
Andy duduk dikursi depan meja pak Selamet sambil menunggu pak Selamet mengotak - atik laptop nya. Andy terlihat bosan, tangan kanan nya menyangga kepala nya yang menyandar diatas meja dan tangan kirinya memain kan pulpen pak Selamet yang tergeletak di meja.
Setelah menunggu agak lama ...
" Nah ... Akhir nya ... " Pak Selamet sengaja berteriak untuk mengaget kan Andy yang sedang melamun.
" Astaga ... Bapak ini mengagetkan saja. Ada apa pak ... Sudah selesai ya ... Bagaimana hasil nya ? " Tanya Andy saat tersadar dari lamunan nya.
" Sudah ... Coba kesini ... " Perintah pak Selamet.
Andy berdiri dan mendekati pak Selamet. Dia kemudian berdiri tepat dibelakang pak Selamet sambil sedikit menunduk memperhatikan layar laptop pak Selamet.
Pak Selamet memutar rekaman Video yang terjadi kemarin. Jam dilayar menunjukan pukul 13.45 dan toilet terlihat sepi.
" Dipercepat pak, kejadian nya sekitar pukul 14.30. " Ucap Andy.
Pak Selamet memepercepat durasi dijam yang diminta Andy. Dan Andy pun terlihat semakin menajamkan pandangan nya kelayar laptop.
Beberapa detik pertama toilet masih sepi, kemudian datang seorang siswi yang Andy tidak mengenal nya. Mungkin itu adik kelas nya, tebak Andy. Setelah lima menit siswi itu keluar dari toilet dan berpapasan dengan Anita tepat didepan pintu utama toilet. Anitapun kemudian terlihat masuk ditoilet kedua setelah pintu utama.
Toilet itu memiliki pintu utama atau pintu depan, dan didalam nya berjejer beberapa toilet yang masing - masing memiliki pintu lagi.
" Geser ke kanan sedikit pak ... " Ucap Andy saat pandangan mata nya menangkap sesuatu.
Pak Selamet menuruti nya.
Terlihat dilayar Vera bersama linda mendekati toilet. Linda berjaga di depan pintu utama toilet sambil celingukan menoleh kekanan dan kekiri, sedangkan Vera masuk kedalam dan berhenti ditoilet tempat Anita masuk tadi. Setelah itu Vera mengambil kunci gembok yang tergantung dikusen dan memasangkan nya ke pintu toilet Anita.
Setelah itu Vera dan Linda keluar dari toilet dan berdiri di bawah pohon tempat Andy duduk - duduk kemarin yang terletak persis di depan toilet.
Vera dan Anita terlihat sedang memperhatikan toilet yang tadi digembok nya sambil sesekali tertawa kemudian pergi begitu saja.
__ADS_1
Andy memperhatikan kejadian dilayar laptop itu dari awal sampai akhir. Mata nya membulat dan memerah, tangan nya mengepal menahan amarah. Kalau tidak sedang berada dikantor, mungkin Andy sudah menggebrak meja dengan keras.
Sebenar nya Andy memang sudah mencurigai Vera, tapi dia diam saja karena belum mendapatkan bukti nya. Dan kini saat Andy mengetahui semuanya, dia berniat untuk memberi Vera pelajaran karena telah menyakiti kekasih nya.
Pak Selamet memperhatikan Andy, dia tahu bahwa Andy sedang menahan amarah nya.
Pak Selamet mengenal Andy dengan baik. Meski Andy orang nya agak santai dan sedikit jahil. Tapi dikondisi tertentu dia akan sangat tegas dan bahkan cenderung nekat. Dia akan selalu berusaha melindungi orang yang disayangi nya.
Pak Selamet takut Andy akan membalas Vera dengan tangan nya sendiri dan membuat masalah baru.
" Ndy ... Bapak tau kamu sedang marah, yang dilakukan Vera memang sangat keterlaluan karena secara tidak langsung juga bisa mengancam nyawa.
Tapi bapak minta, jangan main hakim sendiri. Jika kamu melakukan nya maka kamu akan mendapatkan masalah baru. Serah kan semua nya pada bapak. Bapak akan melaporkan nya ke kepala sekolah dan bapak yakin Vera akan mendapatkan hukuman setimpal. " Ucap Pak Selamet menenangkan Andy sambil mengusap - usap bahu nya.
" Baik pak ... Andy percaya sama bapak. Mohon bantuan nya pak. " Ucap Andy.
" Tentu saja, itu sudah tugas bapak sebagai guru BK untuk menertibkan para murid. Apalagi perbuatan Vera ini bukan hanya kenakalan biasa tapi sudah masuk kriminal karena membahayakan orang lain. " Sahut pak Selamet.
" Jangan khawatir, bapak akan memastikan nya. " Ucap pak Selamet meyakinkan nya.
Andy khawatir Vera akan bebas dari tuduhan dan hukuman dengan kekuatan uang dan kekuasaan papa Vera.
Memang keluarga Vera tidak ada apa - apa nya dibandingkan keluarga Andy.
Papa Andy Bramasta wiratmaja merupakan CEO sekaligus pemilik dari wiratmaja group, perusahaan yang bergerak dibidang Real estate, perhotelan, pengadaan barang - barang produksi dan juga restoran atau kuliner. Bahkan keluarga Andy tercatat sebagai keluarga terkaya nomer satu dikota nya.
Tapi meski begitu, Andy selalu berusaha menyelesaikan semua masalah nya sendiri tanpa minta bantuan pada papa nya, apalagi dengan menggunakan uang dan kekuasaan yang dimiliki keluarga nya.
" Baiklah pak, kalo begitu terima kasih. Ucap Andy.
Pak Selamet hanya mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
Andy kemudian meminta ijin untuk mengcopy rekaman video nya dan menyalin di flashdisk nya.
Pak Selamet mengijinkan nya dan Andy pun pamit pulang setelah nya.
Pak Selamet pun ikut mengcopy video itu di flashdisk nya dan akan menunjuk kan nya pada kepala sekolah sebagai barang bukti esok hari.
Setelah selesai makan malam dan sholat isya' , Andy terlihat sedang bersantai dibalkon kamar nya.
Entah kenapa malam ini rasanya gerah sekali. Andi melepas kaos nya dan hanya mengenakan celana pendek saja. Dia duduk dikursi balkon sambil memegang ponsel nya.
Andy hendak menelpon Anita karena tadi sore belum sempat. Andy menekan kontak Anita cukup lama, tapi sama sekali belum ada jawaban.
" Apa Anita sudah tidur ya ... Tapi baru jam 19.30 tidak biasa nya tidur di jam segini. " Pikir Andy.
Dirumah, Anita terlihat sedang menutup toko ibunya. Sang ibu yang baru saja selesai sholat isya' berteriak memanggil Anita dari dalam rumah karena ponsel Anita terus saja berbunyi sedari tadi.
" Anita ... handphone mu bunyi dari tadi nak, seperti nya ada telpon ... " Teriak bu Rahmi dari dalam sambil melepas mukena nya.
" Iya bu ... Sebentar ... " Sahut Anita.
Setelah selesai menutup toko, Anita berlari masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar nya.
Anita meraih handphone nya yang sudah berhenti berbunyi, kemudian melihat nya dan tahu jika Andy yang tadi menelpon nya.
Anita tersenyum, kemudian balik menelpon Andy.
Andy sudah berpindah kedalam kamar karena diluar gerimis, dia sedang tiduran diatas sofa yang ada dikamar nya sambil membuka - buka medsos nya dan langsung mengangkat saat Anita menelpon nya.
" Halo sayang ... Assalamu'alaikum ... " Ucap Andy.
" Halo ndy ... Wa'alaikum salam ... " Jawab Anita.
__ADS_1
" Kenapa tadi lama ga dijawab sayang ? Kamu udah tidur ya ? Maaf ya ganggu. " Ucap Andy.