Sekelumit Asa

Sekelumit Asa
Usaha Cathy ...


__ADS_3

Cathy mencari Andy ke kamarnya, namun tak mendapatinya. Cathy melihat pintu balkon kamar Andy terbuka dan mendengar petikan gitar dengan suara merdu sang penyanyi nya yang dia yakini adalah Andy.


" Hi babe ... Merdu banget sih suaranya, nyanyiin lagu cinta yang romantis dong buat aku. " Ucap Cathy yang langsung duduk disebelah Andy tanpa permisi. "


" Yah nih anak, main nyelonong masuk kamar orang aja. Salam dulu kek, ketuk pintu dulu kek. Ga pernah makan bangku sekolahan ya ? Atau kamu pasti molor ya pas pelajaran PPKn, ngaku deh ? " Ucap Andy sewot.


" Apa itu PPKn ? " Tanya Cathy.


" Oh iya ya, di Jerman mana ada pelajaran PPKn. " Gumam Andy.


" Mau ngapain sih kesini ? " Sambung Andy.


" Besok pagi aku kan rencana mau keliling kota ini, nanti kamu anterin aku ya. Kamu kan pasti tahu tempat - tempat yang indah disekitar sini. Ke pantai misalnya , taman kota, zoo , museum juga boleh. Tapi agak siangan dikit ya, soalnya aku ga bisa bangun pagi. " Cerocos Cathy.


" Ngapain aku sih, ga ah yang lain aja. Aku ada kencan besok pagi. " Tolak Andy.


" Kencan ? sama siapa ? " Tanya Cathy.


" Ya sama pacar lah, masak iya sama mang ujang satpam depan. " Jawab Andy.


" Cewek yang direstoran kemarin ? " Tanya Cathy lagi.


" Hhemm ... " Andy menjawab dengan berdehem.


" But I only have three days here, you can date another time right ? please ... ( Tapi aku hanya punya waktu tiga hari disini, kamu bisa kencan lain waktu kan ? kumohon. ) " Bujuk Cathy.


" Sorry ... Aku ga bisa. Minta mama cariin tour guide aja napa sih, ribet amat. " ucap Andy.


" Tapi aku mau nya kamu yang nemenin. " Protes Cathy.


" Tapi aku nya yang ga bisa dan ga mau nemenin kamu, gimana dong ? " Ucap Andy terus terang, membuat Cathy yang keras kepala dan manja itu sedih.


" Kamu jahat banget sih. Hiks .. hiks .. hiks .. " Pekik Cathy sambil nangis.


" Yah ... Malah mewek nih anak. " Gerutu Andy.


" Gini aja deh, ntar biar aku minta bang Anto yang nemenin kamu. Dia juga hafal kok seluk beluk kota ini. Kamu mau minta dianterin kemana aja ga masalah. " Ucap Andy bernegosiasi.


" Bang Anto ? Siapa ? " Tanya Cathy.

__ADS_1


" Sopir nya papa. " Jawab Andy.


" What ? A driver ? " Teriak Cathy.


" Aduuh ... Berisik banget sih, sakit nih telingaku. Iya, sopir. Emang kenapa ? Dia juga masih muda dan ganteng kok, dan yg penting dia bisa nganter kamu kemana aja. Pokok nya dijamin aman dan ga nyasar deh. "


" No .. No .. No .. Mending aku ikut kamu aja ngedate. " Tolak Cathy.


" Ogah ... Ngapain juga ngedate bawa - bawa setan, gangguin aja. " Ucap Andy.


" Setan ! Kamu ngatain aku ? " Sahut Cathy marah.


" Siapa yang ngatain ? Kata pak ustadz ' kalo ada dua orang cewek dan cowok berduaan, maka orang ketiganya adalah setan '. " Ucap Andy sambil menirukan gaya seorang ustadz.


" Nah itu artinya, kalo kamu ikut berarti kamu itu setan. " Sambung Andy lagi.


" I don't care. Pokok nya besok aku ikut kamu. " Pekik Cathy.


" Bodo amat, keluar deh buruan. Aku mau tidur nih, udah ngantuk. " Usir Andy.


" Ngga, aku ngga akan pergi sebelum kamu bolehin aku ikut kamu. " Ucap Cathy yang kembali duduk di sebelah Andy setelah sebelum nya berdiri.


Andy pun segera menutup dan mengunci pintu setelah berhasil mengeluarkan paksa Cathy.


Cathy yang jengkel pun menendang pintu Andy dengan keras. Namun wajah marahnya seketika berubah menjadi senyum licik saat tiba - tiba diotaknya terbersit sebuah ide.


Cathy pun kembali ke kamar nya untuk tidur lebih awal.


Pagi harinya, Cathy yang biasanya bangun agak siang dan sarapan dikamar nya tiba - tiba bangun pagi dan sudah berdandan cantik. Dia terlihat sedang menuruni tangga dan hendak duduk di meja makan untuk ikut sarapan bersama.


" Tumben pagi - pagi udah cantik banget, kamu jadi pergi ? Sama siapa ? " Tanya Merry.


" Andy keatas dulu ya mah, mau siap - siap. Habis ini mau jalan sama Anita. " Pamit Andy menyela sebelum Cathy menjawab pertanyaan mamanya.


" Iya, titip salam ya buat Anita. Kapan - kapan suruh main kesini lagi. " Sahut Merry.


" Beres mah. " Ucap Andy yang kemudian berjalan menaiki tangga ke arah kamar nya.


" Tante, memang pacar Andy beneran pemilik restoran xxx yang waktu itu Cathy dan Andy datengin ya ? " Tanya Cathy di sela - sela makannya.

__ADS_1


" Iya, restoran itu milik ayahnya. Kenapa memangnya ? " Tanya Merry balik.


" No ... I think she is a poor girl. She looks like a waitress than the owner ( Tidak ... Kupikir dia itu gadis miskin. Dia lebih terlihat seperti pelayan daripada pemilik restoran. ) Masa pemilik restoran melayani tamu dan mengantarkan makanan, bukan nya itu tugas pelayan ? " Ucap Cathy.


" Hush ... Jangan asal ngomong. Ayahnya Anita itu seorang pengusaha, sama seperti Om Bram. Dia juga memiliki beberapa perusahaan yang masih berkembang dan Satu perusahaan besar milik mendiang istrinya yang juga saudara sepupu Om Bram. " Kata merry menjelaskan.


Merry mengetahui semua kisah Anita karena Andy sendiri yang menceritakan nya. Andy tidak mau kalau sampai mama nya mendengar kisah masa lalu Anita dari orang lain atau ada orang lain yang menjelek - jelek kan keluarga Anita.


" Ooh ... Orang kaya dong, tapi kok gaya nya kampungan banget. " Ucap Cathy.


" Menurut tante biasa aja, ga kampungan sama sekali. Dia hanya berpakaian sopan. Bedakan antara sopan dengan kampungan. " Sahut Merry membela Anita.


" Ya udah tante, I gotta go now. Bye ... " Ucap Cathy yang sudah menyelesaikan makan nya dan langsung nyelonong pergi.


" Mau kemana tuh anak ? " Gumam Merry.


Andy turun dari tangga dan menghampiri sang mama yang sedang menonton acara berita internasional diruang keluarga.


" Si uler keket kemana mah ? " Tanya Andy.


" Uler keket ? Mana ? Jangan nakut - nakutin mama deh, mana ada uler keket disini. " Sahut sang mama sambil menaikkan kedua kakinya keatas sofa karena takut.


" Ha .. ha .. ha .. ha .. ha .. Mama lucu banget sih, maksud Andy bukan uler keket sungguhan mah tapi Cathy. " Ucap Andy.


" Cathy ? Kenapa kamu panggil uler keket, ga sopan tahu. " Tegur sang mama.


" Sebenernya panggilan itu Anita yang bikin mah. Katanya sih karena Cathy kegatelen dan suka nempel - nempel sama Andy. " Ucap Andy sambil tersenyum membayangkan ekspresi cemburu Anita waktu itu.


*****


Hmm ... Kira - kira si uler keket kemana ya ? Apakah mencari rumah Anita ? Atau pergi ke restoran Anita ? Atau ... Pergi jalan - jalan diantar bang Anto ?


****


Hai readers semuanya ...


Ga kerasa udah bab 71 nih. Lika - liku author pemula, terkadang ga semangat nulis dan pingin nya cuma baca karya orang lain aja. Terkadang semangat nulis tapi buntu ga tau mau nulis apa.


Pasti ada yang ngalamin kayak gitu kan ?

__ADS_1


Nah ... Biar author semangat lagi minta tolong dukungan nya dan bantu like ya, makasih ...


__ADS_2