
Orang tua Andy terkejut saat mendapati sang anak terbaring di rumahsakit dengan tubuh penuh luka. Begitupun dengan orang tua Tommy, siswa pembullyan yang ditolong Andy. Papa Andy yang saat itu menjabat sebagai ketua dewan komite sekolah sekaligus donatur tetap meminta pihak sekolah untuk mengusut dan menindak tegas pelaku pengeroyokan tersebut.
Kejadian itu dengan cepat menyebar keseluruh penjuru sekolah. Beberapa siswa yang juga sering menjadi korban bully saka, bobby dan yang lain pun geram dan beramai - ramai ikut melapor ke pihak sekolah.
Beberapa hari kemudian kepala sekolah dan beberapa anggota dewan kedisiplinan sekolah dan dewan komite sekolah memanggil para pelaku beserta orangtua mereka untuk dimintai keterangan.
Dengan bukti cctv yang terpasang secara sembunyi dibelakang sekolah, serta saksi - saksi yang melihat secara langsung kejadian tersebut dan keterangan beberapa siswa yang juga ikut menjadi korban pembullyan para pelaku pun membuat mereka tidak bisa mengelak lagi dari tuduhan.
Maka pihak sekolah pun memutuskan untuk mengeluarkan kelima siswa tersebut dan memblacklist mereka dari daftar siswa hingga kedepannya akan membuat mereka kesulitan untuk mendaftar disekolah - sekolah yang lain.
Orang tua dari kelima siswa itu pun memohon kepada pihak sekolah agar tidak memblacklist mereka, namun keputusan pihak sekolah sudah tidak dapat dirubah karena pembullyan, pemukulan dan pengeroyokan adalah sebuah tindakan kriminal. Apalagi pelakunya adalah siswa dan kejadiannya pun dilingkungan sekolah hingga secara tidak langsung nama baik sekolah juga ikut tercoreng.
Hal itu mengharuskan Bobby, Saka dan ketiga siswa yang lain pindah ke desa yang agak terpencil dan meneruskan sekolah disana.
*****
" Kita kan teman, kok ga dikenalin sih cewek nya. Kalau gitu kenalan sendiri saja deh. " Ucap Saka kemudian saat Andy tidak menanggapi mereka.
" Halo cewek, kenalin ... Kita berdua teman nya Andy. Aku Saka dan dia Bobby. " Ucap Saka sambil mengulurkan tangan nya.
Anita yang tidak tahu permasalahan diantara mereka pun bergantian menyalami mereka dan menyebutkan namanya.
" Anita ... " Ucap nya.
" Wuiss ... Nama yang cantik, secantik orangnya. " Ucap Bobby sambil memegang dagu Anita.
Namun dengan cepat Anita menepisnya.
" Jangan kurang ajar ya, Jauhkan tangan kotormu itu darinya. " Bentak Andy pada Bobby.
" Santai friend, cuma pegang dikit doang. Galak amat. " Sahut Bobby sambil mengangkat kedua tangannya keatas.
" Ternyata teman kita satu ini masih belum berubah bob, Sok jago dan suka ikut campur. " Ucap Saka menimpali.
" Kalau kalian kesini hanya untuk mencari gara - gara saja, maka pergilah. Atau aku akan memanggil pihak keamanan untuk mengusir kalian. " Ucap Andy dengan lantang.
__ADS_1
Waitress yang hendak mengantarkan pesanan pun mengurungkan niatnya dan beringsut mundur saat mendapati situasi tegang terjadi diantara mereka.
Dua orang satpam yang sedari tadi memang sudah memperhatikan gerak - gerik mereka pun berjalan mendekat kearah meja Andy.
" Ada yang bisa dibantu ? " Tanya salah seorang satpam.
Andy menatap tajam kearah Bobby dan Saka. Saka pun memberi isyarat pada Bobby untuk segera pergi.
" Tidak ada pak, kami hanya teman lama yang ingin menyapa saja. " Ucap Bobby.
" Andy ... Kita akan segera bertemu lagi karena kita masih punya urusan yang belum terselesaikan. Ayo cabut ... " Ucap Saka.
Mereka berdua pun pergi keluar restoran. Dan waitress pun segera mendekat dan menata makanan diatas meja Andy dan Anita.
" Terimakasih atas bantuannya pak. " Ucap Andy pada Satpam restoran itu.
" Sama - sama mas, silahkan nikmati hidangan nya. Kami permisi. " Ucap salah seorang satpam.
Andy mengangguk dan kedua satpam itupun pergi.
Andy dan Anita menikmati hidangan yang tersaji di meja karena perut mereka sudah sangat lapar.
" Tak kusangka kamu pernah mengalami hal seperti itu. Apa mungkin mereka masih dendam sama kamu ? " Tanya Anita.
" Mungkin saja. Sejak kejadian itu aku tidak pernah bertemu mereka lagi. Mungkin mereka tinggal didaerah sekitar sini, hingga secara tidak sengaja kami bertemu kembali. " Jawab Andy.
" Kenapa mereka harus dendam. Mereka dihukum kan karena kesalahan mereka sendiri. Harusnya mereka belajar dari kejadian itu dan introspeksi diri. " Gerutu Anita.
" Seharusnya memang begitu. Tapi tidak semua orang memiliki pemikiran sepertimu sayang. Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. " Ucap Andy sambil menepuk pelan tangan Anita.
Anita pun mengangguk dan mereka menyelesaikan makan mereka lagi.
Adzan Isya' berkumandang, Andy dan Anita pun sekalian sholat isya' bersama sebelum pergi dari restoran dan melanjutkan perjalanan mereka.
*****
__ADS_1
Mobil Andy melaju dengan kecepatan sedang karena jalanan yang cukup sepi dan juga gelap hingga membuatnya berhati - hati dalam berkendara.
Anita memperhatikan Andy yang terlihat lesu dan menguap berkali - kali.
" Kau pasti capek dan ngantuk ya, sayang sekali aku belum bisa menyetir. Jadi ga bisa gantiin kamu deh. " Ucap Anita.
" Ga apa - apa. Lain kali akan kuajari kau menyetir, lagipula aku tidak begitu capek. " Sahut Andy.
Beberapa menit kemudian ...
" Ada apa Ndy ? Kenapa ngebut ? " Tanya Anita yang terkejut karena Andy tiba - tiba mempercepat laju mobil nya.
" Mobil dibelakang sepertinya mengikuti kita sejak dari restoran tadi. " Jawab Andy.
Anita pun menoleh kebelakang dan benar saja, sebuah mobil sedan hitam juga mempercepat lajunya hingga berada tepat dibelakang mobil Andy.
" Kau benar, mereka menyusul kita. Bagaimana ini Ndy ? Siapa mereka ? Mau apa mereka ? " Tanya Anita dengan panik.
" Aku juga tidak tahu. Jangan panik, telpon kantor polisi terdekat. Aku akan coba mengulur waktu. " Perintah Andy.
Anita pun segera menelpon kantor polisi dan menceritakan kondisi dan posisi mereka sekarang.
Tiga orang polisi bergerak, dua orang naik mobil patroli dan satu orang lain nya naik motor polisi. Mereka melacak lokasi Anita lewat GPS di ponselnya.
Andy dengan segera menginjak rem saat sebuah motor tiba - tiba melintas tepat didepan nya. Anita yang terkejut pun dengan erat berpegangan pada handle mobil. Kesempatan itu digunakan oleh mobil sedan dibelakang Andy yang dengan cepat menyalip dan menghadang mobil Andy.
" Bagaimana ini Ndy ? Aku takut. " Ucap Anita sambil melingkarkan tangannya dilengan Andy.
Keringat dingin membasahi kening nya, tangan nya pun gemetar ketakutan.
" Tenanglah sayang, tidak akan terjadi apa - apa padamu. Polisi akan segera kesini. " Ucap Andy menenangkan Anita sambil mengusap - usap tangan nya.
Empat orang laki - laki keluar dari mobil sedan itu. Dua diantaranya adalah orang yang dikenal Andy, yang tak lain adalah Saka dan Bobby yang baru saja dijumpainya direstoran tadi. Sedang kan dua orang lainnya yang berbadan tinggi besar sama sekali tak dikenalnya. Kemungkinan, mereka adalah komplotan Saka dan Bobby.
Keempat orang itu berjalan mendekati mobil Andy, membuat Anita semakin ketakutan.
__ADS_1
Saka menggedor kaca jendela Andy dan Bobby menggedor kaca jendela Anita. Sedangkan dua orang lainnya berdiri didepan mobil Andy.
" Keluar kalian ... Cepat keluar ... " Teriak Saka dan Bobby.