Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Kisah Cinta Hendra ...


__ADS_3

Hendra yang mula nya cuek mulai berani dan terbiasa menunjuk kan perhatian nya. Tiap istirihat mereka menyempat kan untuk makan siang bersama. Sesekali Rahmi juga terkadang membawa bekal untuk nya dan untuk Hendra.


Tiap berangkat ke kantor Hendra menjemput nya dengan motor nya, begitu pun saat pulang Hendra selalu mengantar nya.


Benih - benih cinta pun mulai tumbuh dihati Rahmi. Kehadiran Hendra bahkan sudah membuat nya melupakan Ferdy sama sekali.


Sikap Hendra yang cuek dan tidak banyak bicara membuat teman - teman wanita ditempat nya bekerja menjadi penasaran padanya, beberapa diantara mereka pun bahkan mencoba mendekati Hendra. Ada yang memberikan hadiah, ada yang membawakan bekal makan siang bahkan ada juga yang terang - terang an mengajak nya berkencan.


Meskipun Hendra selalu menolak mereka, tetap saja hal itu membuat Rahmi cemburu. Apalagi seorang gadis yang bernama Silvi, teman satu divisi Hendra. Dia selalu mencari - cari kesempatan untuk bersama Hendra. Dia juga terkesan genit sekali karena selalu menempel pada Hendra dan sering menggandeng tangan Hendra di depan umum, meski Hendra sudah berkali - kali menepis nya karena risih.


Meski cemburu, tapi Rahmi tidak berbuat apa - apa karena meski sangat dekat dengan Hendra tapi status mereka hanyalah berteman.


Ingin sekali Rahmi mengatakan pada Hendra bahwa dia sudah melupakan Ferdy dan siap untuk memulai hubungan baru dengan Hendra. Tapi dia terlalu malu untuk memulai nya, karena bagaimana pun dia adalah seorang wanita. Rahmi pun hanya bisa menunggu Hendra mengatakan nya terlebih dulu.


Hendra mengirim pesan pada Rahmi, mengatakan bahwa dia tidak bisa makan siang bersama karena ada pekerjaan yang masih harus diselesai kan nya.


Rahmi pun ke kantin bersama teman sekantor nya. Dan saat sudah selesai, Rahmi sengaja membungkus makanan lagi dan berencana untuk mampir ke ruangan Hendra untuk mengantar nya.


Rahmi terkejut mendapati Hendra dan Silvi berduaan di ruangan sambil tertawa, Silvi bahkan memegang lengan Hendra dan bergelayut manja disana. Ruangan yang dikelilingi kaca itu membuat Rahmi dengan mudah menyaksikan adegan tersebut.


Rahmi kembali ke ruangan nya dan membuang makanan yang tadi dibeli nya ke tempat sampah.


Saat jam pulang, Rahmi yang biasa nya menunggu Hendra memutus kan untuk pulang lebih dulu dan mengirim pesan saat sudah di jalan.

__ADS_1


Saat berangkat kerja pun dia berangkat lebih awal dan mengirim pesan saat sudah dalam bis.


Begitu pun saat jam istirahat, dia selalu pergi makan diluar bersama teman nya dan bukan nya ke kantin seperti biasa.


Rahmi merasa hancur sekali. Setelah Hendra memberinya harapan dengan pernyataan cinta nya. Setelah semua waktu dan perhatian yang Hendra berikan hingga bisa membuat nya berdamai dengan masa lalu. Dan setelah perasaan nya terhadap Hendra semakin dalam, Hendra menghianati nya. Hati nya sakit, sangat sakit.


Sudah lima hari sejak kejadian itu, Rahmi selalu menghindari Hendra. Telpon dari Hendra tidak pernah diangkat dan pesan - pesan nya pun, hanya dibalas seperlu nya. Hal itu membuat Hendra bingung dan sedih. Dia berpikir mungkin Rahmi sudah mendapat kan kekasih, jadi pelan - pelan menghindari nya.


Saat jam pulang kantor, Hendra duduk di jog motor nya dan menunggu Rahmi di depan pabrik. Dia sengaja menyelesaikan pekerjaan nya lebih cepat agar tidak terlambat pulang dan keduluan Rahmi.


Rahmi keluar dari pabrik dan mendapati Hendra sudah didepan dengan motor nya. Rahmi pura - pura tidak melihat dan berjalan lurus. Hendra menyadari nya kemudian menyalakan motor nya dan menyusul Rahmi.


" Naik lah ... " Ucap Hendra saat posisinya sudah sejajar dengan Rahmi.


" Tidak usah, terima kasih. Aku naik bis saja. " Tolak Rahmi.


" Baik lah ... Seperti nya kita memang harus bicara. " Ucap Rahmi setelah berpikir sejenak.


Hendra melepaskan tangan Rahmi sambil tersenyum kepada nya, kemudian menyerah kan helm pada Rahmi. Rahmi memakai nya, lau naik ke motor Hendra.


Perjalanan terasa lama karena mereka berdua hanya diam saja, tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali. Padahal baik dalam hati Hendra maupun Rahmi sama - sama saling merindukan.


Rahmi menatap punggung kekar Hendra. Ingin rasa nya menyandar kan kepalanya di punggung itu dan melingkar kan tangan nya di perut Hendra. Lagi - lagi dia urungkan kala terbayang kejadian beberapa hari lalu.

__ADS_1


Hendra berhenti dan memarkir kan motor nya. Mereka pun turun dari motor. Hendra berjalan memasuki area seperti taman, Rahmi mengikuti dibelakang nya.


" Duduk lah ... Aku tinggal sebentar. " Ucap Hendra yang kemudian berlalu pergi.


Rahmi duduk di sebuah bangku yang menghadap ke danau. Disamping nya bertengger sebuah pohon besar yang meneduh kan.


Rahmi memperhatikan sekitar nya, ada beberapa muda - mudi yang juga sedang duduk dibangku yang lain sambil mengobrol. Ada juga beberapa pasang orang tua yang bermain dengan anak - anak nya di pinggir danau. Ada juga beberapa angsa yang sedang berenang di danau.


Rahmi menarik nafas dalam - dalam kemudian melepas nya. Sungguh suasana danau ini membuat hati nya terasa tenang dan sejuk. Udara nya juga segar. Apalagi di sore hari seperti ini, angin bertiup sepoi - sepoi membuat nya ingin sekali bersandar dan memejam kan mata. Kegundahan yang dirasakan nya pun sejenak terlupakan.


" Minum lah ... " Ucap Hendra sambil menyodor kan air mineral dan satu kresek berisi makanan kecil.


Rahmi menerima nya tanpa menatap Hendra kemudian membuka botol air mineral itu dan meneguk nya. Hendra duduk di sebelah nya dan melakukan hal yang sama.


" Indah bukan ... Aku sering sekali kesini, meski hanya sebentar. " Ucap Hendra.


" Pasti dengan Silvi kan ? " Cebik Rahmi sebal.


" Siapa bilang ? Aku selalu kesini sendirian. Kalau aku sedang lelah, sedang ada masalah atau sekedar ingin cari udara segar, aku selalu kesini. Dulu waktu aku tau kamu berpacaran dengan Ferdy aku juga disini semalaman, bahkan ketiduran sampai pagi. " Ucap Hendra.


" Kenapa memang nya ? Kau tidak senang aku berpacaran dengan Ferdy ? " Tanya Rahmi.


" Menurut mu ... Apa aku harus senang melihat gadis yang kucintai berpacaran dengan orang lain, apalagi teman dekat ku sendiri. Aku patah hati, hatiku sakit. " Ucap Hendra.

__ADS_1


" Apa ! Jadi ... Maksud mu ... Kau sudah mencintaiku sejak dulu ? " Tanya Rahmi terkejut.


" Hemm ... Aku mencintai mu sejak pertama mengenal mu. Tapi aku terlalu pengecut untuk mengatakan nya. Lalu saat aku tahu kau berpacaran dengan Ferdy, hatiku sangat hancur. Meski begitu ... Aku mencoba untuk berbesar hati dan mendoakan mu agar berbahagia bersama Ferdy. Aku pun pelan - pelan mencoba menjauh kan diriku dari kalian agar hatiku tidak bertambah sakit. Aku juga mulai menyibuk kan diriku agar bisa melupakan mu. " Cerita Hendra sambil menerawang ke masa lalu.


__ADS_2