
Anita memperhatikan penampilan Andy dari atas sampai bawah. Andy terlihat mengenakan kaos putih, celana jeans biru, jaket denim, topi warna denim, sneaker putih dan waistbag coklat berbahan kulit.
" Kenapa setiap hari dia makin keren saja ya ? wajah nya tambah ganteng dan terlihat bersinar. Pantas saja para perawat disini pada caper semua kalau ketemu Andy. Sudah gitu baik banget lagi. Kenapa dulu aku menolak nya ya, kenapa juga aku baru menyadari nya. Untung saja Andy setia menungguku sampai mau, padahal kan dia bisa saja memilih salah satu diantara sekian banyak cewek yang naksir dan mengejar nya. " Batin Anita sambil senyum - senyum sendiri.
" Sayang ... Kau kenapa ? Kau baik - baik saja kan ? Sayang ... Anita ... " Andy memangil Anita berkali - kali sambil menggoyang - goyang kan pundak nya, Namun Anita sama sekali tidak merespon.
" Seperti nya dia sedang melamunkan sesuatu. " Batin Andy.
Andy mengambil Handphone dari dalam waistbag nya, lalu menghidupkan nya dan menscroll nya naik turun, entah apa yang dicarinya. Andy kemudian meletakkan handphone nya di nakas sebelah Anita dan memencet satu kali di layar nya.
Wiiyuu ... wiiyyuu ... wiiyyuu .... wiyyuu ...
Suara alarm kebakaran memekikkan telinga Anita hingga membuat nya kaget dan histeris.
" Haah ... Bunyi alarm. Kebakaran ... Kebakaran ... Kebakaran ... Ndy bantu aku turun ndy, kita harus segera pergi dari sini. " Teriak Anita.
Andy pun segera mematikan handphone saat Anita histeris.
" Kenapa diam saja ndy, kau tidak dengar alarm kebakaran berbunyi ? Ayo cepat ndy bantu aku turun, kita harus keluar. Ayo ndy, aku takut. " Bujuk Anita sambil menggoyang - goyang tangan Andy.
Andy tidak bisa menahan tawa nya saat melihat ekspresi Anita yang ketakutan.
" Ha ha ha ha ha ... " Andy yang tertawa ditengah kepanikan Anita membuat Anita bingung. Namun itu juga yang menyadarkan nya bahwa dia sedang dikerjai.
" Kau mengerjai ku ya ? Tega sekali. Padahal aku benar - benar ketakutan sekali tadi. Kenapa suka sekali mempermainkan emosi orang seperti ini. Kau juga menertawaiku tadi. Kau senang ya melihat ku ketakutan ? Dasar Andy ... Pergi sana, aku tidak mau melihat mu. " Cebik Anita kesal kemudian berbaring sambil membelakangi Andy.
" Maaf sayang, aku tidak sengaja melakukan nya. Aku juga salah karena tidak bisa menahan tawaku, itu karena ekspresimu tadi menggemaskan sekali. Maaf kan aku ya. " Ucap Andy sambil mengatupkan kedua tangan nya, namun tak kunjung jua mendapat respon dari Anita.
" Sayang ... Kamu tidak beneran marah kan ? " Tanya Andy lagi.
__ADS_1
Anita tidak menjawab dan malah memejamkan mata nya. Anita masih kesal karena Andy mempermainkan nya.
Andy berjalan memutari ranjang Anita dan ikut berbaring disebelahnya dengan posisi miring hingga membuat nya berhadapan dengan Anita.
Anita membuka mata nya dan mendapati Andy sudah berada dihadapan nya. Dia pun segera membalik kan tubuh nya hingga memunggungi Andy kembali. Andy melingkarkan tangan nya dipinggang Anita dan memeluk nya dari belakang.
Anita merasakan punggung dan perut nya terasa begitu hangat karena dekapan Andy. Jantung nya juga berdetak kencang tak beraturan. Anita ingin menggenggam tangan Andy yang menindih perut nya, tapi dia urungkan karena masih kesal.
" Kau marah padaku sayang ? Maafkan aku, aku hanya bercanda saja karena saat kupanggil - panggil tadi kau tidak menyahut. Kumohon jangan marah lagi ya, jangan mendiamkan ku seperti ini. Aku tidak tahan sayang. " Ucap Andy didekat telinga Anita membuat Anita merasakan sensasi hangat dan sedikit geli ditelinga nya.
" Kenapa dia malah naik keranjang dan memeluk ku. Bisa luluh aku dibuat nya. Pokok nya aku harus tetap berpura - pura marah, enak saja mengerjaiku seperti itu. " Batin Anita.
" Sayang ... " Panggil Andy lagi sambil mengeratkan pelukan nya membuat hati Anita meleleh.
" Siapa bilang aku marah, aku hanya kesal saja. Bercandamu keterlaluan. " Sahut Anita kemudian.
Anita pun membalikkan tubuh nya hingga berhadapan dengan Andy. Anita memelototi Andy, namun bukan nya merasa bersalah Andy malah menggerak kan alis nya naik turun lalu mengedip - ngedipkan mata nya sambil memasang senyum manis nya hingga membuat Anita ikut tersenyum.
" Diih manis nya ... Kau sudah tidak ngambek lagi kan sayang. " Ucap Andy sambil mencubit pipi Anita.
" Memang siapa yang ngambek, aku tidak pernah ngambek. " Sahut Anita.
" Iya iya , tidak ngambek tapi merajuk. he he ...
Oya, tadi kau melamunkan apa sayang sampai segitu nya. Pasti melamunkan aku ya ? " Ucap Andy.
" Yee kepedean, siapa juga yang ngelamunin kamu. " Bantah Anita sambil tersenyum malu.
****
__ADS_1
Hasil pemeriksaan Anita menyatakan bahwa tulang belakang Anita bengkok karena terbentur setang motor dengan kuat. Tapi dokter mengatakan tidak perlu dioprasi dan hanya mengharuskan untuk rutin terapi. Setelah luka - luka luar nya mengering Anita pun memulai terapinya. Ayah, Ibu dan Andy mereka bertiga selalu menjaga nya bergantian.
Teman - teman nya juga selalu mensupport dan sesekali berkunjung sepulang sekolah. Sinta bahkan selalu mengirimkan resume pelajaran setiap hari nya dan Anita mempelajari nya setiap malam agar tidak ketinggalan pelajaran.
Selama 10 hari Anita dirawat di rumahsakit dan akhir nya diijinkan untuk pulang. Anita pun kembali ke sekolah lagi untuk mengikuti ujian kenaikan kelas.
****
" Ga kerasa ya, ujian udah selesai aja. " Ucap Sinta.
" Iya nih, besok udah mulai liburan. Aku mau liburan ke Singapure satu minggu nih bareng ortu. Kalau kalian semua mau liburan kemana ? " Tanya Adis.
" Enak banget sih liburan keluar negeri. Kalau aku paling cuma ke Sukabumi, rumah nenek ku. Eh dis, bilangin papa mu dong biar aku diajak. " Rengek Amel.
" Ga masalah, tapi ongkos sendiri. " Ucap Adis.
" Yah ... Sama juga bohong dong. Kalau kamu mau kemana Sin ? " Tanya Amel pada Sinta.
" Aku dirumah aja, bantuan ibu ngurusin kateringan. " Jawab Sinta.
" Tiap pulang sekolah dan hari libur kan juga udah bantuin terus, ga bosen apa. Lagian liburan panjang kan cuma setahun sekali masak ga kemana - mana sih, rugi dong. Kemana kek barang dua tiga hari. Atau mau ikut kerumah nenek ku juga boleh. "
" Sinta kan anak baik dan penurut, jadi ga masalah lah disuruh bantuin orang tua nya. Lagian ngapain juga ikut kamu ke rumah nenek mu. Palingan cuma mau kamu suruh bantu ngurusin ternak sapi kakek mu, ya kan ? " Gerutu Adis.
" Ha ha ha ... Kok tahu sih ? Jangan - jangan kamu paranormal ya dis ? " Tanya Amel.
" Enak aja paranormal. Kalo cuma gitu udah kebaca kali, tuh di kening mu ada tulisan nya. " Sahut Adis.
" Masak sih, mana ? " Ucap Amel sambil mengeluarkan cermin kecil dari tas nya dan mengusap - usap kening nya dengan tangan.
__ADS_1