
Andy menarik tangan Anita dari mulut nya, Anita pun reflek memundurkan kepala nya. Namun secepat kilat Andy memegang tengkuk Anita dan menekan nya saat bibir nya dan bibir Anita sudah beradu.
Anita hanya diam saja tidak membalas ciuman Andy.
Andy sedikit menggigit bibir bawah Anita hingga Anita membuka mulut nya. Dengan segera Andy ******* bibir Anita, memasuk kan lidah nya kedalam mulut Anita dan menyusuri dinding mulut Anita.
Anita mulai menikmatinya dan membalas ciuman Andy. Bibir mereka saling berpangutan dan saling menyesap cukup lama. Anita mulai kehabisan nafas, Andy pun melepas kan ciuman nya.
Anita dengan segera menghirup nafas dalam - dalam.
Setelah beberapa kali tarikan nafas, Andy kembali menaut kan bibir nya ke bibir Anita. Menekan tengkuk Anita untuk memperdalam ciuman mereka.
Dan setelah beberapa lama, Andy kembali melepas nya.
Anita terlihat engap - engap an seperti habis berlari. Andy tersenyum melihat nya.
Andy memegang dagu Anita, mengarah kan wajah Anita ke arah nya. Lalu mengusap bibir Anita yang memerah dengan jarinya.
Tidak hanya bibir nya, wajah Anita pun sangat memerah. Meski Anita menikmati ciuman Andy, tapi ini yang peetama untuk nya. Karena itulah dia merasa malu. Anita pun menunduk untuk menutupi kegugupan nya.
" Apa ini ciuman pertama mu sayang ? " Tanya Andy.
Anita tidak menjawab, hanya mengangguk pelan.
Andy pun tersenyum senang karena berhasil mendapatkan ciuman pertama Anita.
" Maaf mengagetkan mu, dan ... terimakasih sayang. " Ucap Andy sambil membelai kepala Anita.
" Kenapa kau mengambil ciuman pertamaku tanpa ijin ? " Cebik Anita kesal.
" Apa kau akan mengijinkan nya sayang, kalau aku meminta ijin lebih dulu ? " Tanya Andy.
" Setidak nya kalau kau bilang dulu, aku kan tidak kaget seperti tadi. " Sahut Anita sambil mengulas senyum dan tertunduk malu.
" Siapa suruh kau menggodaku ? " Elak Andy.
" Siapa yang menggodamu, dari tadi aku hanya memejam kan mata saja. " Protes Anita.
" Sebenar nya aku juga tidak sengaja mencium mu. Aku terus - terus an memandangi wajah mu, bibir mu membuatku sangat tergoda hingga aku tidak bisa menahan nya lagi untuk segera mencium mu.
" Iisshh ... Kau ini. " Ucap Anita sambil memukul lengan Andy. Membuat Andy terkikik geli.
Andy pun mendekap Anita dalam pelukan nya.
Andy melihat arloji nya, waktu menunjuk kan pukul 20.55
__ADS_1
" Sudah malam sayang, ayo kita pulang. " Ajak Andy.
Anita pun bangun dan mengikuti langkah Andy untuk pulang.
Mobil melaju agak pelan, karena medannya yang sedikit ekstrim.
" Kau menyukai nya sayang ? " Tanya Andy.
" Tentu saja ... Makanan nya enak, tempat nya juga indah. " Sahut Anita.
" Bukan itu maksud ku, emh ... Maksud ku ... Ciuman tadi. Apa kau menyukai nya ? " Tanya Andy lagi.
" Kenapa menanyakan hal seperti itu, membuat ku malu saja. " Ucap Anita sambil menutup i wajah nya dengan kedua tangan nya.
Andy meraih salah satu tangan Anita kemudian menggenggam nya.
" Kenapa harus malu, kau harus membiasakan nya mulai sekarang. " Ujar Andy.
" Kenapa ? " Tanya Anita.
" Karena kita akan sering melakukan nya mulai sekarang. " Jawab Andy.
" Apa ! Sering ! Kata siapa kau boleh melakukan nya lagi ? " Tanya Anita sambil menarik tangan nya dari genggaman Andy.
Anita memalingkan wajah nya kearah jendela, kemudian mengembang kan senyum nya yang masih bisa dilihat Andy.
Suasana pun hening sejenak.
" Oh iya, selama satu bulan ini mungkin kita tidak bisa jalan - jalan keluar dulu. Kau tidak masalah kan ? " Tanya Anita memecah keheningan.
" Memang nya kenapa sayang ? Apa itu hukuman untuk ku ? " Andy balik bertanya.
" Tidak seperti itu. Bukan kah satu bulan lagi kita ujian kenaikan kelas. Aku hanya ingin fokus belajar saja. " Terang Anita.
" Baik lah sayang jika itu mau mu. Tapi kita masih berangkat dan pulang bareng seperti biasa kan ? " Tanya Andy.
" Iya ... Tentu saja. " Jawab Anita.
Andy pun tersenyum dan membelai rambut Anita.
Pukul 21.40 mereka sampai dirumah Anita. Andy ikut turun dan masuk sebentar kerumah Anita untuk menyalami dan berpamitan dengan bu Rahmi.
Andy tidak mau di cap sebagai laki - laki yang tidak sopan jika hanya menurunkan Anita dan langsung pergi.
Andy sampai dirumah nya pukul 22.00. Andy membunyikan klakson mobil nya membuat pak Ujang satpam yang berjaga yang waktu itu memejam kan mata sambil duduk menjadi tersentak kaget.
__ADS_1
Pak Ujang pun segera membuka kan pintu gerbang untuk majikan nya.
" Silahkan den ... " Ucap pak Ujang mempersilahkan.
" Iya pak, terimakasih. " Jawab Andy.
Andy pun masuk dan memarkir kan mobil nya dalam garasi.
Saat hendak masuk kerumah, ternyata pintu nya terkunci. Andy kebingungan mencari - cari kunci nya dalam waistbag nya.
Andy tidak mendapati kunci nya. Mungkin masih dikamar nya dan dia lupa membawa nya.
Saat hendak memencet bell, pintu tiba - tiba terbuka.
Tampak lah sosok sang mama dibalik pintu.
" Assalaamu'alaikum mah ... " Ucap Andy sambil memeluk sang mama.
" Wa'alaikum salam ... " Jawab sang mama.
Andy pun masuk mengikuti langkah sang mama.
" Andy ke kamar dulu ya mah. " Pamit Andy.
" Tunggu sayang ... Duduk lah dulu, kita ngobrol sebentar. " Ucap sang mama.
Andy pun menduduk kan dirinya diruang tamu, berhadapan dengan sang mama.
" Ada apa sih mah ... Tumben mau ngajak Andy ngobrol. " Tanya Andy.
" Memang nya ga boleh kalo mama pingin ngobrol sama anak mama sendiri. " Sahut sang mama.
" Ya boleh lah ma, ya udah. Mama mau tanya apa. " Ucap Andy.
" Siapa gadis itu ? Kapan kamu mau kenalin sama mama ? " Tanya sang mama.
" Gadis yang mana sih mah ? " Tanya Andy pura - pura tidak tahu.
" Gadis yang bikin kamu senyum - senyum sendiri saat membayang kan nya. Gadis yang udah bikin kamu yang biasa nya cuek sama penampilan, sekarang jadi rapi dan modis kayak gini. Gadis yang bikin kamu melamun tiap malam dibalkon kamar. Gadis yang bikin kamu sering menyanyikan lagu - lagu romantis sambil main gitar. Dan gadis yang bikin kamu jadi lebih rajin beribadah. Mama penasaran seperti apa gadis itu. " Ucap sang mama menjelas kan perubahan - perubahan pada Andy yang selama ini diam - diam diperhatikan nya.
" Ha ha ha ... Jadi selama ini mama memata - matai Andy ya ? " Tanya Andy sambil tertawa.
" Siapa yang memata - matai. Perubahan mu sangat terlihat jelas sayang. Jadi kamu tidak bisa menutupi nya lagi. Jadi ... Siapa dia sayang ? Apa mama mengenal nya ? " Tanya sang mama lagi.
" Dia teman sekolah Andy mah. Bukan seseorang yang mama kenal. Andy jadian juga baru beberapa bulan yang lalu. " Jawab Andy.
__ADS_1