
" Kau marah padaku ? " Tanya Rahmi.
" Tidak ... Aku hanya sedang fokus menyetir. " Jawab Hendra.
" Aku minta maaf ... Sungguh semua itu bukan keinginan ku. Dia yang menarik tangan ku dan memeluk ku. Aku juga tidak membiar kan nya, Aku memberontak dan memukul punggung nya tadi. " Rahmi menjelaskan.
" Aku tahu, aku juga melihat nya tadi. " Sahut Hendra.
" Lalu kenapa kau mendiam kan ku ? Itu artinya kau marah padaku. " Protes Rahmi.
" Aku tidak marah padamu sayang. Tapi aku marah padanya. Berani sekali memeluk kekasih ku dihadapan ku, menyebal kan. " Gerutu Hendra.
" Kalau kau marah pada nya kenapa kau diam saja tadi ? " Tanya Rahmi.
" Lalu aku harus apa ? Apa aku harus berkelahi dengan nya dan membuat keributan disana ? Aku kenal baik orang tua Hendra dan aku menghormati mereka, aku tidak ingin menghancur kan pesta anak mereka dan membuat mereka malu. Karena itu aku menahan amarah ku. " Jawab Hendra.
Rahmi hanya tersenyum dan tidak membalas ucapan Hendra.
" Aku sedang marah kenapa kau menertawai ku ? " Tanya Hendra.
" Apa kau marah karena cemburu ? " Rahmi balik bertanya.
" Tentu saja. Kau kekasih ku, dan dia seenak nya saja memeluk mu. Apalagi di depanku, di depan istri nya dan di depan banyak orang. " Jawab Hendra.
Rahmi mendengar kan sambil tersenyum. Dia tahu Hendra sedang kesal dan marah, jadi Rahmi membiar kan Hendra meluap kan kemarahan nya agar perasaan nya lega.
" Aku memaaf kan nya kali ini. Tapi jika dia melakukan nya lagi lain kali, jangan harap aku akan melepas kan nya. " Gerutu Hendra lagi.
" Tidak akan ada lain kali. Percayalah ... " Ucap Rahmi sambil mengusap - usap bahu Hendra membuat Hendra menoleh dan tersenyum pada nya.
" Hari masih siang, bagaimana kalau kita jalan - jalan dulu sayang. " Usul Hendra.
" Dengan gaun seperti ini ? " Tanya Rahmi.
" Kenapa ? Kau sangat cantik dengan gaun itu. Lagipula kita hanya akan makan di restoran, kau hanya makan sedikit tadi. Setelah itu kita ke danau melihat matahari terbenam. Bagaimana ? " Tanya Hendra.
" Baiklah ... Aku setuju. " Jawab Rahmi.
__ADS_1
***
Beberapa bulan setelah pernikahan Ferdy, Hendra dan Rahmi pun juga memutus kan untuk menikah. Pernikahan mereka sangat sederhana dan tidak mengundang banyak orang. Hanya keluarga, rekan kerja dan sahabat terdekat.
Sebenar nya Hendra memiliki cukup tabungan, tapi dia tidak ingin menghabis kan nya hanya untuk pesta yang megah. Hendra menggunakan tabungan nya itu untuk membeli sebuah tanah di perkampungan dekat kantor nya dan membangun sebuah rumah sederhana disana. Hendra ingin hidup mandiri bersama istri dan anak nya dan tidak mau merepot kan orang tua nya, maupun orang tua Rahmi.
Rumah itu sudah selesai dibangun satu bulan sebelum pernikahan mereka. Hendra juga sudah mengisi nya dengan berbagai macam perabot rumah tangga dan furniture nya.
Pernikahan dilakukan dirumah orang tua Rahmi. Mereka menginap semalam disana dan di sore hari nya mereka pulang ke rumah baru mereka.
Rahmi menjatuh kan diri nya di sofa, menyandarkan punggung nya di sandaran sofa menarik nafas dalam - dalam dan membuang nya kasar.
" Kau lelah sayang ? " Tanya Hendra.
" Iya ... Aku lelah sekali. Seluruh badan ku pegal - pegal semua. " Jawab Rahmi.
" Kalau begitu beristirahat lah. " Perintah Hendra.
" Mana bisa, aku belum mengeluarkan baju - baju kita dari koper dan menata nya di lemari. Aku juga belum memasak untuk makan malam kita nanti. " Ucap Rahmi.
" Baiklah sayang, terserah kau saja. " Ucap Rahmi setuju.
Mereka pun mengeluarkan baju - baju mereka dari koper dan menyusun nya di lemari masing - masing.
Setelah selesai, mereka berdua duduk - duduk di sofa untuk melepas lelah.
Hendra menyalakan TV dan menonton acara favorit nya sedangkan Rahmi berbaring di sofa panjang.
" Aku haus sayang. " Ucap Hendra.
" Baiklah, akan kuambilkan minum. " Sahut Rahmi.
Rahmi bangkit dan berjalan menuju dapur. Tak berapa lama kemudian dia sudah kembali membawa dua gelas air putih.
" Di dapur tidak ada apa - apa sayang, hanya ada air putih dari galon. " Ucap Rahmi sambil menyodor kan gelas yang di bawa nya pada Hendra.
" Tidak masalah sayang, terima kasih. Besok aku masih cuti, kita akan pergi berbelanja. " Sahut Hendra.
__ADS_1
Hendra meneguk air itu sampai habis dan meletak kan gelas nya diatas meja. Rahmi berbaring kembali di sofa setelah menghabis kan minum nya. Badan nya lelah sekali karena sibuk menyiap kan pernikahan nya dan hanya beristirahat sebentar saja.
" Sudah sore sayang, kau ingin mandi dulu ? " Tanya Hendra.
" Tidak sayang. Kau saja duluan, aku nanti saja. " Sahut Rahmi.
" Baiklah ... " Ucap Hendra.
Hendra bangkit dan menuju kamar untuk mengambil handuk dan baju ganti, kemudian ke kamar mandi untuk mandi. Dia sudah sangat kegerahan sedari tadi.
Hendra sudah selesai dan ingin menyuruh Rahmi untuk mandi, tapi ternyata Rahmi ketiduran di sofa sambil menggenggam remot tv. Hendra tidak tega membangun kan nya karena Rahmi terlihat pulas sekali. Hendra mengambil remote dari tangan Rahmi dan menaruh nya di meja. Hendra menggendong Rahmi ala bridal style dan menidur kan nya di kamar lalu menyelimuti nya.
Hendra mengambil ponsel nya di nakas dan kembali ke ruang tengah untuk menonton tv. Hendra terlihat sedang memilih - milih gambar makanan dan minuman dilayar hp nya. Dia hendak memesan nya dari luar melalui aplikasi online untuk makan malam mereka nanti.
Beberapa saat kemudian adzan maghrib terdengar. Hendra mematikan tv dan pergi ke kamar.
" Sayang ... Bangun sayang ... " Ucap Hendra lirih ditelinga Rahmi.
Rahmi hanya menggeliat sebentar dan tidur lagi.
" Sayang ... Bangun lah, kita sholat maghrib dulu. " Ucap Hendra sambil mengusap - usap kepala Rahmi.
" Hemm ..... " Sahut Rahmi, namun masih belum bangun juga.
Hendra meniup - niup pelan telinga Rahmi, Rahmi menggeliat karena merasa geli. Hendra meniup - niup lagi telinga Rahmi sambil sesekali menggigit daun telinga nya lembut, membuat Rahmi merinding kegelian dan akhir nya membuka mata nya.
" Aku ketiduran ya sayang ? Maaf ya ... " Ucap Rahmi.
" Tidak masalah sayang, itu karena kau lelah. Sudah maghrib, kita sholat dulu yuk. " Ajak Hendra.
Rahmi mengangguk dan bangkit dari tidur nya.
Rahmi berjalan mengikuti Hendra sambil menunduk dan sesekali menutup mata nya karena masih sangat mengantuk.
Hendra sengaja menghentikan langkah nya dan
BUUGGH .... Badan Rahmi menubruk Hendra hingga beringsut ke belakang. Hendra berbalik dan menarik tangan Rahmi agar tidak terjatuh ke belakang.
__ADS_1