
Hari minggu siang Andy menjemput Anita dengan mobil. Mereka sudah janjian sebelumnya.
Mereka pun pergi setelah meminta ijin pada bu Rahmi.
" Kita mau jalan - jalan kemana ndy ? " Tanya Anita.
" Kau sendiri ingin kemana ? " Tanya Andy balik.
" Ehmm ... " Anita terlihat sedang berpikir.
Kruek kruk kruk ... Perut Anita tiba - tiba berbunyi, membuat Andy terkikik geli.
" Iisshh ... nih perut, ga bisa diajak kompromi. Malu - malu in aja. " Geruru Anita pelan sambil memalingkan wajah nya melihat kearah jendela.
Tidak bisa dibayangkan betapa malu nya Anita saat ini. Dia memang belum makan sedari tadi, maka nya perut nya terasa lapar saat ini.
" Jangan dijawab, aku tau kau ingin kemana saat ini. " Ucap Andy sambil menahan tawa.
Anita hanya tersenyum sekilas, lalu memalingkan muka nya lagi ke arah jendela.
Dia sedang memperhatikan lalu lintas yang ramai sekali, padahal masih siang hari.
" Mungkin karena hari minggu, jadi banyak orang yang pergi keluar. " Pikir Anita.
Mobil Andy berhenti diparkiran sebuah restoran tradisional yang cukup terkenal.
Mereka pun kemudian masuk dan mencari tempat duduk.
Pelayan restoran mendatangi mereka dan menyerah kan buku menu.
" Silahkan ... Mau pesan apa ? " Tanya sang Pelayan.
" Kau mau pesan apa sayang ? " Tanya Andy pada Anita.
Anita terlihat sedang membolak - balik kan buku menu.
" Nasi ayam bakar, capjay dan orange juice. " Jawab Anita.
" Kalo aku samain aja mbak. " Jawab Andy.
Sang pelayan pun mencatat pesanan mereka dan kembali ke dapur untuk menyiapkan nya.
" Ndy ... Aku ke toilet dulu ya. " Pamit Anita.
" Iya, jangan lama - lama ya sayang. " Jawab Andy.
Anita hanya mengangguk, kemudian berjalan menuju toilet.
Saat hendak keluar dari toilet Anita tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang baru masuk kedalam toilet.
" Maaf ... tidak sengaja. " Ucap Anita meminta maaf tanpa melihat orang yang ditabrak nya.
__ADS_1
" Kalo jalan pake mata juga dong, jangan cuma kaki doang. " Bentak orang yang ditabrak nya.
Mereka pun kemudian saling bertatapan.
" Vera ..... " Panggil Anita.
" Oo ... Kamu ya Anita. Sedang apa kamu disini ? " Tanya Vera dengan angkuh.
" Memang nya apa yang biasa dilakuin orang direstoran. Ya makan lah. " Sahut Anita.
" Bukan nya kamu biasa makan di warteg pinggir jalan ya. Atau kalau ga, di pedagang kaki lima. Secara ... Harga makanan disini kan lebih mahal dari uang sakumu seminggu. " Ejek Vera.
" Di restoran ini tidak tertulis hanya untuk orang kaya saja. Lagipula restoran ini juga bukan punyamu kan. " Jadi ga masalah kan kalo aku makan disini. " Sahut Anita cuek.
Vera pun merasa kesal karena Anita tidak terpancing oleh ejekan nya.
" Sama siapa kamu disini ? " Tanya Vera lagi.
" Bukan urusan mu. Permisi ... " Jawab Anita yang kemudian pergi meninggalkan toilet.
" Kenapa lama sekali sayang ? Aku hampir saja menyusul mu. " Tanya Andy.
" Maaf ... Tadi ada sedikit gangguan. Kenapa kau tidak makan duluan ? " Tanya Anita saat melihat makanan sudah tersaji semua dimeja.
" Aku menunggumu sayang. Ya sudah, mari kita makan. " Ajak Andy.
" Baiklah, selamat makan. " Jawab Anita.
Andy melihat dagu Anita basah terkena kuah capjay, Andy pun mengambil tisue dan membersihkan dagu Anita.
Vera memperhatikan nya dari kejauhan.
" Sialan kau Anita. Lihat saja, aku pasti akan merebut Andy darimu. " Gumam Vera sambil mengepalkan tangan nya menahan amarah.
Dia pun kemudian berlalu pergi meninggalkan restoran.
" Sekarang kita mau kemana lagi ndy ? " Tanya Anita saat mereka sudah berada didalam mobil.
" Bagaimana kalo kita jalan - jalan ke mall ? " Usul Andy.
" Baiklah ... " Jawab Anita sambil mengangguk.
Saat sudah berada didalam mall, Andy mengajak Anita ke toko dengan brand yang sudah ternama. Dia bermaksud ingin membelikan nya baju.
Anita terlihat antusias memilih baju yang semua nya bagus - bagus. Model nya juga tidak pasaran. Saat ingin mencoba nya, dia melihat label nya lebih dulu. Kemudian menaruh nya lagi digantungan.
Dia pun menarik tangan Andy dan mengajak nya keluar dari toko itu.
" Kenapa tidak jadi beli ? " Tanya Andy saat sudah berada diluar toko.
" Aku tidak menyukai nya. Kita cari toko yang lain. " Jawab Anita.
__ADS_1
Merekapun masuk ke toko sebelah nya yang juga dengan brand ternama. Kali ini sebelum melihat bajunya dia langsung melihat harga nya terlebih dulu.
Dia pun membelalak kan mata nya, kaget melihat angka 0 dengan jumlah yang banyak.
Anita pun mengajak Andy keluar lagi.
" Apa tidak ada satu baju pun yang kau sukai ? Apa kita pindah ke toko lain saja ? " Tanya Andy.
" Tidak ... tidak ... Sepertinya aku tidak ingin cari baju. Bagaimana kalau kita cari boneka saja. " Ajak Anita sambil menarik tangan Andy menuju stand yang terdapat banyak sekali boneka - boneka lucu.
Anita menjatuhkan pilihan nya pada boneka teddy bear besar berwarna biru seharga 200.000 Andy pun membayar nya.
" Kau sudah dapat boneka kan, sekarang kita cari baju lagi ya. " Ajak Andy.
" Tidak ndy, aku tidak mau beli baju. Cukup boneka saja. " Jawab Anita.
" Memang kenapa sih sayang, masak baju begitu banyak tidak ada yang bagus menurutmu. " Tanya Andy bingung.
" Baju nya memang bagus - bagus semua, tidak ada yang jelek sama sekali. Tapi ..... Harga nya mahal. " Jawab Anita sambil berbisik.
" Ha ha ha ..... " Andy tertawa mendengar jawaban Anita.
" Kau menertawaiku ? " Cebik Anita sebal.
" Bukan begitu sayang ..... " Ucap Andy berusaha menghentikan tawanya.
" Maksud ku, kamu kan tinggal pilih aja. Aku yang bayar. Dan untuk harga memang sewajar nya segitu, karena itu brand ternama. Model nya limited edition, jadi jarang yang punya. " Tutur Andy mencoba menjelaskan dengan lembut.
" Tentu saja aku tahu hal itu, kau pikir aku bodoh. " Ucap Anita sambil mengerucutkan bibir nya, membuat Andy gemas.
" Lalu ....? " Tanya Andy lagi.
" Aku hanya tidak suka menghambur - hambur kan uang saja. Meski itu uangmu dan bukan uangku. 5.000.000 untuk satu baju ! Aku bisa dapat baju satu karung dengan uang segitu jika membelinya di pasar ataupun toko online. " Gerutu Anita.
" Ternyata dia sederhana sekali ya. Coba kalo itu gadis lain. Dia pasti udah morotin aku habis - habisan. Minta ini dan itu dengan harga yang fantastis. " Pikir Andy.
Dia jadi semakin kagum dengan Anita.
" Ndy ..... Kenapa kau melamun ? " Tanya Anita membuat Andy tersentak.
" Oh ... maaf ... " Sahut Andy.
" Ndy ... Gimana kalo kita nonton bioskop aja. " Usul Anita.
" Boleh ... Ayo pergi. " Ajak Andy.
Mereka pun pergi menuju lantai 4 tempat dimana bioskop berada setelah sebelum nya sholat ashar terlebih dulu disebuah mushola kecil dalam mall.
" Kamu mau nonton film apa sayang ? " Tanya Andy pada Anita.
" Ehmm .... Terserah kamu aja deh, aku ngikut. " Jawab Anita.
__ADS_1