Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Berkunjung ...


__ADS_3

" Memang apa yang dibahas nya hingga membuat mu risih ? " Tanya Hendra.


" Apa itu juga harus kukatakan padamu ? " Tanya Rahmi balik.


" Aku hanya bertanya karena khawatir saja. Kau tidak harus menjawab nya jika tidak ingin. " Jawab Hendra.


" Oya, tentang permintaan ku beberapa waktu lalu. Aku harap kau memikirkannya baik - baik. Aku masih menunggu jawaban mu. " Ucap Hendra lagi.


" Baiklah, akan kupikirkan. " Sahut Rahmi.


*****


Anita berada didalam sebuah taksi online yang dipesan nya. Setelah mendapat ijin dari orang tua nya Anita segera pergi menuju rumah Andy setelah sebelum nya membeli beberapa buah tangan. Mobil berhenti tepat didepan gerbang rumah Andy, Anitapun turun setelah sopir mengatakan sudah sampai di alamat yang dituju.


" Pak ... Apa benar ini tempat nya ? Bisa tolong dicek sekali lagi, mungkin bapak salah ? " Pinta Anita pada pak sopir setelah melihat mansion mewah nan megah dihadapan nya, dia berpikir bahwa itu bukan rumah Andy dan pak sopir nya salah alamat.


" Sudah saya cek non, benar ini tempat nya. Sesuai dengan alamat yang non berikan diaplikasi. " Jawab pak sopir.


" Baiklah kalau begitu, terimakasih pak. " Ucap Anita sambil menyodorkan beberapa lembar uang pada pak sopir.


Anita memperhatikan pagar besi yang tinggi dan besar menjulang didepan nya. Anita juga melihat mansion didalam nya yang sangat besar dan luas dari sela - sela gerbang besi.


" Apa ini benar rumah Andy ya, aku jadi ragu ? Tapi tadi pak sopir bilang ini benar alamat nya. Tapi kalau ini sih namanya bukan rumah, tapi istana. Aku masuk tidak ya, kenapa jadi takut dan gugup begini. Ya sudah lah, masuk saja. Sudah sampai sini juga, kasihan Andy kalau menunggu. Tapi ... Bagaimana kalau aku diusir ? " Anita terlihat ragu - ragu saat ingin masuk ke rumah Andy.


" Kalau diusir ya tinggal pergilah, susah amat. Bismillahirrahmaanirrahiim ... " Gumam Anita memantapkan langkah nya.


Pak Ujang yang sedari tadi memperhatikan gerak - gerik Anita jadi waspada saat Anita mendekati pos satpam tempat nya berjaga.


" Permisi, selamat sore. " Sapa Anita.


" Selamat sore, ada yang bisa dibantu ? " Tanya Pak Ujang.


" Begini ... Nama saya Anita, teman sekolah nya Andy. Saya dengar Andy sedang sakit, jadi saya kesini untuk menjenguk. " Jawab Anita.


" Apa sudah buat janji sebelum nya, maksud saya apa Den Andy sudah tahu kedatangan nona kesini ? " Tanya Pak Ujang.


" Sudah pak, sebenarnya Andy yang meminta saya datang kesini. " Jawab Anita sedikit ragu.


" Baiklah, kalau begitu silahkan tunggu sebentar. " Ucap Pak Ujang.

__ADS_1


Anitapun mengangguk dan menunggu.


Pak ujang memencet tombol ekstestion yang langsung terhubung dengan mansion.


Anita tidak mendengar dengan jelas yang dibicarakan pak Ujang karena tertutup kaca, Anita hanya menunggu sambil menyandarkan punggung nya ditembok karena kaki nya sedikit pegal.


Anita kaget saat pintu gerbang disampingnya terbuka sendiri, dan lebih kaget lagi saat Pak Ujang tiba - tiba sudah ada disampingnya.


" Astaghfirullahal'adzim ... " Ucap Anita cepat sambil mengelus dadanya.


" Maaf non, bapak mengagetkan ya. " Ucap Pak Ujang.


" Tidak apa - pak, saya yang tidak konsentrasi. " Sahut Anita.


" Mari masuk non, bapak antar kedalam. Nyonya besar sudah menunggu. " Ajak Pak Ujang.


" Baik pak, terimakasih. " Ucap Anita.


** Sementara itu dikamar Andy **


" Bagaimana sayang, sudah enakan ? " Tanya Mama Merry yang tiba - tiba masuk ke kamar Andy.


" Belum ma, masih sama. " Ucap Andy yang seluruh tubuhnya tertutupi selimut.


" Ga usah mah, cuma flu nanti juga sembuh sendiri. " Tolak Andy.


" Kamu tuh seperti papamu saja, keras kepala. " Omel Merry sedangkan Andy hanya tersenyum saja.


" Baiklah, mama turutin kamu. Tapi kalau sampai besok pagi demam mu belum turun, kamu harus menuruti mama kerumahsakit oke ? " Ucap Merry bernegosiasi.


" Iya mah, iya. " Sahut Andy singkat.


" Oya, Pak Ujang bilang ada temanmu bernama Anita yang mencari. Apa dia Anita yang kau ceritakan itu ? " Tanya Merry.


" Iya mah, itu Anita pujaan hati Andy. Andy menyuruhnya datang karena sudah rindu sekali. Tolong suruh masuk kekamar Andy saja ya mah. " Pinta Andy sambil mengedip - ngedipkan matanya genit.


" Dasar ... Bucin akut ... " Ucap Merry sambil melenggang pergi.


Anita melangkahkan kaki nya mengekor dibelakang Pak Ujang. Mata nya berkelana kemana - mana.

__ADS_1


" Orangtua Andy pasti kaya sekali, halaman nya saja lebih luas dari rumah ibu. Apa papa Andy buka showroom mobil dirumah ya, mobil nya banyak sekali. " Pikir Anita.


Anita tiba - tiba menghentikan langkah nya. Pak Ujang yang menyadari ikut berhenti dan berbalik.


" Ada apa non ? " Tanya Pak Ujang.


" Pak ... Saya baru ingat kalau saya tiba - tiba ada keperluan, apa saya bisa menitipkan ini saja untuk Andy ? " Tanya Anita sambil menyodorkan bawaan nya.


" Maaf non, saya tidak berani. Saya bisa dimarahi nyonya. Non masuk saja dulu sebentar, lalu berpamitan kalau memang ada keperluan. " Pak Ujang memberi saran.


" Begitu ya pak. Oya, emmh ... Mama Andy galak ya pak ? " Tanya Anita ragu - ragu.


" Galak sih nggak non, cuma tegas dan disiplin aja. " Jawab Pak Ujang sambil tersenyum.


" Tegas dan disiplin ? Itu sih masih saudaraan sama galak. " Batin Anita sambil memaksakan senyumnya.


" Non ini pacar nya Den Andy ya ? " Tanya pak Ujang tiba - tiba.


" Kenapa bapak bertanya seperti itu ? " Sahut Anita terkejut.


" Habis non ini kayak mau ketemu calon mertua aja sampe gugup seperti itu. " Ucap Pak Ujang.


" Emang kelihatan banget ya pak ? " Tanya Anita.


" Banget non. " Jawab Pak Ujang singkat.


Anita menarik nafas dalam - dalam dan membuang nya pelan - pelan untuk menghilangkan kegugupan nya. Meski itu tidak efektif tapi cukup membuatnya sedikit tenang.


" Ya sudah pak, ayo jalan lagi. " Ucap Anita kemudian.


Sesampainya diteras, Pak Ujang memencet bel dan keluarlah seseorang membukakan pintu.


" Bi Tutik ... Ini non Anita, tamunya Den Andy. " Ucap Pak Ujang sedangkan Bi Tutik hanya mengangguk.


" Mari masuk non, nyonya sudah menunggu. " Ucap Bi Tutik mempersilahkan sang tamu masuk.


" Terimakasih Bi. " Sahut Anita yang kemudian mengikuti Bi Tutik masuk, sedangkan Pak Ujang kembali lagi ke pos satpam.


" Silahkan duduk non, Bibi ambilkan minum dulu. " Bi Tutik mempersilahkan Anita duduk dan langsung menuju dapur.

__ADS_1


Anita mendudukkan dirinya di sofa besar nan empuk dan meletakkan bawaan nya di samping nya. Pandangan Anita menyusuri ruang tamu tempat dia berada saat ini. Barang - barang antik, mewah nan mahal memenuhi isi ruang tamu membuat nyali Anita menciut.


" Andy dan aku bagaikan bumi dan langit. Aku jadi takut dengan nasib hubungan kami selanjutnya. " Batin Anita sedih.


__ADS_2