Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Penyesalan Hendra 2 .....


__ADS_3

" Kalau ayah memang menyayangiku, lalu kenapa selama 9 tahun ini ayah tidak pernah menjenguk ku atau pun menghubungiku ? Meski ayah dan ibu sudah berpisah, tapi ayah masih bisa mengunjungi ku kan ? Kenapa ayah tidak melakukan nya ? " Tanya Anita sesenggukan sambil mengusap air mata dan ingus nya dengan tissue.


" Biar ayah lanjut kan cerita ayah sayang. Setelah ayah Sukma meninggal dia memasrah kan perusahaan nya dibawah tangan ayah, tapi ayah menolak nya dan menyerah kan nya pada Sukma. Secara kebetulan ayah bertemu dengan teman sekolah ayah dulu yang ternyata dia sudah sukses dan memiliki perusahaan sendiri. Dia meminta ayah untuk ikut membantu nya mengelola perusahaan. Ayah pun bekerja sambil kuliah. Kau tahu kan kalau ayah dulu hanya tamatan SMA ? Hal itu juga yang menyebab kan ayah susah mencari pekerjaan. Tapi bersyukur teman ayah itu mau menerima ayah hanya dengan ijazah SMA dan memberikan gaji yang cukup besar pada ayah. Karena ayah bekerja sambil kuliah ayah hampir tidak punya waktu senggang. Bahkan ayah jarang di rumah, apalagi untuk mengunjungi mu yang berada diluar kota. Ayah minta maaf sekali untuk hal itu. Ayah menyisih kan sedikit gaji ayah tiap bulan nya dan meminta orang suruhan ayah untuk mengirim kan nya beserta surat yang ayah tulis untuk mu dan ibumu. Tapi ternyata Sukma diam - diam menyabotase nya. Baik uang maupun surat yang ayah kirim kan setiap bulan nya itu tidak pernah sampai ke ibu mu karena Sukma selalu merampas nya dari tangan orang suruhan ayah, sampai bertahun - tahun hingga beberapa bulan yang lalu Sukma baru mengakui nya dan memberikan nya pada ayah. Ayah sangat menyesali hal itu, kenapa dia tega sekali melakukan hal itu padaku dan pada kalian. Bahkan saat kuliah ayah sudah selesai dan ayah ingin mengunjungi kalian sesekali diakhir pekan, Sukma selalu melarang hingga menyebab kan kami sering ribut dan bertengkar. Dan saat ayah memaksa, dia selalu mengancam akan bunuh diri. Ayah benar - benar tidak tahu cara menghadapi nya. Maafkan ayah sayang, ayah sangat menyesali semua nya. Sekali lagi maaf kan ayah. " Ucap Hendra penuh penyesalan dengan air mata yang sudah tumpah begitu saja.


Diusap nya kepala Anita yang masih terus terisak sedari tadi. Kemudian diraih nya dagu Anita dan sedikit didongak kan keatas hingga mata mereka saling beradu. Hendra menatap Anita dalam seolah menuntut jawaban atas permohonan maaf nya tadi.


" Ayah tahu kesalahan ayah sangat berat hingga sulit bagimu untuk memaaf kan ayah. Tapi ayah mohon sayang ... Jangan benci ayah, jangan jauhi ayah. Biarkan ayah slalu dekat dengan mu. Ijin kan ayah untuk menebus kesalahan di masa lalu. Ayah mohon ... " Ucap Hendra dengan penuh pengharapan.


Anita terdiam sejenak dan memejam kan mata nya, bayangan masa lalu nya tiba - tiba muncul begitu saja. Saat sang ayah mengajak keluarga kecil mereka liburan, saat sang ayah selalu membawakan es krim maupun makanan sepulang kerja, saat sang ayah bermain - main dengan nya dihari libur, bahkan saat sang ayah membentak dan menampar sang ibu mau pun dirinya, semua nya terputar dibenak nya bagaikan sebuah kaset rekaman.


Anita membuka mata nya dan dengan kasar menjatuh kan dirinya di pelukan sang ayah.


" Anita merindukan ayah, Anita sayang ayah. Jangan pergi lagi ayah, jangan tinggal kan Anita. Hiks hiks hiks ..... " Ucap Anita sambil menangis tersedu - sedu.


Ditumpah kan nya segala kesedihan dan kerinduan nya pada sang ayah. Air mata yang selama ini selalu ditahan nya ditumpah kan begitu saja hingga membasahi kemeja sang ayah.


Hendra membalas pelukan Anita dan tersenyum penuh kebahagiaan.


" Tidak sayang ... Ayah tidak akan meninggal kan mu lagi, ayah berjanji padamu. Terima kasih sudah menerima ayah kembali. " Ucap Hendra sambil mencium ujung kepala Anita.

__ADS_1


Hendra dan Anita saling berpelukan erat, menumpah kan kerinduan mereka yang selama 9 tahun ini terpendam.


" Aaa ... aah ... aduh ... " Anita berteriak saat tiba - tiba punggung nya terasa sakit.


" Kau tidak apa - apa sayang ? Tidur lah, kau harus beristirahat. " Perintah Hendra sambil membaring kan Anita di kasur.


" Aku tidak apa - apa ayah, punggung ku hanya terasa nyeri. " Sahut Anita.


" Apa perlu ayah panggil kan dokter ? " Tanya Hendra.


" Tidak perlu ayah, terima kasih. Sudah sedikit membaik. " Jawab Anita.


" Aamiin ... Semoga saja ayah. " Sahut Anita.


" Oya, kenapa ayah memesan kamar VIP untuk ku ? Bukan kah itu sangat mahal ? Aku tidak masalah dengan kamar kelas 2 atau pun 3. " Tanya Anita.


Hendra tersenyum dan menggenggam tangan Anita.


" Tidak masalah sayang, jangan dipikir kan. Ayah hanya ingin kau lebih nyaman dan leluasa, itu saja. " Jawab sang ayah.

__ADS_1


" Baiklah, terima kasih ayah. " Jawab Anita.


" Itu sudah kewajiban ayah sayang. " Ucap Hendra.


" Oya, ada satu hal lagi yang ingin ayah ceritakan padamu. " Sambung Hendra lagi.


" Apa itu ayah ? " Tanya Anita.


" Sepeninggal Sukma beberapa bulan lalu, ayah yang menggantikan nya memimpin perusahaan. Sebenar nya ayah sudah lelah bekerja didepan meja seharian, apalagi menjabat sebagai pemimpin. Itu sangat menguras waktu, tenaga dan pikiran ayah. Tapi ayah juga tidak bisa membiar kan perusahaan itu begitu saja hingga bangkrut. Ayah akan menjalan kan nya dan akan memberikan nya pada Dion saat dewasa nanti. Ayah hanya akan mengambil gaji ayah saja yang merupakan hak ayah. Jadi mungkin ayah tidak bisa slalu bersama mu sayang. Tapi ayah usahakan akan kemari setiap akhir pekan. Kau tidak masalah kan ? " Tanya Hendra.


" Iya ayah, tidak masalah. Anita bisa mengerti. " Jawab Anita.


" Terima kasih sayang atas pengertian nya. " Ucap Hendra.


Anita hanya mengangguk sambil tersenyum.


" Oya sayang, ada hal lain lagi. " Sambung Hendra dan Anita diam mendengar kan.


" Sekitar 7 tahun lalu ayah mendapat kan modal pinjaman dan membangun rumah makan sederhana dikota ini, ayah menyerah kan pada orang kepercayaan ayah untuk mengelola nya. Ayah hanya memantau nya dari kota ayah tinggal dan sesekali akan datang untuk mengontrol. Seiring berjalan nya waktu, rumah makan yang ayah bangun sudah berkembang menjadi sebuah restoran yang cukup besar. Kau ingat kan minggu lalu kau pernah datang ke restoran di jalan xxx ... bersama dengan Andy ? " Tanya Hendra.

__ADS_1


" Tentu saja Anita ingat. Restoran itu sangat besar dan mewah. Menu nya bervatiatif, rasa masakan nya sangat lezat, Pekerja nya juga ramah. Penataan interior dan eksterior nya juga bagus. Apalagi kolam ikan nya, sangat menenang kan. Oya, satu lagi ayah ... " Anita mendekat kan bibir nya di telinga Hendra dan Hendra pun mendengar kan ..... " Harga makanan nya sangat mahal. " Ucap Anita sambil berbisik di akhir kalimat nya, membuat Hendra terkikik geli.


__ADS_2