Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Sakit jantung ...


__ADS_3

" Tunggu ... tunggu ... Kak Arya ? Siapa itu Kak Arya ? " Tanya Andy dengan menekankan nama yang terdengar asing baginya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.


" Jangan salah paham Ndy, Arya itu anaknya sahabat Om. Kebetulan dia pengacara yang kompeten jadi Om meminta nya untuk menangani kasusmu. Arya dan Anita hanya teman masa kecil, tidak ada hubungan lebih, jadi kau jangan khawatir. " Ucap Hendra ingin menghilangkan keraguan Andy pada Anita.


" Kak Arya ? Teman masa kecil ku ? Kenapa aku ga inget ? " Batin Anita


" Iya sayang . Selama kamu ga sadar, Anita yang paling mengkhawatirkanmu. Dia menungguimu, mendoakan kesembuhanmu, dia juga yang mendonorkan darah untukmu. " Imbuh Merry.


" Ayo ... Sebaiknya kita menunggu diluar saja, pasti banyak yang mereka berdua ingin bicarakan. " Ucap Hendra sambil menggandeng tangan Rahmi berjalan keluar diikuti Merry dibelakang nya.


Kini hanya tinggal Andy dan Anita dikamar itu, Suasanapun hening sejenak.


" Jadi ... Apa dia tampan ? " Tanya Andy membuka obrolan.


" Siapa ? " Tanya Anita.


" Kak Arya. " Jawab Andy.


" Tampan. " Sahut Anita.


" Gantengan mana sama aku ? " Tanya Andy lagi.


" Kenapa memangnya ? Kamu ga percaya sama aku ? " Tanya Anita balik.


" Bukan begitu sayang, aku percaya kok. Hanya saja ... Kekasihku ini terlalu cantik dan menggemaskan. Aku takut selama aku tidak sadar, ada cowok yang coba rebut kamu dariku. " Sanggah Andy.


" Itu namanya kamu tidak mempercayaiku. Kalau kamu percaya, kamu tidak akan memiliki kekhawatiran seperti itu. " Bantah Anita.


" Memangnya tidak boleh aku menghawatirkan mu ? Aku mencintaimu, itu sebabnya aku cemburu jika ada orang lain yang mendekatimu. Itu karena aku takut kehilangan mu. Gadis yang sangat kucintai dan susah payah kudapatkan. Apa itu juga tidak boleh ? " Sambung Andy.


" Jadi kamu sedang cemburu ? Jadi begini ya, seorang Andy kalau sedang cemburu ? " Sahut Anita dengan ekspresi meledek.


" Heeyy ... Kau sedang meledek ku ya. Aku balas kau ya ... Awas kau ya .... " Ucap Andy sambil menggelitiki pinggang Anita.


" Ampun ... Ampun ... Aku menyerah ... " Pekik Anita sambil masih tertawa kegelian.


Andy pun menghentikan aksinya. Untuk sesaat Anita dan Andy terdiam bersamaan. Hanya mata mereka yang beradu, saling menatap dalam seolah ingin menyelami perasaan masing - masing.

__ADS_1


Sesaat kemudian, mereka pun saling berpelukan.


" I love you sayang ... " Ucap Andy sambil mengecup ujung kepala Anita.


" I love you too sayang ... " Balas Anita.


Mereka pun saling bercengkrama cukup lama untuk melepas kerinduan.


*****


Sore harinya setelah Andy dipindahkan keruang pemulihan ...


" Ndy ... Mama harus pulang dulu, ada sedikit masalah di butik yang mengharuskan mama turun tangan. Kamu ga apa - apa kan mama tinggal ? " Tanya Merry.


" Ga apa - apa mah, Mama pulang aja. Lagian kan ada Anita yang jagain Andy. " Jawab Andy.


" Ayah juga harus pulang dulu sayang, ada urusan kantor yang harus ayah selesaikan. " Ucap Hendra pada Anita.


" Iya Ayah, ga masalah. Sekalian Ayah ajak ibu pulang ya, lihat wajah ibu terlihat capek sekali. " Sahut Anita sambil memperhatikan sang Bunda.


" Ayolah Bu ... Ibu harus istirahat. Anita bisa kok jagain Andy sendiri. Lagian kan ada perawat juga yang bantuin. Ibu pulang ya ! " Bujuk Anita.


" Baiklah jika itu maumu nak, Ibu akan pulang. " Ucap Rahmi pasrah.


" Anita ... Mama titip Andy ya, kalau ada apa - apa langsung hubungi Mama saja. " Ucap Merry.


" Iya Mah, Mama jangan khawatir. " Sahut Anita.


Hendra, Rahmi dan Merry pun pulang bersamaan dengan mobil masing - masing setelah sebelumnya berpamitan dengan Anita dan Andy.


***


" Sayang ... Apa kau bisa membantuku mandi ? Badanku terasa lengket sekali dua hari ini tidak mandi. " Tanya Andy.


" Tapi kata Dokter lukamu tidak boleh kena air dulu biar cepat kering. Lagipula ... Kau kan baru saja sadar, apa sudah bisa berjalan ? Aku bersihin pake handuk basah aja ya ! " Protes Anita.


" Ya bisa lah, yang terluka kan perutku sayang bukan kakiku. " Sahut Andy.

__ADS_1


" Ya sudah, aku akan membantumu. Tapi bagian perut jangan dibasahi dulu, kau harus menurut apa kata dokter. " Pasrah Anita kemudian.


" Iya sayang ... " Jawab Andy sambil mengacak - acak rambut Anita.


Andy pun turun dari ranjang, Anita menggandengnya dengan satu tangan sedang tangan yang lain nya membawa tongkat infus Andy. Mereka masuk kedalam kamar mandi yang ada didalam ruangan itu.


Anita dengan hati - hati melepas baju Andy karena tidak ingin menyakiti tangan Andy yg sedang terpasang infus.


Jika biasanya saat Andy selesai latihan basket disekolah dan melepas kaosnya yang basah karena keringat, maka bisa dipastikan hampir seluruh siswi yang menonton berteriak histeris. Bahkan ada beberapa yang menghampiri dan berpura - pura menawari minuman hanya untuk melihat tubuh setengah telanjang Andy dari dekat. Kini tubuh setengah telanjang itu terpampang dengan jelas didepan Anita. Tubuh kekar atletis, lengan berotot dan perut sixpack yang lebih mirip dengan roti sobek.


Blush ... Pipi Anita memerah saat melihat pemandangan yang jarang dilihatnya itu tepat dihadapan nya.


" Itu perut apa roti sobek sih kotak - kotak gitu, jadi pingin makan. Tangan nya juga berotot banget kayak popaye, jadi pingin gelantungan disitu. Apalagi dadanya yang kekar itu. Jadi pingin rebahan sambil ngelus - elus dadanya. Isshh ... Kenapa otak ku jadi mesum begini. Sadar Anita, buang jauh - jauh pikiran jorokmu itu. " Setan diotak Anita dan Malaikat dihatinya saling berseteru.


" Anita ... Sayang ... Kenapa diam ? Kamu melamun ? " Suara Andy menyadarkan Anita.


" Apa ? Ah tidak ... Aku tidak ... Siapa yang melamun ! " Ucap Anita gelagapan.


" Aku kan cuma tanya, kenapa gelagapan begitu. Jangan - jangan ... Kamu tergoda olehku ya ? Atau ... Kamu berpikiran jorok setelah melihatku tanpa baju begini ya ? " Tuduh Andy yang sebenarnya hanya menggoda.


" Tidak ... Kenapa harus tergoda, ini bukan pertama kalinya aku melihatmu tanpa baju. Lagipula ... Siapa juga yang berpikiran jorok. Aku ini masih polos tahu. " Sanggah Anita.


" POLOS .... Terus yang waktu divilla kemarin tidur sambil meluk aku, ngendus - ngendus dan nyiumin tubuhku siapa dong ? " Goda Andy lagi.


" Siapa ? Kapan aku seperti itu ? Jangan ngarang cerita ya ! " Sanggah Anita yang sudah tak terkira lagi malunya saat mengingat kejadian itu.


" Sudah lah, aku keluar dulu ambil handuk dan baju ganti. " Sambung Anita yang langsung berlari keluar kamar mandi.


" Aduh ... Kenapa jantungku serasa mau lompat keluar ya. Apa jangan - jangan aku punya penyakit jantung ? " Tanya Anita dalam hati.


Anita pun membuka lemari disamping bad Andy dan mengambil baju ganti dan handuk bersih untuk Andy.


Saat sudah sampai didepan pintu kamar mandi ...


" Duh ... Belum apa - apa kok udah deg - deg an gini sih. Apa aku suruh dia mandi sendiri ya. Tapi mana bisa, tangan nya terpasang infus perut nya juga terluka. " Batin Anita.


" Sayang ... Ada apa ? Kenapa lama ? " Teriak Andy dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2