Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
home sweet home


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Andy dan Anita terparkir dihalaman mansion Wiratmaja tepat pukul 4 sore.


Mas Anto mengeluarkan barang - barang milik Andy dari bagasi dan membawanya masuk kedalam, sedangkan Anita sudah terlebih dahulu masuk dengan memapah Andy.


Mama Merry merapikan tempat tidur Andy sedangkan Anita membantu Andy berbaring.


" Gimana sayang, are you okay now ? is it comfortable for you ? " tanya Mama Merry pada sang putra sembari menyelimuti nya.


" It's okay mom don't worry. " Sahut Andy.


" Anita ... terimakasih banyak ya, kamu sudah menjaga Andy selama ini. Maafin Mama udah ngrepotin kamu. " Ucap Mama Merry sambil menggenggam tangan Anita.


" Tidak masalah mah, Anita sama sekali tidak merasa direpotkan. " Jawab Anita.


" Syukurlah kalau begitu. Apa kamu mau istirahat dulu sebelum makan malam ? bibi sudah menyiapkan kamar tamu untuk mu. " Tanya Mama Merry.


" Kenapa harus kamar tamu mah ? Anita kan bisa istirahat dikamar Andy. " Ucap Andy menimpali.


" Itu sih mau kamu. Main nyahut aja, orang Mamah nanya Anita. " Sahut Mama Merry.


" Anita langsung pulang saja Mah. Biar Andy bisa istirahat. " Jawab Anita.


" Kok udah mau pulang sayang ? Pulang ntar aja habis makan malam. Atau menginap saja disini malam ini. " Pinta Andy.


" Iya Anita. Kamu kan pasti capek habis perjalanan jauh. Apalagi beberapa hari ini kamu pasti kurang tidur. Biar Mama yang ijinin sama Ibu kamu. " Bujuk Mama Merry.


" Terimakasih tante. Tapi Anita mau istirahat dirumah saja. Lagipula ... Anita juga sudah kangen sama Ibu. " Jawab Anita.


" Ya sudah kalau begitu, Mama tidak akan memaksamu. Biar Anto yang antar kamu ya ! " Pinta Mama Merry.


" Baiklah Mah, terimakasih. " Sahut Anita.


Anita pun berpamitan dengan Andy. Meski melalui sedikit drama Andy pun akhir nya merelakan Anita untuk pulang.


" Kalau sudah sampai rumah telpon aku ya ! " Pesan Andy pada Anita. Anita pun hanya mengangguk dan tersenyum.


Anita pulang diantar mas Anto setelah sebelum nya berpamitan dan bercipika - cipiki dengan Mama Merry.

__ADS_1


" Terimakasih ya Mas Anto sudah antar Anita pulang. " Ucap Anita saat mas Anto menurunkan kopernya dari bagasi.


" Sama - sama non. Kalau begitu saya pamit dulu. " Jawab Anto.


" Iya mas, hati - hati dijalan. " Pesan Anita.


Anto pun kembali ke kediaman Wiratmaja.


" Assalaamu'alaikum ... " Anita mengucap salam saat memasuki rumah nya yang terlihat sepi.


" Wa'alaikum salam ... " Jawab bu Rahmi yang keluar masih mengenakan mukena nya.


" Bu ... " Panggil Anita sambil berhambur memeluk sang Ibu.


" Anita ... Ya Allah ... Kamu sudah pulang nak ? Ibu kangen sekali. " Ucap sang Ibu.


" Anita juga kangen bu. " Sahut Anita.


" Kamu sehat kan ? terus Andy juga baik - baik saja kan ? " Tanya Bu Rahmi.


" Syukurlah kalau begitu. Kamu sudah makan ? Ibu ambilkan makan dulu ya ? " Ucap Bu Rahmi.


" Nanti saja bu, biar Anita ambil sendiri. Anita mau mandi sebentar dan sholat ashar dulu. " Sahut Anita.


" Baiklah nak, masuklah kalau begitu. " Pinta Bu Rahmi.


Anita menyeret koper nya dan memasuki kamar nya.


" Aahh ... kamarku. Bantal guling kesayanganku, kasurku yang nyaman. Aahh ... Enaknya ... " ucap Anita sambil menjatuhkan dirinya di ranjang.


" Haah ... nyaman sekali ... " gumam Anita sambil memejamkan mata nya.


" Oh iya, aku kan belum sholat. " Anita pun terlonjak saat teringat kalau dia belum sholat ashar.


Anita pun kemudian mandi, berganti baju dan sholat ashar.


Handphone Anita berbunyi saat Anita selesai makan. Anita pamit pada sang Ibu untuk masuk kekamar duluan.

__ADS_1


Sejak perjalanan pulang tadi Anita sama sekali belum membuka hp nya. Anita melihat grup chat teman - teman nya penuh dengan pesan yang belum sempat dibaca nya. Namun karena Andy menelpon, Anita pun menjawab telpon Andy terlebih dahulu.


***


" Bu ... Anita berangkat sekolah dulu ya. " Pamit Anita.


" Kamu benar mau berangkat sekolah. Kalau masih capek istirahat saja dulu sehari. " Ucap sang Ibu.


" Anita gak capek kok bu. Lagipula Anita sudah kangen banget sama temen - temen. " Sahut Anita.


" Ya sudah kalau begitu. Hati - hati dijalan ! " Pesan Bu Rahmi.


" Iya bu. Anita berangkat dulu. Assalaamu'alaikum ... " Ucap Anita setelah salim dengan sang Ibu.


" Wa'alaikum salam. " Jawab Bu Rahmi.


Semalam teman - teman Anita menanyakan perihal Anita yang bolos sekolah digrup. Yah ... teman - teman nya memang belum tahu kejadian yang menimpanya dengan Andy yang mengharuskan mereka tinggal dirumahsakit berhari - hari. Namun jika bercerita melalui grup maka akan dipastikan Anita akan tidur kemalaman. Karena itu Anita berjanji pada teman - teman nya untuk berangkat lebih awal dan bercerita pada mereka disekolah.


Amel, Adis dan Sinta terlihat serius sekali mendengarkan cerita Anita dari awal sampai akhir.


" Ya ampun Nit ... serem banget cerita mu. Kayak di film action aja. Kalau aku diposisimu, pasti udah pingsan duluan waktu dihadang preman - preman itu. " Ucap Amel.


" Untung kamu ga kenapa- kenapa Nit. Yah ... meski Andy terluka. setidaknya dia masih selamat dan kamu bisa ikut merawat nya. " Sambung Adis.


" Maafin kita ya Nit, kita ga nemenin kamu disaat kamu sedang kesusahan. Malah kita enak - enak an bahas liburan. " Ucap Sinta yang merasa bersalah karena tidak ada saat sahabat nya membutuhkan.


" Gak apa - apa kok. Kalian kan gak tau. Aku juga minta maaf gak ngabarin kalian. karena ... semuanya begitu tiba - tiba. Aku aja masih merinding ketakutan kalau ngebayangin kejadian itu. Apalagi pas ngebayangin saat Andy tergeletak dijalan bersimbah darah dengan pisau yang masih menancap diperutnya. Aku bener - bener takut sekali. " Cerita Anita.


" Ya ampun Anita, Kasihan banget sih kamu. Masih muda sudah mengalami kejadian mengerikan seperti itu. " Ucap Adis sambil menggenggam tangan Anita.


" Yang penting semua nya sudah berlalu. Anita ga kenapa - kenapa dan Andy pun sudah baik - baik saja. Kita berdo'a saja semoga kejadian buruk seperti itu tidak akan pernah terulang lagi. " Hibur Sinta yang di Amini ketiga teman nya.


Siang hari nya sepulang sekolah, teman - teman sekelas Andy yang sebelumnya sudah mengetahui kejadian yang menimpa Andy pun ber ramai - ramai menjenguk Andy dikediaman Wiratmaja. Adis, Amel, Sinta dan Anita pun ikut bergabung dengan mereka.


Karena sebelumnya Andy sudah mengetahui akan kedatangan teman - teman nya maka sebelumnya Mama Merry pun sudah memesan aneka makanan dan cemilan untuk teman - teman anaknya itu.


Anita pun terlihat sibuk sekali membantu Mama Merry dan bibi untuk menyiapkan makanan dan minuman. Sebelum nya Mama Merry mengira hanya beberapa teman dekat Andy saja yang akan datang. Ternyata, hampir satu kelas yang ikut menjenguk. Untung Mama Merry memesan makanan banyak sekali, jadi tidak perlu khawatir akan kekurangan.

__ADS_1


__ADS_2