Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Kekhawatiran Andy dan teman - teman ...


__ADS_3

Pak tejo setengah berlari menuju toilet dan yang lain masih mengekor dibelakang nya


" Cepetan pak, Kasihan Anita. " Desak Andy yang tidak sabaran dibelakang pak Tejo.


" Iya ... iya ... ini juga sudah cepet. " Sahut pak Tejo sambil mempercepat langkah nya.


Sampai ditoilet pak tejo mencoba kunci satu persatu, padahal kunci itu sangat banyak. Apalagi rasa gugup nya membuat tangan pak Tejo sedikit bergetar dan memperlambat gerakan nya, membuat Amel yang khawatir sedikit kesal.


" Aduh pak ... bapak tahu gak sih kunci nya yang mana. Cepetan dong pak. " Gerutu Amel.


" Ya bapak mana hafal, lha wong kunci nya sama semua. " Sahut pak Tejo.


Andy yang khawatir menjadi tidak sabaran.


" Biar Andy yang coba pak. " Ucap Andy meminta kunci dari pak Tejo dan pak Tejo pun menyerahkan nya.


Setelah beberapa kali mencoba, pintu berhasil dibuka oleh Andy.


" Anita ..... " Teriak mereka serempak saat melihat kondisi Anita.


Hanya Adis dan Andy yang bisa masuk kedalam toilet, karena toilet itu begitu sempit.


" Anita ... Anita ... " Panggil Adis mencoba menyadarkan Anita sambil menepuk - nepuk pipi Anita.


" Kita harus segera membawa nya ke rumah sakit. " Ucap Andy.


" Hmm ... Pake mobil ku saja. Ada didepan sekolah. " Sahut Adis.


Andy mengangguk kemudian segera menggendong Anita ala bridal style dan berlarian keluar sekolah sedangkan yang lain nya mengekor dibelakang.


Mobil Adis sudah terparkir tepat didepan pintu gerbang sekolah.


Adis segera membuka kan pintu belakang mobil nya dan Andy menduduk kan Anita di dalam nya. Suara ribut membuat supir Adis terbangun dari tidur nya.


" Ada apa ini ... " Gumam nya kaget sekaligus bingung.


" Siapa yang mau ikut ... " Tawar Adis.


" Aku menyusul dibelakang saja dengan motor ku. " Sahut Andy.


" Kalo begitu, biar aku saja yang ikut. " Ucap Amel.


" Aku juga menyusul naik motor, biar nanti sekalian aku jemput tante Rahmi. " Timpal Sinta.


" Baik lah kalo begitu, kita bawa ke rumah sakit .. xx .. saja yang terdekat. " Pinta Andy yang diangguki oleh semua nya.

__ADS_1


Amel naik dan duduk di samping Anita. Dia menyandar kan kepala Anita dipundak nya dan memegangi tangan Anita agar tidak terjungkal.


Adis duduk didepan, disamping pak supir.


" Jalan mang, kita ke rumah sakit .. xx .. " Perintah Adis.


" Baik non ... " Sahut pak supir yang segera melajukan mobil nya.


Andy dan Sinta menuju parkiran dan menaiki motor masing - masing kemudian mengikuti mobil Adis dari belakang.


Bu Rahmi yang sedang menjaga toko nya beberapa kali melihat jam yang menempel di dinding.


" Kenapa jam segini Anita belum pulang. Apa ada kegiatan sekolah ya. Atau pergi sama nak Andy. Tapi ... biasanya juga selalu bilang atau minta ijin dulu. Semoga saja tidak terjadi apa - apa. " Batin bu Rahmi mengkhawatir kan sang putri.


Tak berapa lama sebuah motor matic berhenti tepat didepan toko, bu Rahmi memperhatikan dengan seksama.


Sang pengendara membuka helm kemudian mendekat dan menyapa.


" Assalaamu'alaikum tante ... " Sinta mengucapkan salam sambil mencium punggung tangan bu Rahmi.


" Wa'alaikum salam ... " Jawab bu Rahmi.


" Nak Sinta mau cari Anita ya. Tapi Anita nya belum pulang nak. Tante juga nungguin, biasa nya kalau kemana - mana slalu bilang dulu. Tante jadi khawatir. " Ucap bu Rahmi.


" Uummh ... Begini tante ...


" Astaghfirullahal'adziim ... Lalu bagaimana kondisi Anita sekarang nak ? " Tanya bu Rahmi kemudian.


" Teman - teman baru membawa nya ke rumah sakit tante, Jadi Sinta belum tau keadaan nya. Jika tante berkenan kita bisa kesana sama - sama. " Ajak Sinta.


" Tentu ... Tentu nak Sinta, Terima kasih sekali. Tante tutup toko dan siap - siap dulu ya. " Sahut bu Rahmi.


" Biar Sinta yang bantu tutup toko, Tante siap - siap saja. " Pinta Sinta.


" Baiklah nak, terimakasih. " Ucap bu Rahmi.


Sinta pun menutup toko, sedangkan bu Rahmi bersiap - siap. Mereka pun kemudian berangkat menuju rumah sakit.


Andy sudah sampai dirumah sakit terlebih dahulu karena motor sport nya melaju dengan sangat cepat.


Tak lama kemudian mobil Adis datang. Andy segera membuka pintu dan menggendong Anita kembali masuk ke UGD.


Dokter segera memeriksa Anita sedangkan Andy, Amel dan Adis menunggu diluar.


Dokter keluar, Andy dan yang lain langsung mendekat.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan Anita dokter ? " Tanya Andy.


" Pasien hanya kelelahan, tapi suhu lembab dan udara yang minim juga membuat nya sesak nafas. Untung kalian tidak terlambat membawanya kesini. Pasien harus menginap setidak nya sampai besok. " Ucap sang dokter.


" Baik dokter ... Apa kami boleh melihat nya ? " Tanya Andy lagi.


" Tentu saja, tapi jangan rame karena pasien butuh istirahat. " Jawab sang dokter.


" Baik dokter, terima kasih. " Ucap Andy.


Anita masih tergolek lemah, selang infus terpasang dipunggung tangan nya dan selang oksigen terpasang dihidung nya. Mata nya juga masih terpejam.


Andy meraih tangan Anita dan menggenggam nya. Anita terbangun saat merasakan nya, meskipun Andy melakukan nya dengan sangat pelan.


" Kau sudah bangun sayang ? " Tanya Andy saat Anita membuka matanya. Anita hanya menjawab dengan anggukan.


" Bagaimana keadaanmu Anita, kami mengkhawatirkan mu. " Tanya Adis.


" Aku hanya sedikit pusing dan sesak nafas. Terimakasih teman - teman sudah menolong dan maaf sudah membuat kalian khawatir. " Jawab Anita.


" Apa - apa an kau ini ... Kita kan sahabat, sudah seharus nya seperti itu. " Sahut Adis.


" Sebener nya siapa sih nit yang udah ngunciin kamu, biar kami kasih pelajaran tuh orang. " Tanya Amel.


" Aku juga ga tahu. Saat selesai buang air kecil dan mau keluar tiba - tiba pintu nya tidak bisa dibuka. Padahal toilet sedang sepi waktu itu. " Terang Anita.


" Sudah lah, tidak usah dipikirkan. Aku yang akan mengurus nya. Yang penting sekarang, kau harus sembuh dulu. " Ucap Andy sambil mengusap - usap kening Anita.


Bu Rahmi dan Sinta tiba kemudian masuk ke ruang Anita. Tak berapa lama Adis, Amel dan Sinta pamit pulang.


" Tante ... Anita ... Kami pamit pulang dulu ya, semoga lekas sembuh. " Pamit Adis mewakili teman - teman nya.


" Iya nak Adis, nak Amel dan nak Sinta. Tante mengucapkan terima kasih atas bantuan kalian, maaf sudah merepot kan. " Jawab bu Rahmi.


" Sama - sama tante, tidak masalah. " Ucap Adis lagi, Amel dan Sinta hanya ikut mengangguk.


" Makasih ya guys ... " Ucap Anita sambil membentang kan kedua tangan nya. Andi pun mengerti kemudian berdiri agak kepojok.


Anita pun ber pelukan dengan ketiga teman nya secara bergantian.


Adis, Amel dan Sinta pun kemudian beranjak pergi.


" Silahkan duduk bu ... " Ucap Andy.


Bu Rahmi pun duduk dan Andy beralih ke sisi ranjang Anita yang lain.

__ADS_1


" Sebenar nya siapa yang melakukan ini pada Anita nak Andy ? " Tanya bu Rahmi.


" Andy juga tidak tahu bu, tapi jangan khawatir. Andy akan menyelidikinya. Orang seperti itu harus mendapatkan hukuman yang setimpal. " Jawab Andy.


__ADS_2