Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Datang lagi ...


__ADS_3

" Aku ga masalah kok bantuin catering mamaku , lagian itu semua kan juga buat biaya kuliah ku nanti. Lagipula aku ga begitu suka liburan, buang - buang waktu dan uang. " Balas Sinta.


" Kamu memang anak berbakti Sin, jempol deh buat kamu. Kalau kamu mau liburan kemana Nit ? " Tanya Adis.


" Belum tahu, mungkin ga kemana - mana. Ayah ku memintaku untuk membantunya direstoran. " Sahut Anita.


" Wah ... Enak dong bisa makan sepuasnya. Eh kapan - kapan traktir kita makan di restoran ayahmu dong Nit, kan lumayan makan gratis di restoran mahal. " Sela Amel.


" Giliran makan aja nyaut nya cepet, dah gitu minta gratisan lagi. Eh tapi boleh juga tuh. Aku pernah makan malam keluarga di restoran ayahmu , makanan nya emang enak banget. Lumayan tuh kalau makan kesana lagi, apalagi gratis. " Sahut Adis.


" Huu ... tadi aja ledekin aku, ga tahu nya sekarang ikut - ikutan. " Protes Amel.


" Ha ha ha ... Kalian berdua ini, ga bisa ya akur sebentar aja. Kapan - kapan deh aku bilangin ayah ku. " Sahut Anita.


*****


Pagi ini Anita sedang menjaga toko sedangkan Rahmi sedang belanja ke toko grosir.


Handphone Anita tiba - tiba berbunyi, tapi Anita tidak mengangkat nya karena sedang melayani pembeli.


" Itu telpon nya bunyi Nit, ga diangkat dulu. " Ucap Ayu tetangga Anita.


" Nanti saja tante. Oya, ini belanjaan nya. Semua nya 75.000 tante. " Sahut Anita.


" Ini uang nya. " Ucap Ayu sambil menyodorkan uang 100.000 rupiah.


" Ini kembalian nya tante. Terimakasih sudah berbelanja. " Sahut Anita sambil menyerahkan uang kembalian.


" Iya, sama - sama. Ya sudah, tante balik dulu mau masak. " Ucap Ayu


" Iya tante, silahkan. " Sahut Anita.


Anita menghidupkan ponselnya untuk melihat siapa yang tadi menelpon. Anita pun menelpon Andy setelah tahu bahwa kekasih nya yang tadi menelpon nya.


" Halo ... Assalamu'alaikum ... " Sapa Anita saat telpon nya tersambung.


" Haaciuu ... ha ha haacciuu ... " Bukan balasan salam justru suara bersin yang terdengar.


" Halo ndy ... Kamu sakit ? " Tanya Anita.


" Haa haciuuu ... Iya sayang, aku lagi flu dan demam nih. " Jawab Andy.

__ADS_1


" Pasti karena kehujananan waktu latihan basket kemarin ya ? Sudah ke dokter belum ? " Tanya Anita lagi.


" Aku ga suka ke dokter, tapi haciuu ... aku udah minum obat kok haciuu ... " Jawab Andy.


" Ya sudah kalau begitu istirahat saja yang banyak, jangan pakai baju tebel, yang tipis aja, terus jangan lupa dikompres ya, makan yang banyak dan obat nya jangan lupa diminum lagi. " Pesan Anita.


" Makasih sayang, tapi kamu bisa ga kesini. Aku kangen sekali. " Pinta Andy.


" Maksudnya kerumahmu ? Sebenernya ga apa - apa sih, tapi ... " Anita menggantung kalimat nya.


" Ayo dong sayang, please ... Kalau kamu datang pasti aku cepet sembuh. Kangen banget nih. " Bujuk Andy.


Anita terlihat sedang berpikir.


" Gimana ya ... Andy kan udah baik banget sama aku. Waktu aku sakit juga dia selalu setia nungguin aku. Tapi ... Apa aku siap ya bertemu dengan orangtua Andy ? Bagaimana kalau mereka bertanya macam - macam ? Atau bagaimana kalau mereka tidak menyetujui hubungan kami dan mengusirku keluar ? Lalu bagaimana kalau mereka melarang Andy untuk menemui ku lagi. Tidak ... tidak ... Aku tidak mau seperti itu. " Batin Anita sambil menggeleng - gelengkan kepala nya.


" Halo ... Sayang ... Sayang ... Anita ... " Andy sedari tadi memanggil Anita karena tiba - tiba berhenti menyaut.


" Aahh ... Iya ndy. Aku masih disini. " Jawab Anita.


" Kenapa tidak menyaut sayang, lagi ngapain ? " Tanya Andy lagi.


" Ah enggak kok, ga lagi ngapa - ngapain. " Jawab Anita.


" Sepertinya flu Andy parah. Ya sudah lah, aku kesana saja. Yang lain nya dipikir nanti aja, kasihan Andy. " Batin Anita.


" Halo sayang ... " Panggil Andy.


" Iya ndy, aku mau kesana. Tapi nanti agak sorean ya, soal nya aku lagi jaga toko nih. Ga apa - apa kan ? " Tanya Anita.


" Ga apa - apa sayang. Kira - kira jam berapa, biar nanti ku kirimkan supir untuk menjemputmu ? " Tanya Andy.


" Aah ... Tidak usah ndy, biar aku naik taksi online saja. Lagipula aku juga belum tahu pasti jam berapa. " Tolak Anita.


" Ya sudah kalau begitu.Terimakasih ya sayang, hati - hati dijalan. Aku akan menunggumu. " Ucap Andy.


" Baiklah, sampai nanti. " Sahut Anita yang kemudian mematikan ponsel nya.


*****


Tak berapa lama kemudian, sebuah mobil mewah berwarna hitam melewati toko dan masuk ke halaman rumah Anita.

__ADS_1


" Kok ada mobil masuk. Sepertinya bukan mobil ayah, lalu siapa ya ? " Batin Anita.


Anita pun menghampiri mobil tersebut untuk melihat siapa tamu yang datang.


Seorang pria setengah baya berkacamata hitam dengan mengenakan setelan jas mewah keluar dari kursi pengemudi, lalu melepas kacamatanya dan memasukkan nya ke saku.


" Siapa ya ? Wajah nya tidak asing, sepertinya aku pernah melihat nya. " Pikir Anita sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Karena tidak melihat Anita, sang tamu berjalan kearah teras dan membunyikan bel pintu.


Anita mendekatinya dari arah belakang dan menyapanya, membuat pria itu kaget dan terkejut.


" Permisi ... Om mau cari siapa ya ? " Tanya Anita.


" Astaga ... Mengagetkan saja. Saya mau cari Rahmi, pemilik rumah ini. " Ucap sang tamu.


" Maaf om mengagetkan. Dan maaf juga karena ibu sedang tidak ada dirumah. " Sahut Anita.


" Tidak apa - apa, tadi saya memang sedang melamun. Jadi kaget saat tiba - tiba dengar suara. Oya ... Kamu pasti Anita ya ? Putri nya Rahmi kan ? " Tanya sang tamu.


" Apa om kenal saya ? " Tanya Anita.


" Tentu saja om kenal. Dulu pertama kita bertemu, kamu masih berumur dua tahun. Om juga pernah gendong kamu, tapi kamu malah numpahin minuman di baju om. Ha ha ha ... Sekarang kamu sudah sebesar ini ternyata, cantik lagi. " Ucap sang tamu sambil mengusap - usap rambut Anita.


Anita hanya melongo saja karena tidak bisa mengingat apapun yang lawan bicara nya ceritakan. Seolah tahu kebingungan Anita, sang tamu pun memperkenalkan diri.


" Oya, kenalkan. Om adalah papa nya Vera, teman sekolah kamu. Om kenal ibu mu karena dulu om, ibu dan juga ayah mu bersahabat baik. Panggil saja Om Ferdy. " Ucap Ferdy sambil menjulurkan tangan nya.


" Ooh ... Ternyata ayah nya Vera, pantas saja wajah nya tidak asing. Tapi bagamaina Papa Vera bisa bersahabat dengan ayah dan ibu. Dunia ini sempit sekali ternyata. " Batin Anita.


" Aah ... Anita om. " Ucap Anita sambil menjabat tangan Ferdy.


" Ibu kamu pergi kemana ? apa masih lama ? " Tanya Ferdy sambil melihat arlojinya.


" Ibu sedang berbelanja ke toko grosir om, karena sudah pergi sejak pagi tadi jadi mungkin sebentar lagi pulang. " Jawab Anita.


" Oh begitu, apa om boleh menunggu ? " Tanya Ferdy lagi.


" Tentu om, duduk didalam saja silahkan masuk. " Jawab Anita.


" Terimakasih. " Jawab Ferdy.

__ADS_1


Mereka berdua pun masuk bersamaan. Ferdy duduk diruang tamu, sedangkan Anita kedapur untuk membuat minum.


__ADS_2