Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Kekecewaan Amel ...


__ADS_3

Amel Terlihat sedang berpikir sejenak, sesaat kemudian dia mengangguk pertanda setuju.


Rhendy berjalan duluan menuju bangku yang ditunjuk nya, sedangkan Amel mengekor dibelakang nya.


Mereka pun kemudian duduk dengan posisi saling berhadapan.


Keduanya terdiam untuk beberapa saat. Amel pun memulai pembicaraan karena sedari tadi Rhendy hanya diam saja.


" Bang Rhendy mau ngomong apa ? " Tanya Amel


" Eemmh ... Mel ... Beberapa bulan ini kenapa kamu ngejauhin aku ? " Tanya Rhendy balik


" Aku ga pernah ngejauhin bang Rhendy kok, karena kita emang ga pernah deket. " Jawab Amel.


" Tapi kamu beda mel, biasa nya kalo kita ketemu kamu selalu menyapa dan ..... " Rhendy tidak meneruskan kata - kata nya.


" Godain abang maksud nya ? " Ucap Amel meneruskan perkataan Rhendy.


Mereka pun diam sejenak.


" Apa ada kata - kata ku yang menyinggung mu hingga kamu marah mel ? Katakan mel, Aku minta maaf kalo memang seperti itu. " Ucap Rhendy kemudian.


" Ga ada bang, aku hanya lelah. " Sahut Amel.


" Lelah ... Lelah kenapa ? " Tanya Rhendy bingung.


" Lelah mencari perhatian seseorang, namun tak pernah dianggap. Lelah menyukai seseorang, namun tak pernah berbalas. " Ucap Amel penuh makna.


" Maksud mu ... Kamu menyukai ku mel ? " Tanya Rhendy to the point.


" Sudah lah bang, Amel sadar kalo bang Rhendy memang tidak memiliki perasaan apa - apa pada Amel. Amel sudah menyerah. Jadi bang Rhendy ga usah khawatir. Amel ga akan pernah gangguin bang Rhendy lagi. Permisi bang ... Amel mau ke kekelas. " Ucap Amel dengan mata ber kaca - kaca.


Dia berusaha untuk tegar, meski hati nya sakit.


Amel pun pergi menuju kelas, menyusul teman - teman nya yang sudah berjalan terlebih dahulu.


" Mel ..... " Rhendy memanggil.


Amel mengabaikan nya.


*** Saat pulang Sekolah ***


Seperti biasa Anita pulang bersama Andy. Mereka sudah berboncengan saat masih diparkiran, membuat beberapa pasang mata wanita menatap nya dengan iri.


" Ndy ..... " Panggil Anita.


" Hhmm .... " Sahut Andy.

__ADS_1


" Aku penasaran deh, sebenar nya apa sih yang diomongin Amel dan Rhendy. Kamu tahu ga ? " Tanya Anita.


" Mana aku tahu. " Jawab Andy singkat.


" Bukan nya tadi Rhendy bareng kamu ya, kirain dah ngomong duluan ke kamu. " Sahut Anita.


" Tadi dia cuma minta tolong aku buat nemuin dia dan Amel, kata nya sih mau ngomong sesuatu. Tapi ga bilang juga mo ngomong apa. " Jawab Andy.


" Oo ... Tapi kok minta tolong nya ke kamu sih, kenapa ga sama kita temen - temen nya. " Tanya Anita lagi.


" Mungkin karena aku yang sekelas sama dia, kalo kalian kan beda kelas. Terus mungkin karena aku cowok, jadi ngomong nya bisa leluasa. Atau mungkin karena dia tahu kita jadian. Kalo disekolahan kan dimana ada kamu pasti ada Amel and the geng. " Jelas Andy membuat Anita manggut - manggut.


" Kenapa sih, jangan - jangan kamu naksir ya sama Rhendy ? " Tanya Andy penuh selidik.


" Apaan sih ..... Cemburu ga beralasan. " Jawab Anita sambil memukul pelan punggung Andy.


" Siapa tahu aja, habis nya kamu tanya - tanya terus. " Ucap Andy.


" Aku cuma penasaran aja, soal nya habis ngomong sama Rhendy si Amel kelihatan sedih banget. Aku dan yang lainnya, belum sempet tanya kedia ada apa. Jadi kupikir kamu tahu, maka nya aku tanya. " Jawab Andy.


" Ooh ... " Sahut Andy ber oh ria.


" Sayang ... minggu besok main kerumah ku yuk. " Pinta Andy mengalihkan pembicaraan.


" Ga ah ... Aku takut. " Jawab Anita.


" Bukan begitu. Aku ... Aku takut aja sama orang tua mu. " Sahut Anita.


" Kenapa takut, orang tua ku ga bakal gigit kamu kok. " Jawab Andy menggoda Anita.


" Apaan sih, orang lagi serius malah dibecanda in. " Sungut Anita sambil memukul punggung Andy lagi.


" Habis nya, kata - katamu gitu sih. Lagian yang kamu takutin apa sih. " Tanya Andy.


" Aku ... Aku hanya belum siap aja. " Jawab Anita ragu.


" Kan cuma main doang sayang. Emang nya mo langsung nikah pake persiapan segala. " Goda Andy lagi.


" Andyyyyyy ..... " Teriak Anita sebal sambil memukul - mukul Andy lagi bertubi - tubi dengan tangan kanan nya, sementara tangan kiri nya masih melingkar diperut Andy.


" Auw ... Auw ... Sakit sayang ... " Teriak Andy.


Cup ...


Andy meraih tangan Anita yang melingkar diperut nya kemudian mengecup nya dengan pelan dan lembut, membuat Anita menghentikan aksinya.


" Aku tahu sayang apa yang kamu khawatirkan. Kamu pasti takut dengan penilaian orang tua ku terhadap mu kan ? Kamu juga pasti takut kalo orang tua ku tidak menyetujui hubungan kita kan ? Jangan khawatir, orang tua ku tidak akan seperti itu.

__ADS_1


Tapi kalo memang kamu belum siap, aku tidak akan memaksa. " Ucap Andy sambil mengusap - usap lembut tangan Anita yang dicium nya tadi.


Ya ... Memang benar, itu lah yang ditakut kan Anita selama ini.


Anita tahu kalau Andy berasal dari kalangan atas, sedangkan Anita dari kalangan bawah.


Anita tahu kalau keluarga Andy sangat kaya, sedangkan keluarga Anita sangat pas - pas an sekali.


Anita tahu Andy berasal dari keluarga yang utuh, sedangkan Anita dari keluarga broken home.


Anita sadar jika dibanding kan keluarga Andy, Keluarga Anita hanya lah butiran debu yang tidak berarti.


Itulah yang membuat Anita takut.


Takut kalau Keluarga Andy memandang rendah keluarga Anita dan tidak menyetujui hubungan mereka.


Karena itulah Anita selalu menolak jika Andy ingin memperkenal kan nya dengan keluarga nya, meskipun Andy juga sering meyakin kan nya bahwa tidak akan terjadi apa - apa.


Anita begitu larut dengan pikiran nya hingga tanpa disadari dia sudah ada di depan rumah nya.


" Sayang ... sudah sampai. " Ucap Andy.


Membuat Anita tersentak dan membuyarkan lamunan nya.


" Oh iya, maaf. " Ucap Anita sambil turun dari motor Andy.


" Kamu ngelamunin apa sayang ? Sudah lah ... Jangan berpikiran macam - macam. " Ucap Andy menenang kan sambil mengacak - acak rambut Anita.


Anita pun mencoba melupakan apa yang baru saja dipikir kan nya kemudian mengembang kan senyum manis nya, membuat Andy mencubit pipi nya karena gemas.


" Kau tidak menawariku untuk masuk ? " Tanya Andy.


" Kau pasti tidak akan mau kan ? " Anita balik bertanya.


" Tetap saja, sebagai tuan rumah yang baik kau harus menawariku masuk. " Protes Andy.


" Baik lah ... Kau mau masuk dulu ndy ? " Tanya Anita.


" Tidak, terimakasih. Aku langsung pulang saja. " Jawab Andy.


" Ha ha ha ha ... Kau ini ... Untuk apa juga aku menanyakan pertanyaan yang aku sudah tahu jawaban nya. Dasar ... Kurang kerjaan. " Ucap Anita sambil tertawa terbahak - bahak.


Andy membelai rambut Anita dengan lembut sedangkan tangan satu nya mengusap - usap pipi nya pelan, membuat Anita mematung seketika.


" Aku ingin kau selalu tertawa seperti ini, aku tidak ingin kau bersedih lagi. Kau bisa melakukan nya untuk ku ? " Tanya Andy.


Anita hanya tersenyum sambil mengangguk pelan, pertanda menyanggupi.

__ADS_1


__ADS_2