
Hendra membaring kan tubuh Rahmi di ranjang, kemudian ikut naik ke ranjang. Hendra naik keatas kaki Rahmi dengan posisi berlutut.
Rahmi melihat dengan jelas tubuh Hendra yang setengah terbuka. Bahu yang lebar, dada yang bidang, tangan yang berotot dan perut kotak - kotak seperti roti sobek. Rahmi melongo dan menelan saliva nya dengan kasar. Ini pertama kali nya dia melihat Hendra tidak mengenakan baju.
Wajah Rahmi pun memerah seperti kepiting rebus. Hendra tersenyum melihat ekspresi dan muka merah Rahmi setelah memperhatikan nya dengan lekat. Rahmi memaling kan wajah nya saat dia sadar Hendra juga memperhati kan nya.
" Aduh ... Kenapa aku melihat nya sampe melongo seperti itu. Seperti tidak pernah melihat laki - laki tanpa baju saja. Aku kan juga sering melihat ayah tanpa kaos saat berkeringat. Haduh ... bikin malu saja. Tapi ... Badan Hendra dan Ayah beda. Badan Hendra sempurna banget. Bagaimana ya rasa nya memegang roti sobek itu, apalagi memeluk nya. Ahh ... Tidak ... tidak ... Jorok sekali pikiran ku. " Batin Rahmi.
Seolah tahu yang dipikir kan Rahmi, Hendra pun meraih satu tangan Rahmi dan menempel kan di dada bidang nya, membuat Rahmi berbalik menatap Hendra lagi. Hendra mengeser tangan Rahmi ke kanan dan kiri menyusuri dada bidang nya. Kemudian bergeser keperut Hendra dan menggeser nya lagi memutari seluruh area perut nya, seolah - olah Rahmi yang sedang meraba nya.
Rahmi memejam kan mata nya, merasakan tangan nya yang sedang meraba - raba menyusuri dada bidang dan perut six pack Hendra.
" Rasa nya hangat dan sedikit keras. " Batin Rahmi sambil tersenyum.
" Tunggu ... Kenapa dia melakukan ini. Jangan - jangan dia bisa membaca pikiran ku ? " Batin Rahmi saat menyadari yang dilakukan Hendra sama dengan yang dipikir kan nya.
" Tidak - tidak ... Mungkin ini hanya kebetulan saja. " Batin Rahmi lagi.
Rahmi membuka mata nya saat Hendra meletak kan tangan Rahmi dengan pelan di sisi badan nya.
Hendra menjatuh kan tubuh nya di atas Rahmi dengan bertumpu pada kedua tangan nya. Tubuh mereka menyatu. Rahmi merasakan kehangatan yang seolah mengalir ke seluruh tubuh nya, begitu pun dengan Hendra.
Perlahan - lahan Hendra mendekat kan wajah nya ke wajah Rahmi. Hingga Rahmi merasakan ada sesuatu benda yang sangat keras dibawah sana sedang menimpa milik nya. Membuat jantung Rahmi dag dig dug tak karuan seakan - akan ingin melompat keluar dari tempat nya. Darah nya seolah - olah berdesir dengan cepat, membuat seluruh tubuh nya seakan seperti tersengat listrik.
__ADS_1
Rahmi menutup wajah nya dengan satu tangan nya saat Hendra hendak mencium nya. Hendra meraih tangan Rahmi dan mengunci nya dengan tangan nya.
Rahmi kemudian menutup wajah nya dengan tangan satu nya lagi, dan dengan cepat Hendra meraih tangan Rahmi dan mengunci nya dengan tangan satu nya lagi. Kedua tangan Rahmi pun sudah terkunci dengan kedua tangan Hendra, membuat nya benar - benar tidak bisa bergerak dan hanya bisa pasrah saja.
Hendra mencium bibir Rahmi yang sudah memerah karena gigitan nya tadi. Rahmi menutup mata nya dan membalas ciuman Hendra. Sangat dalam dan lama, membuat Hendra kemudian melepas nya saat melihat Rahmi kehabisan nafas.
Rahmi memaling kan wajah nya yang memerah dan menghirup oksigen dalam - dalam.
Hendra setengah berdiri di ranjang dan meraih tombol saklar lampu kamar yang terletak di sisi kanan atas ranjang kemudian mematikan nya hingga kamar gelap gulita. Tangan Hendra beralih ke lampu tidur di atas nakas, meraba - raba mencari tombol nya dan menghidup kan nya.
Hendra merangkak naik ke tubuh Rahmi dan menindih nya lagi. Melanjut kan aktivitas yang tadi sempat dihentikan nya sejenak.
Suasa hening dan sunyi dengan jiwa sepasang suami istri yang sedang bergejolak memadu kasih. Nuansa kamar yang minim penerangan dengan suara erangan - erangan dan desahan - desahan membuat malam mereka terasa syahdu.
*****
Beberapa bulan setelah menikah, Rahmi hamil. Mereka berdua sangat bahagia menanti kelahiran anak mereka yang ketika di USG berjenis kelamin perempuan. Kehamilan Rahmi tidak begitu merepot kan. Dia hanya mual - mual di trimester pertama saja, itu pun hanya di pagi hari setelah bangun tidur dan saat siang mual itu berhenti.
Rahmi juga tidak pernah ngidam yang aneh - aneh hingga membuat susah Hendra. Dia hanya ngidam makanan dan minuman yang mudah di dapat. Meski permintaan nya mendadak dan saat itu juga harus didapat. Namun Hendra selalu berusaha untuk memenuhi nya untuk membuat istri nya bahagia. Hendra juga suami yang siaga dan selalu membantu pekerjaan rumah Rahmi karena perut nya yang semakin besar membuat gerak nya lambat dan badan nya cepat lelah.
Saat usia kandungan Rahmi delapan bulan lebih, Hendra meminta Rahmi untuk keluar dari pekerjaan nya dan beristirahat sebelum hari kelahiran anak nya. Dia juga ingin Rahmi yang menjaga dan merawat anak mereka sendiri dan tidak ingin menitip kan anak nya nanti ke orang tua maupun penitipan anak.
Hendra sudah dipromosikan sebagai kepala bagian produksi hingga secara financial dia dapat mencukupi kebutuhan keluarga kecil nya.
__ADS_1
*****
Rahmi melahir kan seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan lucu yang diberi nama Anita Rachma Zacky.
Rachmi melakukan peran nya sebagai ibu rumah tangga dengan sangat hebat. Dia bisa membagi waktu untuk merawat anak nya, melakukan pekerjaan rumah dan melayani semua kebutuhan suami nya.
Begitupun Hendra yang meski kecapek an setelah pulang bekerja tetap menyempat kan waktu untuk menjaga Anita dan bermain dengan nya.
Dia juga sebisa mungkin berusaha membuat Rahmi bahagia dan selalu tersenyum.
*****
Hendra dan Rahmi mendapat kan undangan reuni SMA di sebuah restoran. Mereka berdua datang dan mengajak Anita yang saat itu ber umur tiga tahun.
Di restoran, mereka bertemu dengan teman - teman lama mereka dan berbagi banyak cerita.
Saat Hendra dan Rahmi menikah, mereka tidak mengundang banyak orang hingga banyak dari teman - teman mereka baru tahu kalau mereka berdua ternyata menikah.
Ferdy datang bersama istri dan putri nya yang bernama Vera yang usianya hanya terpaut 5 bulan lebih tua dari Anita. Ferdy sangat kaget melihat Rahmi bersama Hendra membawa seorang anak kecil.
Meski Ferdy sudah tau kalau Hendra dan Rahmi berpacaran, tapi dia juga baru tahu kalau ternyata Hendra dan Rahmi sudah menikah dan memiliki seorang putri yang seumuran dengan anak nya. Karena saat Hendra dan Rahmi menikah, mereka tidak mengundang Ferdy.
Mereka ngobrol tidak begitu lama karena Hendra dan Rahmi pamit pulang duluan. Dan setelah itu mereka sudah tidak pernah bertemu lagi untuk waktu yang sangat lama dan menjalani kehidupan masing - masing.
__ADS_1
*** Flash back off ***