
" Begitu ya ... Hebat ya papa sama mama mu, aku salut sama mereke. Oya, jadi kamu dan cewek itu beneran hanya teman saja ? " Tanya Anita.
" Kami memang hanya berteman. Kami juga udah lama ga ketemu. Dia kesini hanya untuk liburan saja selama satu minggu dan sekarang sudah hari ketiganya. Oya, dulu semasa di Jerman dia selalu ngejar - ngejar aku. Dia bilang kalau sudah dewasa nanti mau jadi istriku. Aku pikir dia sudah berubah, ga tahu nya masih kayak gitu juga. " Jawab Andy.
" Jadi sampai sekarang dia masih ngejar - ngejar kamu ? Pantas saja gayanya centil banget. " Cebik Anita kesal.
" Tapi jangan khawatir sayang, aku tidak pernah menanggapinya kok. Aku juga tidak punya perasaan sama sekali pada nya. " Terang Andy.
" Yang benar ? Mbak Cindy bilang tadi si uler keket itu glendotan terus sama kamu. Memang kamu ga bilang sama dia ya kalau kamu udah punya pacar ? Apa kamu malu punya pacar kayak aku ? " Tanya Anita.
" Ha ha ha ha ha ..... Sejak kapan Cathy ganti nama jadi uler keket ? " Andy tertawa mendengar panggilan Anita untuk Cathy.
" Habis apa coba yang gatel dan suka nempel - nempel kalo bukan uler keket, lagian mirip juga sama nama nya. " Terang Anita.
" Begitu ya, terserah kamu deh. " Sahut Andy saat tawanya sudah berhenti.
" Kamu kan belum jawab pertanyaanku yang tadi. " Cebik Anita.
" Aku sama sekali ga malu sayang, kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu ? Justru aku bangga dan merasa beruntung punya kekasih seperti mu. Kamu cantik, pintar, baik, pengertian, penyayang, sholehah. Sempurna banget untuk ku. " Jawab Andy.
" Dasar gombal ... " Cebik Anita sambil mencubit pinggang Andy.
" Aku serius sayang. Atau kamu mau aku kenalin ke dia ? " Tanya Andy.
" Ga ah, ga mau. " Jawab Anita.
" Kenapa ? kan biar kamu ga salah paham lagi. " Ucap Andy.
" Aku udah ga salah paham lagi kok, kamu kan udah jelasin tadi dan aku percaya sama kamu. " Sahut Anita.
" Terima kasih sayang. Kamu memang pengertian. Sebenarnya kalo ga disuruh mama nemenin dia jalan - jalan, aku juga males banget jalan sama dia. Ribet. Tadi aja muter - muter mall sampe berjam - jam. Mana belanjaan nya banyak banget lagi. Capek banget aku. " Keluh Andy.
" Sabar ya. Namanya juga cewek, suka khilaf kalo lagi shopping sampe ga inget waktu. " Ucap Anita sambil mengusap bahu Andy.
" Tapi kalo jalan sama kamu juga ga gitu - gitu amat. Haahh ... Jadi pingin jalan bareng kamu lagi sayang. Kita jalan - jalan yuk, kan udah lama kita ga jalan bareng. " Ucap Andy sambil memeluk Anita.
__ADS_1
" Terus si uler keket mau dikemanain. Masak disuruh pulang sendiri. " Sahut Anita.
" Oh iya, sampai lupa. Aku kan udah ninggalin dia lama, ntar bikin rusuh lagi tuh cewek. Aku balik dulu ya sayang. Besok bisa bisa jalan bareng kan ? Kan kan kan hmm ... ? " Tanya Andy dengan wajah imut nya.
" Insya Allah bisa, ntar aku ijin ayah ibu dulu deh. " Jawab Anita sambil tersenyum.
" Oke, ntar malen aku telpon ya. " Ucap Andy yang diangguki Anita.
" Auw auw ... Aduh perih sekali. " Pekik Andy tiba - tiba sambil mengucek mata nya.
" Kenapa ? Ada apa dengan matamu ? Sakit ? " Tanya Anita.
" Sepertinya kemasukan hewan kecil sayang, aduh pedih sekali. " Jawab Andy masih sambil mengucek matanya.
" Jangan dikucek terus, nanti bisa merah dan iritasi. Coba buka matamu biar aku lihat. " Pinta Anita.
Andy pun pelan - pelan membuka matanya.
" Mana ? Ga ada apa - apa. " Ucap Anita sambil meneliti mata Andy.
Anita pun menggeser duduk nya hingga tubuh nya tak berjarak dengan Andy. Anita yang hendak mengamati mata Andy pun mendekatkan wajah nya ke wajah Andy hingga hanya berjarak beberapa centi saja. Dan tiba - tiba ...
Cup ....
Andy mengecup bibir Anita agak lama, lalu melepaskan nya saat Anita kehabisan nafas.
Anita pun tersengal - sengal dengan wajah yang memerah.
" Dasar ... Bilang saja kalau minta cium, pake ngerjain segala. " Cebik Anita sambil mencubit pinggang Andy.
" Ha ha ha ... Biar seru sayang. Ya sudah, aku pergi ya. Asaalamu'alaikum. " Pamit Andy.
" Wa'alaikum salam. Jawab Anita.
Andy pun keluar dari ruangan Anita, berhenti di kasir dan membayar tagihan nya. Lalu berjalan kearah meja nya dimana Cathy sedari tadi sudah menunggunya.
__ADS_1
" Where have you been ? I have called you many times but you are not answer my call. Why you leave me alone ? I have been looking for you. ( Kau dari mana saja ? Aku sudah menghubungimu berkali - kali tapi kau tidak menjawabnya. Kenapa kau meninggalkanku sendirian ? Aku mencarimu sedari tadi. ) " Cerocos Cathy yang kesal karena Andy terlalu lama meninggalkan nya.
" Okay ... okay ... I am sorry. " Ucap Andy sambil mengatupkan kedua tangan nya.
Cathy baru mau menjawab namun Andy mendahuluinya.
" Sudah selesai kan makan nya, ayo pulang. " Ucap Andy yang langsung menyambar tas nya diatas meja dan berjalan menuju pintu keluar.
Cathy pun segera berdiri dan menyusul nya.
*****
Selesai makan malam Andy langsung naik ke kamar nya dan mengobrol dengan Anita via telpon. Sedangkan Merry dan Cathy mengobrol diruang tengah.
Selama berlibur di Indonesia Cathy memang menginap di kediaman Wiratmaja.
Sebenarnya orangtua Cathy tidak mengijinkan Cathy peegi ke Indonesia seorang diri, namun karena Cathy memaksa merekapun akhirnya mengijinkan nya dan menitipkan nya pada Merry.
" Aunty ... I need your help, would you help me please ... ( Tante ... Aku butuh bantuanmu, bisakah tante membantuku kumohon ... ) " Pinta Cathy.
" What kind of help ? ( Bantuan seperti apa ? ). " Tanya Merry.
" Apa tante bisa membujuk Andy agar mau mengantarku jalan - jalan besok ? Aku ingin sekali mendatangi tempat - tempat indah dikota ini tante. " Pinta Cathy.
" I am sorry, I can not help you this time. " Jawab Merry sambil mengganti channel TV.
" Kemarin saja seharian dia uring - uringan karena kupaksa mengantar Cathy jalan - jalan. Kalau sekarang kupaksa lagi, bisa ngambek tujuh hari tujuh malam Andy. " Pikir Merry.
" But why Aunty ? Bukan nya mommy sudah menitipkan Cathy sama Aunty ? " Protes Cathy.
" Mommy mu hanya meminta tante untuk menjagamu selama di indonesia dan bukan nya menuruti semua kemauanmu ataupun mengantar mu kemanapun kamu mau pergi. I will find a tour guide for you. " Ucap Merry.
" Tapi Cathy maunya Andy yang temenin rante. " Ucap Cathy.
" Kalau begitu bujuk Andy sendiri. Tapi ingat, jangan melibatkan tante ataupun bawa - bawa nama tante. Tante tinggal kekamar. " Pamit Merry yang langsung beranjak menuju kamar nya.
__ADS_1
Dari dulu Merry memang tidak begitu menyukai Cathy karena dia manja dan suka seenaknya sendiri.