Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Kekecewaan Cathy ...


__ADS_3

" Haaahh ... Mama kira uler keket betulan. Anita memang ada - ada saja, tapi betul juga sih alasan nya. " Ucap Merry bernafas lega kemudian menurunkan kedua kaki nya.


" Andy juga berpikir begitu, Andy aja sampe geli karena Cathy suka nempel - nempel Andy melulu. " Sahut Andy.


" Dimaklumi saja, dia kan memang manja. Apalagi dari kecil udah suka sama kamu. Terus apa Anita cemburu lihat Cathy deket - deket kamu terus ? " Tanya Merry.


" Ya iyalah mah, tapi saat Andy jelasin Anita bisa ngerti kok. " Jawab Andy.


" Syukur deh kalau gitu. Oya, tadi Cathy habis sarapan langsung keluar, tahu deh kemana. Ga bilang mama soalnya. " Ucap Merry.


" Keluar !? Apa Tuh anak jadi pergi sama bang Anto ya ? " Pikir Andy.


" Ya udah mah, Andy pergi dulu. " Pamit Andy sambil menyalimi tangan sang mama.


" Iya, hati - hati dijalan. " Sahut sang mama.


" Iya mah, Assalaamu'alaikum. " Andy mengucap salam.


" Wa'alaikum salam. " Jawab sang mama.


Andy pun berjalan menuju garasi.


Sementara itu, didalam kursi penumpang mobil sport milik Andy Cathy sedang berhias memperbaiki make up dan memastikan dirinya sudah tampil cantik melebihi Anita, karena tadi buru - buru jadi tidak sempat.

__ADS_1


Ya ... Cathy memang berencana ikut Andy pergi bersama Anita. Dia hendak merusak acara kencan mereka dan ingin membuat Anita cemburu pada Andy agar Anita memutuskan Andy dan dia bisa menggantikan nya.


" Astaghfirullahal'adziim ... Ngapain kamu ngejogrok disini sih ? Udah kayak setan aja, nongol tiba - tiba. Bikin kaget saja. " Ucap Andy yang kaget saat membuka pintu mobil ternyata Cathy sudah duduk manis disitu.


" Morning babe ... " Sapa Cathy dengan senyum licik nya.


" Ngapain disini ? Bukan nya kamu mau jalan - jalan sama bang Anto ? " Tanya Andy.


" Ga lah, siapa juga yang mau pergi sama supir. Mau ganteng kayak apa juga namanya supir tetep aja supir. " Jawab Cathy.


" Ya iyalah supir, siapa bilang artis. Lagian kenapa memangnya kalau supir ? Dia kan cuma nganterin kamu jalan - jalan, ga mau nikahin kamu kan ? " Tanya Andy lagi.


" Siapa juga yang mau nikah sama supir, ga level tau. Dijerman aja banyak yang naksir aku, dan semuanya dari kalangan atas. " Jawab Cathy.


" I already tell you many time, I just wanna be with you no one else. ( Aku sudah bilang padamu berulang kali, Aku hanya ingin bersamamu tidak ada yang lain. ) " Ucap Cathy.


" But you know that I dont love you ? Both now and forever I won't be able to love you. I consider you as a friend and a sister, nothing more. ( Tapi kamu tahu kan kalau aku tidak mencintaimu ? Baik sekarang dan selamanya aku tidak akan bisa mencintaimu. Aku hanya menganggapmu teman dan adik, tidak lebih. ) " Ucap Andy.


Cathy menundukkan wajahnya, matanya berkaca - kaca. Ini sudah kesekian kalinya dia menerima penolakan dari Andy, tapi entah kenapa hatinya masih saja terasa sakit. Cinta yang tumbuh sedari kecil membuat nya susah menerima kenyataan bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan.


" Memang apa kurang nya diriku ? I am beautiful, fashionable, sexi, smart, and rich. Apa yang ada pada Anita dan tidak ada padaku ? Aku bahkan lebih dari Anita dalam segala hal. " Protes Cathy.


Andy duduk dikursi kemudi, dia merasa sedikit kasihan dengan Cathy, tapi bagaimanapun dia harus membuat Cathy mengerti agar tidak terus mengejarnya dan mengganggu hubungannya dengan Anita.

__ADS_1


" Listen to me, love is not just about physiccal matter. It is about feelings that arrising and always growing. I can not choose with whom I will love and I don't know exactly why I loved her. Love is about feelings that can not be force. ( Dengarkan aku, cinta tidak hanya tentang fisik semata. Tapi tentang perasaan yang muncul dan terus tumbuh. Aku tidak bisa memilih kepada siapa aku akan mencintai dan aku juga tidak tahu pasti kenapa aku mencintainya. Cinta itu adalah perasaan yang tidak bisa dipaksakan. ) " Ucap Andy memberikan pengertian dengan sabar.


Cathy hanya diam saja dan tidak menyaut sama sekali, namun airmata yang sedari tadi dibendungnya menerobos keluar. Membanjiri pipi mulus nya. Cathy pun memeluk Andy untuk mendapatkan ketenangan. Andy pun membalas pelukan Cathy dan mengusap - usap pelan punggungnya. Isakan Cathy semakin kencang hingga airmatanya membasahi baju Andy.


Dia terlalu berharap selama ini tanpa tahu apakah Andy juga memiliki perasaan yang sama padanya. Meski terpisahkan jarak dan beberapa kali mendapat penolakan, namun dia terus memupuk rasa cintanya pada Andy. Dia mengira bahwa mungkin Andy hanya malu mengutarakan perasaan nya, atau mungkin Andy belum ingin berkomitmen, atau kalau memang Andy tidak mencintainya mungkin Andy bisa belajar untuk mencintainya.


Begitulah dia datang ke Indonesia dengan penuh harapan bisa menjadikan Andy miliknya.


Namun dia harus mendapatkan kekecewaan karena pintu hati Andy sudah terisi oleh orang lain dan tidak ada celah sedikitpun baginya untuk bisa masuk.


Pelukan hangat Andy yang selama ini diharapkan nya memang sudah dia dapatkan, tapi itu bukan pelukan mesra, bukan pula pelukan sayang. Hanya pelukan yang bermaksud menenangkan dan menghibur. Cathy menyadarinya namun tetap saja dia enggan melepaskan pelukan itu. Namun dia hanya bisa pasrah saat Andy melepaskan pelukannya dan menegakkan bahunya hingga tubuh tegapnya berhadapan dengan Andy.


" Seperti yang kau bilang, kau cantik dan pintar. I am sure that one day you will find some one who really loved you and make you happy. ( Aku yakin suatu saat kau akan menemukan sesorang yang benar - benar mencintaimu dan membuatmu bahagia. ) Tapi yang jelas, itu bukan aku. Kumohon mengertilah. Kau temanku, kau adik ku. Selamanya akan tetap seperti itu. " Ucap Andy sambil mengusap airmata dipipi Cathy.


" Aku akan memikirkannya. Kau boleh pergi, untuk saat ini aku tidak akan mengganggumu. " Sahut Cathy.


" Terimakasih sudah mau mengerti. " Ucap Andy lagi.


Cathy keluar dari mobil Andy dan berlari masuk kedalam rumah tanpa menjawab Andy.


Andy menatap kepergian Cathy. Ada rasa iba dalam hatinya, namun dia yakin itulah yang harus dia lakukan agar Cathy tidak terus menerus berharap padanya karena selain hal itu bisa mengganggu hubungannya dengan Anita hal itu juga bisa menyakiti perasaan Cathy lebih dalam lagi.


Cathy melewati Merry yang sedang berada diruang tengah begitu saja dan mengabaikan panggilannya, lalu masuk kekamar dan mengunci pintunya. Dijatuhkannya badannya diatas kasurnya yang empuk, diambilnya bantalnya yang berwarna pink untuk dijadikan sandaran kepalanya. Lalu menangis sejadi - jadinya. Meluapkan semua kesedihan dan kekecewaannya hingga bantal nya menjadi basah karena airmatanya.

__ADS_1


Sementara itu, Andy melajukan mobil sport nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Anita karena dia sudah terlambat dari waktu yang sudah dijanjikannya pada Anita.


__ADS_2