Anita kehabisan nafas. Andy tersenyum dan mengusap bibir Anita yang memerah dengan jari nya.
" Kapan kau bangun ? mengaget kan ku saja. " Cebik Anita sebal namun menahan malu.
" Menurut mu ? " Tanya Andy dengan senyum smirk nya.
Anita hanya diam sambil membaca raut wajah Andy.
__ADS_1
" Jangan - jangan dia sudah terbangun dari tadi. Apa dia juga tahu yang kulakukan pada nya tadi ? Aduh ... bagaimana ini, bikin malu saja. Dia pasti berpikiran jelek tentang ku. " Batin Anita.
" Apa kau sudah bangun dari tadi ? " Tanya Anita.
" Hhmm ... Aku ikut terbangun saat kau bangun tadi. " Jawab Andy.
" Apa !! Jadi ... Kau tahu apa yang kulakukan pada mu tadi ? " Tanya Anita lagi.
" Memang nya apa yang kau lakukan pada ku tadi ? " Tanya Andy pura - pura tidak mengerti.
" Iisshh ... Kau ini. Kenapa pura - pura tertidur kalau sudah bangun ? " Tanya Anita kesal.
" Maaf sayang ... Sebenar nya aku tidak bermaksud begitu. Tapi ... Terus terang ... Aku sangat menikmati sentuhan mu sayang. " Goda Andy membuat Anita menutupi wajah nya karena malu.
" Kenapa kau suka sekali menggoda ku ? " Cebik Anita kesal sambil memukul lengan Andy.
Anita duduk dan hendak turun dari ranjang nya.
" Kau mau kemana sayang ? " Tanya Andy.
" Kamar mandi. " Jawab Anita.
" Tunggu sebentar. " Cegah Andy.
Andy pun bangun dan berjalan ke sisi kanan ranjang Anita, kemudian dengan cepat menggendong Anita dan menduduk kan nya di closet.
" Kenapa menggendong ku ? Aku bisa jalan sendiri. " Tanya Anita.
" Mana bisa sayang. Kedua lutut mu terluka, pasti sakit sekali jika berdiri. " Jawab Andy.
__ADS_1
" Memang benar sih, kalau begitu terima kasih. " Ucap Anita.
" Hhemm ... Aku akan menggendong mu lagi jika sudah selesai. " Sahut Andy.
Anita mengangguk, namun Andy masih saja berdiri di depan nya dan tak kunjung keluar dari kamar mandi.
" Apa kau mau menunggu ku di sini terus ? " Tanya Anita.
" Tentu saja. Karena kau meminta nya, dengan senang hati akan ku lakukan sayang. " Jawab Andy sambil tersenyum.
" Apa !! Kau gila ya, mana mungkin aku bisa pipis jika kau masih disini. " Cebik Anita.
" Ha ha ha ... Baik lah sayang, jangan marah. Aku akan keluar, panggil aku jika sudah selesai. " Ucap Andy yang kemudian keluar dari kamar mandi dan menutup pintu nya.
Andy menggendong Anita kembali setelah selesai dan menduduk kan nya di ranjang. Andy pun kemudian ikut duduk di samping Anita.
" Seperti nya sudah hampir subuh. Sebaik nya kau pulang dulu ndy. " Pinta Anita.
" Kau mengusir ku sayang ? Kau tidak suka ya aku menemani mu di sini ? " Tanya Andy sambil memeluk Anita.
" Bukan begitu. Kau kan harus berangkat sekolah, jadi harus mengganti buku mu. Lagi pula kau juga tidak bawa baju ganti. " Jawab Anita.
" Haahh ... Kalau sudah memeluk mu seperti ini, rasa nya malas sekali untuk pergi. Apalagi di sekolah ga ada kamu. Aku bolos saja ya. " Ucap Andy.
" Jangan begitu. Nanti ibu kesini dan bergantian dengan ayah untuk menjaga ku. Jadi kau harus sekolah. Kau bisa kesini lagi nanti sore. " Bujuk Anita.
" Baik lah, tapi sebentar lagi ya. Aku masih ingin memeluk mu seperti ini. " Ucap Andy.
Anita hanya mengangguk sambil mengusap - usap tangan Andy yang bergantung di leher nya.
__ADS_1