
" Apa kau bahagia bisa bertemu dengan ayah mu sayang ? " Tanya Andy sambil memandang ke arah Hendra.
" Hheemm ... Awal nya aku bingung dengan perasaan ku. Aku membenci nya, tapi juga merindukan nya. Aku sedih, tapi juga bahagia. Tapi ... Setelah mendengar kan penjelasan ayah, aku bisa mengerti posisi nya. Dan sekarang ... Aku bersyukur dan bahagia sekali bisa berkumpul dengan ayah lagi. Tapi ... Aku tidak tahu reaksi ibu nanti bagaimana. Aku takut ibu akan membenci ayah dan menjauh kan ku dari nya. " Jawab Anita.
" Itu tidak akan terjadi sayang. Mungkin ibu mu akan sulit untuk memaaf kan ayah mu. Karena bagaimana pun, beliau adalah korban dan sudah banyak mengalami penderitaan selama ini. Tapi aku yakin bahwa beliau tidak akan menjauh kan mu dari om Hendra. Ibu mu wanita yang bijaksana, berhati lembut dan tegar, aku kagum pada beliau. " Ucap Andy.
" Kau benar, terima kasih sudah membuat ku tenang. " Sahut Anita sambil tersenyum.
" Kenapa senyum mu manis sekali, haah ... rasa nya pingin cepat - cepat menghalal kan mu sayang. " Ucap Andy sambil mendesah.
" Kau ini ... Jangan berpikiran aneh - aneh. Kita ini masih pelajar, udah mikirin nikah aja. Pikirin pelajaran. " Gerutu Anita.
" Ini semua salah mu sayang. " Protes Andy.
" Kenapa ? Apa salah ku ? " Tanya Anita.
" Iya, ini semua salah mu. Kau selalu ada dipikiran ku. Memori ku penuh dengan dirimu hingga tidak bisa konsentrasi belajar. " Gerutu Andy.
" Idih ... Apaan sih. Gombal banget tahu. " Cebik Anita dengan pipi semerah tomat.
" Ha ha ha ... tapi suka kan ? " Goda Andy.
" Hooaamm ..... Aku ngantuk banget sayang, semalam kurang tidur. " Ucap Andy sambil menguap dan menyandar kan kepala nya di pundak Anita.
" Kenapa ? Apa karena tidak nyaman tidur di sofa ? Jadi karena itu juga kau pindah ke ranjang bersama ku ? " Tanya Anita.
" Aku pindah keranjang bukan karena tidak nyaman, tapi karena ingin tidur di dekat mu sambil memandang wajah mu. Kapan lagi ada kesempatan seperti ini. Tapi ... Karena perbuatan mu aku jadi tidak bisa tidur. " Ucap Andy.
" Perbuatan ku ? Memang apa yang ku lakukan ? Seingat ku semalam aku tidak melakukan apa - apa dan seperti nya tidur ku juga nyenyak sekali. " Sahut Anita.
" Kau tidak ingat ? Semalam kau membenam kan wajah mu di dada ku, kau memeluk ku eraat sekali. Kau juga menciumi dadaku terus menerus. " Terang Andy.
__ADS_1
" Apa ? Yang benar ? Jadi yang ku peluk semalam kamu ya, kupikir aku sedang memeluk guling. he he ... " Ucap Anita sambil terkekeh.
" Bisa - bisa nya kau tidur se nyenyak itu, padahal jantung ku dag dig dug tak karuan. Kau bahkan membangun kan adik kecil ku hingga membuat ku terjaga semalaman. " Protes Andy.
" Adik kecil ... ?? " Anita terlihat berpikir keras.
" Maksud mu Dion ? Jadi semalam Dion bangun dan melihat kita tidur seranjang sambil berpelukan ? Aduh ... Bagaimana ini. Dia pasti berpikir macam - macam tentang kita. Kalau dia cerita pada ayah bagaimana ? " Anita terlihat gelisah dan kebingungan.
" Ha ha ha ha .... Kau ini, manis sekali sih. " Ucap Andy sambil tertawa dan mencubit hidung Anita.
" Auww ... Sakit tahu. " Cebik Anita sambil mengusap hidung nya.
" Yang ku maksud adik kecil bukan Dion sayang. " Ucap Andy.
" Bukan Dion, lalu siapa ? " Tanya Anita.
" Bukan siapa, tapi apa. Yang ku maksud adik kecil itu tongkat ku, pedang ku, sosis ku, atau apalah itu. " Terang Andy yang semakin membuat Anita bingung.
" Hhaaa ..... " Anita melongo sambil menggaruk - garuk kepala nya yang sebenar nya tidak gatal.
" Kenapa kau main teka teki dengan ku ? Bikin pusing saja. " Gerutu Anita.
" Ha ha ha ..... Sudah lah sayang, jangan dipikir kan lagi. " Ucap Andy sambil mengusap - usap kepala Anita.
Andy kemudian bangun, disambar nya jaket nya yang tersampir di sandaran sofa lalu memakai nya. Setelah itu Andy duduk disofa dan memakai sepatu nya kembali, lalu memakai ransel nya yang tergeletak diatas meja dan berjalan menghampiri Anita.
" Aku pulang dulu sayang, nanti sore aku akan kesini lagi. Kalau ada apa - apa hubungi aku. " Ucap Andy berpamitan.
" Baik lah, hati - hati dijalan. " Pesan Anita pada Andy.
Andy pun mengangguk dan mengecup kening Anita kemudian pergi.
__ADS_1
" Apa ya yang di maksud Andy tadi, jadi penasaran. Bukan siapa tapi apa. Terus kalau yang di maksud tadi tongkat, pedang dan sosis, bagaimana itu semua bisa bangun ? Lalu ... kenapa semua benda itu membuat nya terjaga ? Apa aku tidur sambil berjalan lalu memukuli nya dengan tongkat ? Ah tidak ... tidak ... tidak mungkin seperti itu. Haahh .... Sudah lah, untuk apa juga aku memikir kan nya, bikin pusing saja. " Gerutu Anita.
Jam 4 tepat terdengar suara adzan subuh dari masjid depan rumah sakit. Anita mencoba bangun untuk minum sekaligus membangunkan ayah nya, namun dia kesulitan untuk berdiri dengan kedua lutut nya yang terluka.
P R A A N G ....
Anita pun terjatuh. Suara tongkat infus yang terjatuh dan membentur lantai mengaget kan Hendra hingga terbangun.
Hendra terkejut saat pandangan nya tidak mendapati Anita di atas ranjang. Hendra pun segera berlari mendekat ke arah ranjang dan mendapati Anita terduduk di lantai.
" Ya tuhan ... Kau mau apa sayang ? Kenapa tidak membangun kan ayah ? " Ucap Hendra setengah teriak.
Hendra mengambil botol infus Anita dan meminta Anita memegang nya, kemudian menggendong Anita dan menduduk kan nya di ranjang. Setelah itu Hendra meraih tongkat infus Anita dan meletak kan nya ditempat semula beserta botol infus tadi.
" Maaf ayah , Anita hanya ingin minum dan membangun kan ayah tapi malah jadi begini. " Ucap Anita.
" Kau kan bisa berteriak untuk membangun kan ayah sayang, tidak perlu turun dari ranjang. " Sahut Hendra.
" Tapi itu kan tidak sopan ayah. " Ucap Anita.
" Tidak masalah sayang, karena kondisi mu begini jadi bisa di maklumi. Ini ... minum lah. " Ucap Hendra sambil menyodor kan botol minuman.
Anita meraih botol itu dan meminum nya.
" Terima kasih ayah. " Ucap Anita sambil menyerah kan kembali botol minum pada sang ayah yang menjawab nya dengan anggukan.
" Lho ... Andy kemana, bukan nya semalam dia tidur di sofa ? " Tanya Hendra pada Anita.
" Andy sudah pulang 15 menit yang lalu ayah. Karena ayah masih tidur jadi tidak berpamitan. " Jawab Anita.
" Oo ... Ya sudah. Kamu mau sesuatu lagi sayang, atau mau ke kamar mandi mungkin ? " Tanya Hendra lagi.
__ADS_1
" Tidak ayah, terima kasih. " Jawab Anita.
" Baik lah kalau begitu, ayah tinggal ke kamar mandi dulu. " Ucap Hendra yang diangguki Anita.