
Anita memperhatikan isi kamar Andy. Tidak terlalu banyak barang pribadi, hanya beberapa foto Andy semasa kecil yang tergantung di tembok.
Anita mengambilnya agar bisa melihatnya dengan jelas.
" Lucu sekali, jadi gemes. Ternyata sejak kecil Andy memang sudah tampan. Ya jelas lah, Mama nya kan cantik banget. Tapi papa nya seperti apa ya ? Aku belum pernah bertemu. " Batin Anita.
Anita meletakkan kembali foto itu, lalu duduk di sofa yang terletak persis di sebelah ranjang Andy.
" Kau mau apa Ndy ? " Tanya Anita saat melihat sang kekasih hendak membuka bajunya.
" Mau ganti baju, gerah dari tadi. Sekalian buat ke pantai nanti. " Jawab Andy santai.
" Kenapa disini ? " Tanya Anita lagi.
" Kalau ga disini masak harus ganti baju diluar. " Sanggah Andy.
" Maksudku ... Kan bisa dikamar mandi. " Ucap Anita sambil menunduk malu.
Andy berjalan mendekati Anita. Ditariknya pinggang Anita kearahnya hingga kini hanya berjarak beberapa senti.
Anita semakin menundukkan wajahnya, membuat Andy semakin ingin menggoda kekasihnya itu.
" Kau .. k kau mau apa ? " Tanya Anita gugup.
Andy sudah mengunci tubuhnya dengan kedua tangannya hingga membuat Anita tidak bisa menjauh bahkan untuk sekedar bergeser. Andy mendekatkan wajahnya ke wajah Anita, sedang Anita memundurkan kepalanya menghindari wajah Andy. Karena merasa kesusahan, Andy memegang tengkuk Anita dengan satu tangannya sedang tangan yang satunya masih dipinggang.
Ditariknya tengkuk Anita kearahnya hingga bibir mereka saling beradu. Andy menikmati bibir kenyal nan manis Anita dengan lahap, Anita yang juga menikmatinya pun mengalungkan kedua tangannya dileher Andy dan ikut membalas ciuman Andy. Bibir mereka saling menyesap dan berpangutan cukup lama.
Andy yang menyadari Anita sudah kehabisan nafas pun segera melepaskan ciumannya. Benar saja, nafas Anita tersengal - sengal karena berusaha menghirup oksigen dengan rakusnya.
Andy hanya tersenyum lalu menyambar baju gantinya yang tergeletak dikasur dan menuju kamar mandi.
" Aku ganti baju dulu. " Ucapnya sebelum masuk kekamar mandi. Sedangkan Anita masih saja mematung ditempatnya. Diusap - usapnya bibirnya yang membengkak, jantung nya masih dag - dig tak karuan serasa mau melompat keluar dari tempatnya.
Pintu kamar mandi terbuka, Andy sudah berganti dengan baju santai. Celana denim pendek selutut dan kaos hitam menjadi pilihannya.
Anita menatapnya lekat.
" Memang kalau sudah ganteng, mau pake apapun masih saja tetep ganteng. " Batin Anita.
__ADS_1
" Kenapa masih disitu sayang ? Apa kau mau minta nambah lagi ? Aku akan melakukannya dengan senang hati. " Tanya Andy saat melihat Anita masih berdiri ditempatnya tadi.
" Tidak ... tidak ... Sudah cukup. " Sahut Anita sambil duduk di sofa.
Sedang Andy hanya tersenyum menanggapinya.
" Apa habis makan siang kita langsung kepantai ? " Tanya Anita.
" Rencananya begitu, atau ... kau mau istirahat dulu ? Dengan senang hati aku akan menemani. " Ucap Andy dengan senyum liciknya.
" Tidak ... Aku sudah tidak lelah lagi, jadi kita langsung ke pantai saja. Tapi ... Aku tidak bawa baju ganti. " Sahut Anita.
Andy memperhatikan Anita dari atas sampai bawah, lalu menghampiri dan menggandeng tangan Anita keluar kamar.
Diluar, mereka berpapasan dengan seorang gadis yang mungkin seumuran dengan mereka. Gadis itu awalnya terkejut, namu saat melihat Andy gadis itu malah bengong sambil senyum - senyum sendiri.
Andy hanya cuek dan melewatinya begitu saja, lalu mengajak Anita masuk kedalam kamar lain yang berjarak beberapa meter dari kamarnya.
Suara pintu ditutup membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.
" Bagaimana mungkin bisa ada cowok setampan itu. Siapa ya, aku belum pernah lihat. Kalau cowok setampan itu jadi pacarku, pasti orang - orang dikampung pada iri. Tapi ... Bukannya dia tadi bawa cewek. Sedang apa mereka didalam kamar. Pasti berbuat yang tidak - tidak. " Pikir gadis itu.
Karena penasaran, gadis itupun mendekati pintu. Hasrat hati ingin mengintip, namun ternyata tidak ada lubang apapun yang bisa dia gunakan untuk mengintip. Akhirnya dia menempelkan daun telinganya di pintu dan berkonsentrasi untuk menguping.
" Sepertinya ini cocok untukmu. " Ucap Andy sambil menyodorkan baju.
Anita menerima baju itu dan melihat nya.
" Ini baju siapa Ndy ? " Tanya Anita.
" Baju kakak ku, namanya kak Anna. " Jawab Andy.
" Kamu punya kakak perempuan ? " Tanya Anita.
" Iya, dia sudah menikah dan menetap di luar negri. Itu semua baju - baju lama nya. " Jawab Andy.
" Oo ... Emh ... " Anita ragu untuk meneruskan ucapannya.
" Kenapa sayang ? Kamu tidak suka ? " Tanya Andy.
__ADS_1
" Bukan begitu, hanya saja ... ini terlalu pendek. Aku malu memakainya. " Sahut Anita sambil menunjukkan hot pant yang panjang nya hanya beberapa senti dari pangkal paha.
" Ha ha ha ha ... Memangnya kenapa sayang. Kita kan mau kepantai, bukan nya lebih nyaman kalau pake celana pendek. " Ucap Andy.
" Emang iya, tapi ... ga sependek ini juga kali. " Protes Anita.
" Sebenarnya aku ingin mengambilkan mu baju yang lain, tapi dilemari kakak ga ada. " Ucap Andy.
" Bukannya lemari itu penuh baju, lalu baju apa yang tidak ada ? " Tanya Anita.
" Bikini. " Sahut Andy singkat.
" Kau gila ? Mana mungkin aku memakai baju seperti itu keluar rumah, keluar kamar saja aku ga akan mau. " Ucap Anita sambil mencubit perut Andy membuat Andy meringis kesakitan.
" Kalau begitu pakai bikini nya dikamar aja, jadi hanya aku yang akan melihat nya. Gimana hmm ... Setuju kan ? " Goda Andy.
" Dasar kau ini, suka sekali menggodaku. Awas ya, aku tidak akan mengampunimu. " Ucap Anita sambil mencubiti perut Andy bertubi - tubi membuat Andy kewalahan menghadapi.
" Sudah sayang ... Sudah, Ampun ... Badanku sakit semua, Aku menyerah. " Ucap Andy kemudian.
Anita pun menghentikan aksinya.
" Siapa suruh menggodaku terus. " Sahut Anita.
" Iya iya maaf, habis kamu suka bikin gemes aku sih. Coba deh, kamu cari sendiri. Siapa tahu ada baju lain yang cocok. " Ucap Andy.
Anitapun memasukkan kembali baju tadi dan memilih baju lain untuk dipakainya.
Ternyata baju kak Anna pendek - pendek semua. Entah itu dress, baju pesta dan baju santai semuanya terbuka.
Anita menjatuhkan pilihannya pada sebuah celana pendek selutut dengan motif floral dan kaos lengan pendek berwarna abu. Setidaknya itu lebih baik daripada hotpant tadi yang sudah pasti akan memperlihatkan seluruh kaki sampai pangkal paha Anita.
" Aku ganti baju dulu. " Ucap Anita sebelum ke kamar mandi pada Andy yang sekarang sedang duduk menyender di sandaran kasur sang kakak.
" Kamu sedang apa Lastri ? " Ucap seseorang mengagetkan gadis yang sedang menguping didepan pintu kamar yang ternyata bernama Lastri.
" Ga bu, Lastri ga ngapa - ngapain kok. " Sahut Lastri gugup.
" Lalu kenapa kamu dari tadi berdiri didepan kamar Nona muda ? " Tanya Bi Sumi.
__ADS_1
" Oh itu bu, tadi ada cowok cakep sama seorang cewek masuk kekamar ini bu. Pasti mereka berbuat macam - macam bu. Kita gedor pintunya saja yuk Bu. " Ucap Lastri.
Karena takut sang anak berbuat macam - macam, Bi Lastripun segera menarik tangan Lastri dan membawanya ke dapur.