
" Sayang ... Ini bajumu. " Ucap Andy sambil mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali.
Anita membuka sedikit puntu kamar mandi dan mengeluarkan tangannya untuk meraih baju yang disodorkan Andy sambil sedikit mengintip.
Anita meraih bajunya dan menutup kembali pintu kamar mandi.
Kaki Andy sudah merasa pegal karena berdiri, dia tidak bisa duduk disofa karena celananya masih basah. Sudah 15 menit Andy menunggu namun Anita tak kunjung keluar, padahal dia sudah selesai mandi saat Andy memberikannya baju tadi.
" Kenapa lama sekali hanya untuk berganti baju. " Batin Andy.
" Sayang ... Kenapa lama sekali ? Apa kau baik - baik saja ? " Teriak Andy dari luar kamar mandi karena khawatir.
" Aduh ... Bagaimana ini. Masak iya, aku keluar seperti ini. " Batin Anita yang sedari tadi hanya berdiri didepan kaca.
" Sayang ... Kau kenapa ? Aku masuk ya ? " Teriak Andy lagi karena Anita tidak menyaut.
" Tidak tidak, jangan ... Aku akan keluar. " Teriak Anita kemudian.
Pintu kamar mandi terbuka, Anita keluar dengan kepala menunduk dan kedua tangan bersedekap didepan dada.
" Kau kenapa sayang ? Apa kau sakit ? Atau kedinginan ? " Tanya Andy khawatir.
" Tidak ... Tidak ... Aku hanya ... " Anita menghentikan ucapannya.
Andy menunggu Anita melanjutkan ucapannya namun Anita hanya diam saja.
" Hanya ..... !?! " Pancing Andy agar Anita menyelesaikan kalimatnya.
" Aku ... Itu ... Dalamanku basah semua, jadi ... tidak kupakai. " Ucap Anita.
" Dalaman ... ? " Ulang Andy sambil berpikir.
Andy terlihat bingung karena kata " dalaman " terasa asing ditelinganya.
" Maksudku underwear, seperti itu saja masak harus dijelaskan. " Timpal Anita antara malu dan jengkel karena sang kekasih tidak faham maksudnya.
" Ha ha ha ha ha ... " Andy terkikik mendengar ucapan Anita.
" Kenapa malah tertawa ? Jahat banget. " Cebik Anita.
" Maaf sayang, aku hanya geli saja mendengar istilahmu. Apa mau pakai punya kak Anna ? Sepertinya ukuran kalian tidak jauh beda. " Tanya Andy sambil memperhatikan bagian dada dan pinggang Anita.
" Ngga ... Ngga usah, aku malu. Apa kamu bisa meminjamkan sesuatu punyamu ? " Tanya Anita balik.
__ADS_1
" Sesuatu punyaku ... !?! Maksudmu ... ? " Andy menggantung kalimat nya dan melihat kearah bawah perutnya, lalu bergantian memandang Anita.
Anita yang mengerti arah pembicaraan Andy pun seketika memukul lengan Andy dengan kencang.
" Aduuuhh ... Sakit sayang. " Teriak Andy mengaduh sambil mengusap - usap lengannya.
" Siapa suruh pikiranmu mesum terus. Memangnya punyamu hanya itu saja ? " Tanya Anita geram.
" Punyaku memang hanya ini saja sayang, satu - satu nya benda berharga milikku yang selalu kujaga sebaik - baiknya untuk kuberikan padamu nanti. Tapi ... Kalau kau memintanya sekarang, dengan senang hati akan kuberikan. " Ucap Andy sambil terkekeh, menjahili Anita sudah menjadi hobby barunya akhir - akhir ini.
" Dasar ... Otak mesum, pikirannya ga jauh - jauh dari itu melulu. " Cebik Anita.
" Itu ? Itu apa maksudnya ? Ohh maksudmu ... " Andy menggantung kalimatnya.
" Andyyyyyy ..... " Teriak Anita memekakkan telinga.
" Oke oke, maaf sayang aku hanya bercanda. Jadi jelaskan dengan benar, yang kau maksud sesuatu punyaku itu apa ? " Tanya Andy.
" Maksudku itu semacam jaket, sweater, cardigan atau apalah yang bisa menutupi bagian dadaku. " Terang Anita.
" Oo ... Itu, bilang dong dari tadi. " Sahut Andy.
Andy berjalan kearah lemari pakaiannya, lalu mengambil salah satu hoodie nya dan menyerahkannya pada Anita.
" Kenapa tidak dari tadi saja aku meminjam ini, malah membuat Andy menunggu lama. " Batin Anita sambil memakainya.
" Tidak masalah sayang. " Sahut Andy sambil mencubit pelan pipi Anita.
Andy berjalan masuk kekamar mandi sedangkan Anita berbaring dikasur, tubuhnya terasa pegal semua dan ingin berbaring sebentar.
Pintu kamar mandi tiba - tiba terbuka kembali membuat Anita ikut mengarahkan pandangan nya kesana.
" Kau mau sekalian pakai celana dalamku sayang, aku akan mengambilkan nya ? " Tanya Andy yang tiba - tiba nongol dari balik pintu kamar mandi.
Tanpa menyaut Anita langsung saja melemparkan bantal kearah Andy hingga membuat Andy dengan segera menutup pintu kembali.
Suara tawa Andy terdengar dari dalam kamar mandi.
Anita bangkit kembali, mengambil bantal dilantai yg tadi dilemparnya lalu kembali berbaring diranjang.
Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi yang berarti Andy sudah mulai mandi.
Anita memejamkan matanya karena tiba - tiba saja rasa kantuk menderanya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Andy keluar dari kamar mandi dengan bagian pinggangnya terlilit handuk.
Andy melihat Anita tertidur diranjang lalu mendekatinya.
" Dia tidur beneran ? Cepat sekali tidurnya ? " Batin Andy.
Andy lalu berjalan menuju almari dan berganti baju dengan celana panjang dan kaos pendek berkerah, lalu mengenakan arlojinya kembali dan memakai parfum favoritnya.
Andy mengeringkan rambutnya sebentar lalu mengacak - acaknya sedikit dengan tangan dan berjalan kembali kearah ranjang duduk disamping Anita. Andy melihat arlojinya yang menunjukkan pukul 14.40 siang.
" Rambutnya saja masih basah begini belum dikeringkan, sudah tidur aja. Dia pasti kecapekan sekali karena perjalanan jauh dan bermain dipantai. Ya sudahlah, aku juga ikut tidur sebentar deh. Masih jam segini juga. " Batin Andy sambil mengusap kening Anita.
Andy lalu berbaring disamping Anita, menyibakkan rambutnya yang basah keatas lalu menelusupkan lengannya dibawah kepala Anita dan tidur dengan memeluk Anita.
Anita mengerjap - ngerjapkan matanya sebelum pandangan nya terbuka dengan sempurna.
Anita mendapati dirinya sedang tidur sambil berpelukan dengan Andy.
" Pantas saja rasanya nyaman sekali. " Batin Anita sambil mengeratkan pelukannya.
Kehangatan tubuh Andy dan aroma khas tubuhnya yang maskulin memang selalu memberinya ketenangan dan kenyamanan.
" Oiya, jam berapa ini. Aku kan harus pulang. " Batin Anita saat tiba - tiba teringat pesan dari ibunya untuk tidak pulang terlalu malam.
Anita melihat arlojinya yang menunjukkan pukul 16.25 sore.
" Sayang ... Bangun ... Sudah sore, kita harus pulang. " Ucap Anita sambil menggoyang - goyangkan pundak Andy.
Namun Andy sama sekali tidak merespon.
" Sayang ... Ayo bangun ! " Panggil Anita lagi sambil membelai lembut pipi Andy.
Andy hanya menggeliat sebentar lalu diam lagi.
" Kenapa susah sekali dibangunkan. " Gumam Anita.
Anita menatap lekat wajah Andy.
" Bahkan dengan muka bantalnya sekalipun masih terlihat sangat tampan. Ahh ... Bikin malas bangun saja. " Batin Anita.
Anita menelusupkan wajahnya di dada Andy, menghirup dalam - dalam bau tubuh Andy. Bau sabun mandi yang segar masih menyeruak tercium oleh hidung Anita, ditambah dengan aroma parfum Andy semakin terasa menyegarkan hingga membuat Anita menggesek - gesek kan hidungnya ke dada Andy.
Andy yang merasa kegelian malah semakin mengeratkan pelukannya, membuat Anita kesusahan bernafas. Anita memukul - mukul punggung Andy berharap Andy melepaskan pelukannya. Namun pukulan Anita sama sekali tidak membuat Andy beringsut.
__ADS_1
Anitapun akhirnya menggigit dada Andy hingga membuat Andy berteriak sekaligus melepaskan pelukannya.
" Aduuuhhh ... Sakit sekali sayang. Kenapa kau menggigitku ? Aku tau kau merasa gemas padaku, tapi kan ga harus gigit juga sayang. Sakiit ... " Ucap Andy yang lagi - lagi membuat Anita memukul lengannya.