Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Musuh lama ...


__ADS_3

Anita dengan rakusnya menghirup oksigen sesaat setelah Andy melepaskan pelukannya.


" Kamu sengaja mau mencelakaiku ya ? " Pekik Anita.


" Kenapa bicara begitu sayang, mana mungkin aku mencelakaimu. " Elak Andy sambil menggenggam tangan Anita.


" Lalu kenapa kau memelukku kencang sekali, aku sampai tidak bisa bernafas. " Sahut Anita.


" Benarkah ? Maaf sayang, aku sama sekali tidak sengaja. Mungkin terbawa mimpi. " Ucap Andy membela diri.


" Aku akan memaafkanmu, tapi setelah kau menerima hukuman. " Ucap Anita.


" Oya, tidak masalah. Memang apa hukumannya ? Memelukmu satu jam penuh ? Kencan dengan mu satu minggu berturut - turut ? Menggondongmu keliling taman ? Atau ... Menciummu ditempat umum ? Dengan senang hati aku akan melakukannya. " Goda Andy sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Memangnya yang seperti itu bisa dikatakan hukuman ? " Protes Anita.


" Tentu saja sayang, hukuman yang menyenangkan. " Sahut Andy sambil terkekeh.


" Mana ada hukuman yang menyenangkan. Nanti saja kuberitahu hukumannya apa. Sudah jam 16.40 Kita sholat dulu yuk, habis itu langsung pulang. Aku takut kemalaman, perjalanan dari sini kerumah kan cukup jauh. " Ajak Anita.


" Baiklah sayang. Kamu wudhu duluan, aku menyusul. " Sahut Andy.


Merekapun sholat berjamaah setelah itu berpamitan pada Bi Sumi dan kembali pulang. Lastri tidak mengetahui kepulangan Andy dan Anita karena waktu mereka berpamitan Lastri sedang tertidur pulas. Selain itu Lastri juga mengira kalau mereka akan tinggal divilla selama beberapa hari, dan bukannya langsung pulang.


" Andy dan pacarnya kemana bu ? Kenapa tidak kelihatan ? " Tanya Lastri pada sang Ibu saat tak mendapati sosok keduanya.


" Den Andy dan kekasihnya sudah pulang sore tadi. " Sahut Bi Sumi.


" Kenapa tidak membangunkan Lastri bu ? " Protes Lastri.


" Kau mengunci pintu kamar dari dalam. Ibu sudah mengetuk dan memanggilmu berkali - kali untuk sholat ashar, tapi kau sama sekali tidak menyahut. Dan lihat ... Maghrib gini baru bangun. Lagipula apa hubungan mereka berdua denganmu ? Apa perlunya ibu membangunkanmu saat mereka hendak pergi ? "


" Ah ... Ibu nyebelin. Sudahlah, Lastri lapar mau makan. " Pekik Lastri.


" Sholat maghrib dulu, kau sudah tidak sholat ashar tadi. Kau kan sudah besar dan sholat itu wajib bagi ... "

__ADS_1


" Iya iya aku sholat dulu, hentikan ceramah ibu. " Gerutu Lastri memotong kalimat sang Ibu.


Lastri pun segera kekamarnya untuk sholat, dia tidak ingin mendengarkan ceramah ibunya yang menurutnya sangat menjemukan.


Andy dan Anita masih setengah perjalanan saat adzan maghrib berkumandang, merekapun mampir ke restoran terdekat untuk menunaikan sholat maghrib sekaligus makan malam.


Sebuah restoran sederhana, namun cukup luas menjadi pilihan mereka. Dengan konsep lesehan dan bangunan yang semuanya terbuat dari bambu membuat restoran itu terkesan hangat. Disamping restoran itu terdapat sungai kecil dengan gemericik air nya sebagai backsound para pengunjung restoran, semakin menambah kesan asri dan sejuk.


" Mau makan apa sayang ? " Tanya Andy sambil menyodorkan buku menu pada Anita.


Anita membaca buku menu itu dan beberapa kali membolak - balik nya namun tak kunjung memesan.


" Emmh ... Aku bingung. Gurami bakar apa bebek bakar ya ? " Gumam Anita sambil menatap gambar makanan dibuku menu yang terlihat sangat menggoda.


" Kalau bingung dua - dua nya saja. " Usul Andy.


" Nggak ah, ntar ngga habis jadi mubadhir. Emh... Kalau begitu ... Aku pesan Nasi ayam bakar saja deh, plus sambal dan lalapan sama capjay dan jus alpukat. " Ucap Anita sambil menulisnya dikertas pesanan.


" Tadi bingung mau milih Gurami apa bebek, terus kenapa jadinya malah milih ayam ? " Tanya Andy bingung.


" Kalau pingin ayam bakar kenapa ga dari awal aja langsung tulis ayam bakar, pake sebut - sebut ikan dan bebek segala. Kasihan kan mereka di PHP - in, sakit tau. " Gerutu Andy seolah dirinya yang sedang di PHP - in Anita.


" Namanya hidup kan memang banyak pilihan, tergantung kita dong mau pilih mana yang kita suka. Buat yang ga dipilih ya harus berbesar hati, ntar juga dapet ganti lain yang disukai. " Sahut Anita.


" Tapi kan tetep aja, udah suka banget eh ternyata cuma di PHP - in nyesek nggak tuh. Udah gitu pasti susah banget buat move on. " Ucap Andy.


" Bahas apaan sih ini ? Orang tadi cuma ngomongin makanan kok jadi kemana - mana. " Gerutu Anita.


Andy hanya tertawa karena berhasil membuat Anita kesal.


" Aku pilih gurami bakar aja deh, kasihan cuma di PHP - in kamu aja. Plus nasi, sambal dan lalapannya ya, terus sama tumis kangkung dan soup buah. " Pesan Andy.


Anita menulisnya sambil menggerutu pelan, Andy tidak bisa mendengarnya namun dia bisa menduga kalau Anita sedang menggerutuinya. Mulut Anita yang komat - kamit membuat Andy terkikik geli.


Andy memanggil pramusaji dan menyerahkan pesanannya.

__ADS_1


" Nyaman banget ya tempatnya, terlihat sangat asri dan sejuk. Dari segi model bangunan, material, interor dan eksteriornya beda banget ya sama restoran Ayah. " Ucap Anita.


" Jelas beda dong sayang, karena konsepnya memang beda. Restoran ini menggunakan konsep pedesaan, sedangkan restoran om Hendra menggunakan konsep modern klasik. Masing - masing memiliki kelebihan dan kekurangan, serta memiliki pangsa pasar yang berbeda juga. " Sahut Andy.


Anita hanya mendengarkan sambil manggut - manggut saja.


Sementara itu, di meja ujung yang berjarak beberapa meter dari mereka terdapat dua orang pemuda yang terlihat sedang memperhatikan mereka.


" Eh lihat deh meja yang itu, bukan nya itu Andy ya ? " Tanya seorang pemuda berbadan gempal sambil menunjuk ke arah beberapa meja didepan nya.


" Mana ? " Sahut pemuda satunya yang berbadan tinggi besar dengan tatto naga dilengan nya sambil melihat kearah telunjuk temannya.


" Itu ... Yang lagi berduaan sama cewek. " Jawab pemuda gempal.


" Sepertinya memang dia. Makin keren aja tuh bocah. "


" Aku dengar papa nya makin sukses sekarang dan dari berita yang kubaca, papa nya masuk ke jajaran 10 besar pengusaha tersukses di negeri ini. "


" Yang betul ? Makin ga kesentuh aja tuh bocah. Padahal udah lama aku pingin buat perhitungan sama dia. "


" Masih dendam aja kamu. Kirain udah lupa sama kejadian dulu - dulu. "


" Aku ngga mungkin lupa sama orang yang suka cari gara - gara sama aku. "


" Kita cabut yuk, sekalian samperin tuh anak. "


Kedua pemuda itu berjalan menuju kasir lalu membayar makanan nya.


Andy terkejut saat didatangi dua orang pemuda sebayanya ketika sedang asyik mengobrol dengan Anita.


" Saka ... Bobby ... " Gumam Andy saat mengingat kedua orang yang dulu dikenalnya itu.


" Hai bro, masih inget kita kan ? Lama nggak ketemu makin keren aja nih. " Ucap Bobby sambil merangkul pundak Andy.


" Cewek baru nih, seleramu berubah ya. Tapi cantik juga, kenalin kita dong. " Timpal saka.

__ADS_1


Saka dan Bobby adalah teman sekelas Andy saat kelas 3 SMP. Mereka sering membully murid - murid lemah baik yang sekelas maupun beda kelas. Dulu pernah satu kejadian saat Saka, Bobby dan beberapa teman nya yang lain membully seorang siswa dibelakang sekolahnya. Andy yang tak sengaja melihat nya pun ikut membelanya hingga terjadilah pengeroyokan yang mengakibatkan Andy dan siswa tersebut terluka cukup parah hingga harus dilarikan kerumah sakit terdekat.


__ADS_2