Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Hawa yang dingin


__ADS_3

Ting ... ting ... ting ... ting ...


Bunyi notifikikasi di handphone Anita.


Anitapun merasa terganggu karena handphone nya berada didekat telinganya.


" Apaan sih ... Masih malem juga, gangguin orang aja. " Gerutu Anita sambil mematikan handphone tanpa melihat nya, kemudian tertidur kembali.


Tak berapa lama Anita merasakan dingin yang teramat sampai menusuk tulang nya. Yah ... Anita memang tidak terbiasa dengan AC karena dirumahnya memang tidak ada AC, hanya kipas angin yang bertengger di dinding kamar nya. Dan itupun hanya dia nyalakan saat kegerahan saja.


Karena terganggu oleh rasa dingin yang teramat, Anitapun terbangun kembali.


" Hoooaamm ... Dingin sekali... Padahal sudah pakai jaket dan selimut, tapi masih dingin banget. Rasa dingin nya sampai menusuk ketulang." Gumam Anita sambil menguap.


" Jam berapa ini, sepertinya masih malam. " Batin Anita.


Anita menatap jam didinding karena penasaran.


" Hah ... Masih jam 2.15 pagi. Subuh nya masih lama dong. Lebih baik tidur lagi aja deh. Tapi ... Kalau masih dingin begini gimana aku bisa tidur. " Gumam Anita sambil membetulkan jaket nya.


Mata Anita tiba - tiba tertuju kearah ranjang Andy.


" Kasur Andy sepertinya hangat, selimutnya juga tebal. " Pikir Anita sambil tersenyum.


" Ah mikir apaan sih, kan ada Om Bram. Kalau dia terbangun lebih dulu dan mendapati aku tidur seranjang dengan Andy apa yang akan dipikir kan nya nanti. " Pikir Anita lagi.


" Sudahlah tinggal merem doang, nanti lama - lama juga tidur sendiri. " Ucap Anita pasrah sambil meringkuk lagi di bad nya.


Sudah 15 menit Anita memejamkan mata, tapi masih belum tertidur juga. Jaket dan selimut tipis nya tidak mampu melindunginya dari hawa dingin yang dirasakan nya. Anita pun kemudian bangkit dan memasuk kan bad nya ke kolong ranjang Andy.


" Terserahlah ... Yang terjadi biarlah terjadi. Daripada ga bisa tidur. Lagipula ... Aku kan bisa bangun lebih awal biar gak ketahuan Om Bram. " Pikir Anita.


Anita naik ke ranjang Andy dengan perlahan, berusaha agar tidak membangunkan nya. Setelah berhasil berbaring dan mengenakan selimut yang sama dengan Andy, dia pun memejamkan mata.


Sedangkan Andy yang masih terlelap tanpa sadar membawa Anita dalam dekapan nya.


" Hangat sekali. " Batin Anita yang kemudian ikut terlelap bersama Andy.


*** Pov Andy ***

__ADS_1


Andy yang sedang tidur nyenyak merasa terusik saat telinga nya menangkap pembicaraan seseorang. Dia pun membuka mata nya dan terkejut saat mendapati Anita tidur dalam pelukan nya. Belum hilang rasa terkejut nya, dia kembali dikagetkan oleh suara berat seseorang.


" Sepertinya semalam dia kedinginan dan pindah keranjangmu. Apa Papa membangunkan mu ? " Tanya Bram yang semalam tanpa sengaja memperhatikan gerak - gerik Anita.


" Ah Papa ... Ga apa - apa Pah. Apa Papa sudah mau pergi ? " Tanya Andy saat melihat sang Papa sudah rapi memakai setelan jas dan tas kantor ditangan nya.


" Iya, Pesawat Papa sudah menunggu di landasan. " Jawab Bram.


" Kan masih gelap Pah. Kenapa ga ntar lagi aja agak terangan, sekalian Papa breakfast dulu. " Pinta Andy.


" Jam 9 nanti Papa ada meeting, makanya pergi sekarang. Kamu tahu kan kalau Papa always on time. " Sahut Bram.


" Selamat pagi Tuan ... Selamat pagi Tuan Muda ... " Sapa Pak Pramono Asisten Bram dan Bu Ratna Sekretaris Bram bersamaan sambil menunduk memberi hormat.


" Selamat Pagi ... " Jawab Bram dan Andy.


" Bagaimana kabar Anda Tuan Muda ? Saya turut prihatin atas insiden yang menimpa anda. " Tanya Pak Pram.


" Panggil Andy saja Paman. Alhamdulilah sudah berangsur sembuh, kata Dokter besok sore sudah boleh pulang. " Jawab Andy.


" Syukurlah kalau begitu. " Ucap Pramono sambil melirik Anita yang masih tertidur lelap disebelah Andy.


" Iya Pah, jangan khawatir. Papa juga hati - hati dan jangan lupa makan yang teratur. " Pesan Andy.


Bram pun segera pergi diikuti Pramono dan Ratna dibelakang nya.


Andy melirik jam dinding yang menunjuk kan pukul 4.30 pagi.


Andy kembali berbaring.


" Sejak kapan kamu pindah disini ? Pantas saja tidurku nyenyak dan nyaman. " Gumam Andy sambil mencubit pelan ujung hidung Anita.


" Sudah subuh ya, apa aku bangunkan aja ya. Ah ... sebentar lagi deh. " Pikir Andy.


Andy menyibak kan anak rambut Anita yang menutupi sebagian wajah nya, lalu memainkan nya dengan memelintir nya.


" Halus ... Lembut ... dan Hhmm ... Wangi ... " Gumam Andy sambil menghirup aroma shampo yang menyeruak dari rambut Anita.


Tak hanya itu, dikecupnya kening Anita berkali - kali. Diusap - usap nya bibir Anita dengan jari nya, dan ditiup - tiup nya telinga Anita hingga Anita mengernyit kegelian dalam tidur nya.

__ADS_1


*** Pov Anita ***


Anita yang sedang asik berada dalam buaian mimpi tiba - tiba merasa ada sesuatu yang mengusik nya.


Dia merasakan ada hembusan angin halus yang menerpa telinga nya. Karena kegelian Anita pun terbangun.


" Kau sudah bangun sayang ? " Tanya Andy.


" Hhooaaamm ... Hheemm ... " Sahut Anita sambil menguap.


" Bukan nya kau yang membangunkan ku. " Ucap Anita lagi.


" Kapan aku membangun kan mu, dari tadi aku diam saja disini. " Kilah Andy.


" Kau memang diam saja disini, tapi tangan mu yang dari tadi kesana kemari. " Sahut Anita.


" Kamu kan tidur. Bagaimana kamu bisa tahu ? Jangan - jangan ... Kamu hanya pura - pura tidur saja ya ? " Tuduh Andy.


" Kenapa aku harus pura - pura tidur ? Aku memang sedang tidur, dan sekarang pun pasti masih akan tidur jika kamu tidak usil membangunkanku. " Protes Anita.


Karena tidak bisa membalas perkataan Anita, Andy pun hanya tersenyum menanggapi nya.


" Oya ... Apa Om Bram sudah pergi ? " Tanya Anita saat mendapati sofa yang semalam ditiduri Bram kosong.


" Iya, Papa sudah pergi 15 menit yang lalu. " Jawab Andy.


" Yang benar ? Jadi ... Papa kamu lihat dong kalau aku tidur seranjang sama kamu ? " Tanya Anita lagi.


" Ya lihat lah, bukan cuma Papa. Asisten dan Sekretaris Papa juga lihat. " Jawab Andy.


" Apa !!! Kenapa kamu ga bangunin aku ? " Pekik Anita.


" Aku ga ada kesempatan buat bangunin kamu, pas aku kebangun Papa cuma pamitan terus langsung pergi. Lagian memang kenapa kalau Papa lihat kamu tidur disini ? " Tanya Andy.


" Apa nya yang kenapa ? Sudah pasti Papa mu akan berpikir yang tidak - tidak tentang aku. Dan sudah pasti itu image yang buruk. " Keluh Anita.


" Tenang saja, Papa ku bukan tipe orang yang berpikiran sempit kok. Jadi ... Dia ga akan berpikiran buruk tentang kamu hanya karena masalah seperti ini. Paling ntar Papa bakalan cepet - cepet nikahin kita karena aku udah nidurin anak perawan orang. " Goda Andy.


" Andy ... Jangan bercanda dong, aku kan sedang serius. " Pekik Anita sambil memukul lengan Andy karena kessl

__ADS_1


__ADS_2