Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Gayung bersambut ...


__ADS_3

Rahmi sungguh tidak menyangka, Hendra yang terkesan cuek bahkan sering sekali mengolok - olok nya ternyata sudah sejak lama mencintai nya.


" Kenapa tidak mengatakan nya dari dulu kalau kau mencintai ku ? Kau bahkan selalu mengolok - olok ku setiap kita bertemu. Kau selalu membuat ku marah tau. " Cebik Rahmi sambil memukul lengan Hendra.


" Sebenar nya aku sudah ingin mengatakan nya beberapa kali saat kita bersama. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatakan nya, aku juga takut kalau kau menolak ku. Apalagi ... Kau wanita pertama yang dekat dengan ku, aku selalu gugup saat disamping mu. Haahh ... Aku memang bodoh ... " Ucap Hendra sambil menampar pipi nya sendiri.


Rahmi tersenyum geli melihat nya.


" Dan sekarang ... Apa kau masih mencintai ku ? " Tanya Rahmi.


Hendra menoleh ke samping, menatap Rahmi dalam - dalam.


" Tentu saja aku mencintai mu. Bukan nya aku sudah mengatakan nya padamu waktu itu. Perasaan ku masih tetap sama sampai sekarang. " Ucap Hendra.


" Bohong ! ... Kau bahkan sudah menghianati ku lebih dulu sebelum memulai hubungan dengan ku. " Cebik Rahmi kesal sambil mengerucut kan bibir nya.


Hendra gemas melihat ekspresi wajah Rahmi hingga tidak fokus dengan apa yang ditanyakan Rahmi.


" Auuww ... Kenapa kau mencubit pipi ku ? " Tanya Rahmi sambil mengusap - usap pipi nya yang sebenar nya tidak terasa sakit sama sekali.


" Ekspresi wajahmu itu membuat ku gemas. Apa sakit ? Seperti nya aku melakukan nya dengan sangat pelan. " Tanya Hendra sambil memegang pipi Rahmi hingga tangan mereka bersentuhan.


Rahmi menarik tangan nya dan menunduk kan kepala nya. Wajah nya bersemu merah mendapat kan perlakuan Hendra seperti itu.


" Wajah mu merah sekali. Apa kau demam ? " Tanya Hendra khawatir sambil menempelkan punggung tangan nya ke kening Rahmi.


" Iisshh ... Dia itu menyindir ku atau apa sih ... " Gerutu Rahmi dalam hati.


Rahmi menepis tangan Hendra dari kening nya.


" Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi. " Tanya Rahmi masih penasaran.


" Pertanyaan yang mana ? " Jawab Hendra sambil membuka snack yang dipangku Rahmi dan memakan nya.

__ADS_1


" Kenapa kau berselingkuh dengan wanita lain jika memang mencintaiku ? Kau membuat ku meragukan mu. " Ucap Rahmi.


" Kapan aku berselingkuh ? Dengan siapa ? " Tanya Hendra sambil mengunyah makanan nya.


" Jangan mengelak. Aku melihat nya sendiri di ruangan mu saat mengantar kan makan siang. " Ucap Rahmi.


" Kau ke ruangan ku, kapan ? " Tanya Hendra sambil menyuap kan makanan ke mulut Rahmi.


" Lima hari yang lalu. " Jawab Rahmi sambil mengunyah.


" Oya ... Kenapa aku tidak bertemu dengan mu atau pun menerima makan siang darimu ? " Tanya Hendra.


" Karena aku langsung pergi dan membuang makan siang mu di tempat sampah. " Jawab Rahmi.


" Kenapa kau pergi tanpa bertemu dengan ku dan membuang makan siang ku ke tempat sampah ? " Tanya Hendra lagi sambil menyuapi Rahmi.


" Karena aku sedang kesal, dan kau yang membuat ku kesal. " Cebik Rahmi sambil mengunyah.


" Kapan aku membuat mu kesal. Aku tidak pernah melakukan apa - apa padamu. " Tanya Hendra bingung sambil menyuapi Rahmi lagi.


Hendra tertawa. Dia sangat senang saat bisa menggoda Rahmi.


" Uhuk ... Uhuk ... " Rahmi tersedak dan baru sadar jika dia sedang makan.


Hendra membuka tutup botol air mineral dan meminta Rahmi meminum nya.


" Kau mengerjai ku ! " Pekik Rahmi sambil memukul tangan Hendra.


" Ha ha ha ... Kau baru sadar ... " Ucap Hendra sambil tertawa lagi.


" Iisshh ... " Rahmi berdesis dan memaling kan wajah nya.


Hendra terlihat sedang berpikir, dia mengingat - ingat kejadian lima hari lalu.

__ADS_1


" Oo ... Jadi kau melihat kejadian itu ya. " Ucap Hendra saat berhasil mengingat nya.


Rahmi tersentak dan menatap Hendra kembali


" Kau mengakui nya kan ? Kau berbohong padaku. Bilang nya tidak bisa makan siang bareng karena masih ada pekerjaan, ternyata malah bermesraan dengan wanita lain. Apa itu nama nya kalau bukan selingkuh ? " Omel Rahmi.


" Kau cemburu ? " Tanya Hendra sambil menatap Rahmi lekat.


" Apa ... Aku ? Aku ... Aku tidak cemburu. Aku hanya kesal karena kau membohongiku. Itu saja. " Jawab Rahmi berbohong sambil menunduk kan wajah nya.


Hendra sedikit kecewa. Dia berharap bahwa Rahmi akan cemburu padanya.


" Aku tidak ada hubungan apa - apa dengan Silvi. Aku juga tidak berbohong padamu. Aku berniat menyelesaikan pekerjaan ku lebih awal, maka nya aku tidak makan siang dan tetap bekerja di jam istirahat. Aku tidak mau kau menunggu ku terlalu lama saat pulang. Karena aku ingin membawamu jalan - jalan dulu. Silvi menghampiriku saat sedang bekerja dan mengajak ku ke kantin, aku menolak nya. Dia merayu ku, mengatakan jika dia sudah menyukai ku sejak lama dan memintaku menjadi kekasih nya. " Ucap Hendra menjelas kan.


" Oya ... Lalu kau menerima nya ? " Tanya Rahmi penasaran.


" Tentu saja tidak. Aku tidak menyukai nya sama sekali, apalagi mencintai nya. " Jawab Hendra.


" Memang kenapa kau tidak menyukai nya. Dia cantik, sexi dan sangat menggoda. Bukan kah itu yang dicari pria dari seorang gadis ? " Tanya Rahmi.


" Siapa bilang ? Kalau pun iya, aku tidak termasuk diantara nya. Apa kau berharap aku menerima nya ? Kau tidak mencintaiku, karena itu kau memintaku bersama nya agar aku berhenti mengganggu mu begitu ? " Tanya Hendra.


" Tidak ... Kenapa kau menuduh ku seperti itu. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintai mu. Tidak mungkin aku melakukan hal yang kau sebut kan tadi. Aku bahkan selalu cemburu saat melihat nya gelendotan terus padamu. " Ucap Rahmi.


" Benar kah ucapan mu ? Kau mencintaiku ? Kau sangat mencintai ku ? " Tanya Hendra antusias.


" Aduh ... Kenapa aku mengatakan nya lebih dulu. bikin malu saja. " Batin Rahmi mengutuki diri nya atas pernyataan cinta nya tadi.


" Kenapa tidak menjawab ? Ayo katakan padaku, apa benar kau mencintai ku ? " Tanya Hendra lagi saat Rahmi hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan nya.


" Iya ... Aku mengakui nya. Aku mencintai mu, aku sangat mencintai mu. Kau puas ? " Ucap Rahmi tegas yang kemudian menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya karena malu.


Hendra tersenyum mendengar pernyataan Rahmi. Dia sangat senang karena penantian dan kesabaran nya selama ini membuah kan hasil.

__ADS_1


Hendra meraih tangan Rahmi dari wajah nya, kemudian memegang nya. Sedang kan tangan yang satu nya memegang dagu Rahmi dan mengarah kan pada nya agar Rahmi menatap nya.


" Kau yakin dengan perasaan mu ? Kau yakin kau benar - benar mencintai ku ? Apa kau sudah bisa melupakan Ferdy ? " Tanya Hendra ingin meyakin kan Rahmi atas perasaan nya sendiri.


__ADS_2