Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Kencan 3 ...


__ADS_3

" Nasi, Gurami bakar, sambal lalapan, tumis kangkung, Es teh dan jus alpukat. " Ucap Anita menyebut kan pesanan nya kemudian menyerah kan buku menu nya.


" Sama kan pesanan ku dengannya. " Ucap Andy sambil menyerahkan buku menu nya juga.


Sang pelayan pun mencatat pesanan mereka dan kembali ke bagian dapur.


" Kenapa kau selalu mengikuti apa yang kupesan ndy ? Kau tidak perlu memaksakan diri untuk menyukai makanan yang kusukai ndy. " Cerocos Anita.


" Bukan begitu, aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyamakan pesanan. Tapi karena kebetulan makanan yang selalu kau pesan juga merupakan makanan favoritku, jadi tidak masalah kan kalau aku menyamakan nya.


" Jadi maksud mu selera kita sama, begitu ? " Tanya Anita.


" Yah ... bisa dibilang begitu. " Jawab Andy.


Anita hanya manggut - manggut.


" Oh iya, aku penasaran. Sudah berapa banyak cewek yang pernah kau pacari ? " Tanya Anita lagi.


" Dulu waktu SMP aku sudah pernah pacaran sekali, tapi cuma sebentar aja terus putus. Biasa lah, cinta monyet. Dan yang kedua adalah kau, Anita Rahma Zacky. " Jawab Andy jujur.


" Berarti sebelum dengan ku, Kau tidak pernah berpacaran dengan siapapun di SMA ya. Kupikir kau dan vera pernah jadian. " Sahut Anita.


" Itu tidak benar sayang. Vera memang dari dulu selalu mendekatiku, dia juga beberapa kali menyatakan cinta padaku. Tapi Aku selalu mengabaikan nya, karena aku sama sekali tidak menyukai nya. " Jelas Andy.


" Dan ... Meskipun kau juga slalu menolak ku tapi aku berkeyakinan bahwa suatu saat kau pasti mau menerimaku. Karena itu lah aku slalu menunggumu. Dan sekarang, terbukti kan. Kau milik ku. " Imbuh Andy lagi sambil menggenggam tangan Anita.


Anita hanya tersenyum malu


" Terima kasih ndy sudah mau menungguku selama ini. " Gumam Anita pelan.


Pelayan datang sambil membawa makanan pesanan mereka. Jalan - jalan di mall cukup menguras tenaga dan membuat mereka lapar, karena itu mereka langsung menyantap makanan nya dengan lahap.


Mereka juga sesekali mengobrol ringan di sela - sela makan.


" Sepertinya kau sering kesini ya ? " Tanya Anita.


" Ya ... Tapi itu dulu. Kebetulan pemilik restoran ini masih kerabatku. Sudah lama sekali aku tidak kesini, sudah banyak yang berubah ternyata. " Terang Andy sambil memperhatikan sekitar nya.


" Oo ... Jawab Anita sambil mengangguk - angguk.


Anita kembali memperhatikan sekitar nya. Mata nya menelisik kesetiap sudut dan kembali fokus kearah kolam ikan.


Suara gemericik air nya sangat meneduhkan, sedikit meringan kan kegundahan hati Anita.


Tiba - tiba dari kejauhan lagi - lagi dia menangkap sosok ayah nya yang baru turun dari mobil kemudian berjalan ke arah belakang restoran.


" Ah ... tidak ... tidak ... Itu pasti hanya halusinasiku saja karena sangat merindukan nya. " Pikir Anita sambil menggeleng - geleng kan kepala nya.

__ADS_1


" Apa yang kau lihat sayang ... serius sekali. " Ucap Andy sambil ikut melihat kearah pandangan Anita membuat Anita tersentak kaget.


" Tidak ... bukan apa - apa kok. " Sahut Anita.


Merekapun kembali menyantap makanan nya.


Setelah selesai makan Andy beranjak menuju kasir, sedangkan Anita menuju kolam ikan, dia ingin melihat nya lebih dekat.


Andy melihat seseorang yang dikenal nya sedang berbicara dengan karyawan nya didekat kasir.


Andy pun menghampiri nya.


" Om Hendra ..... " Panggil Andy pada om hendra yang tak lain adalah sang pemilik restoran.


" Hai ... Andy ya ? " Tanya om Hendra.


" Iya om, ini Andy. Apa kabar om ? " Tanya Andy sambil menjabat dan mencium punggung tangan om Hendra.


" Om baik - baik saja. Sudah lama ga pernah lihat, makin ganteng aja kamu. " Puji om Hendra.


" Om Hendra bisa aja. " Sahut Andy.


" Oh iya, bagaimana kabar mama sama papa mu ? Sudah lama juga om tidak pernah bertemu. " Tanya om Hendra.


" Mama papa baik - baik saja om. " Jawab Andy.


" Andy kesini bersama kekasih Andy om, tapi maaf sepertinya dia sudah keluar duluan jadi tidak bisa mengenalkan. " Jawab Andy.


" Tidak masalah, lain kali datang lah kesini lagi. Kenal kan kekasih mu pada om. " Ucap om Hendra.


" Tentu om. Baiklah, kalau begitu Andy permisi dulu om. " Pamit Andy.


" Ya ... Silahkan. Sampai ketemu lagi. " Jawab om Hendra.


Andy berjalan menuju kasir hendak membayar, om Hendra menghampiri nya.


" Sudah lah ndy, tidak perlu membayar. Kau ini, seperti sama siapa aja. " Ujar om Hendra.


" Terima kasih om. " Jawab Andy.


" Lain kali datang lah kesini lagi. Bawa kekasih atau teman mu dan makan lah sepuas nya, kau tidak perlu membayar. " Perintah om Hendra.


" Yang benar om, wah ... asyik nih. Tapi bukan kah nanti om akan merugi kalau Andy sering kesini sama teman - teman. " Goda Andy.


" Insya allah tidak akan sampai seperti itu. " jawab om Hendra.


" Baik lah om, terima kasih traktiran dan tawaran nya. Andy permisi dulu. Assalamu'alaikum. " Pamit Andy.

__ADS_1


" Wa'alaikum salam. Hati - hati dijalan ndy. Salam buat mama papa. " Ucap om Hendra.


Andy mengangguk kemudian berjalan keluar restoran.


Anita terlihat sedang duduk dibangku sambil memperhatikan ikan - ikan dikolam. Andy pun menghampirinya.


" Sedang apa sayang ? " Tanya Andy mengagetkan Anita.


Anita mendongak ke arah Andy.


" Kau sudah selesai ? " Anita balik bertanya.


" Sudah ... Maaf lama, tadi aku mengobrol dulu dengan om Hendra pemilik restoran ini.


" Tidak masalah, ya sudah ayo kita pergi . " Ajak Anita.


Mereka pun kemudian melanjut kan perjalanan lagi.


" Kau sudah lelah sayang ? Apa kau mau pulang sekarang ? " Tanya Andy sambil mengemudi.


" Tidak, aku tidak lelah. Terserah kau saja. " Jawab Anita.


" Baiklah kalo jawaban mu terserah. Aku akan membawamu ke suatu tempat dulu. " Kata Andy.


" Kemana ? " Tanya Anita.


" Nanti juga kau akan tahu sendiri. " Jawab Andy membuat Anita penasaran.


Andy melajukan mobil nya lebih cepat, melewati jalan yang cukup menanjak dan agak sepi. Selain itu juga sangat minim penerangan


30 menit kemudian merekapun sampai. Andy mengajak Anita turun dari mobil.


Beberapa mobil dan motor juga terparkir disana.


" Dimana ini ndy ? Seperti sebuah bukit. " Tanya Anita.


" Ini memang bukit, ayo sayang ... " Ajak Andy.


Anita berjalan mengikuti langkah Andy sambil berpegangan tangan karena jalan nya memang menanjak dan agak berbatu.


Anita terkejut saat sampai diatas.


" Wah ... bagus sekali ndy. " Ucap Anita kagum.


Disisi sebelah kiri terlihat beberapa tenda berjejer disana. Kemudian disisi sebelah kanan ada beberapa stand yang menjual makanan, aneka bakaran yang aroma nya menusuk hidung dan juga bermacam minuman hangat.


Disepanjang jalan berjejer banyak sekali obor sebagai penerangan.

__ADS_1


Lurus kedepan ada tiga buah gazebo dimana beberapa pasang muda - mudi terlihat sedang asyik mengobrol disana.


__ADS_2