
Diteras rumah, Anita yang sudah berdandan cantik terlihat sedang duduk bosan menunggu kedatangan sang kekasih yang berjanji akan menjemputnya pukul 8 pagi, namun sudah pukul 08.40 masih belum juga terlihat. Entah sudah berapa kali dia melirik arloji yang melingkar ditangannya itu.
" Kemana sih Andy, tumben ngaret biasanya juga on time. Apa ga jadi karena terjadi sesuatu ya, tapi kenapa ga ngabarin. Ditelpon juga ga bisa. Huuh ..... " Batin Anita sambil membuang kasar nafas nya.
" Andy masih belum datang sayang ? " Tanya sang ibu mengagetkan Anita.
" Belum bu, mungkin tidak jadi karena terjadi suatu hal. " Jawab Anita.
" Apa dia tidak memberi mu kabar ? " Tanya Rahmi lagi setelah duduk disamping Anita.
" Tidak bu, ditelpon juga ga nyaut. " Jawab Anita.
" Mungkin masih dijalan sayang, tunggu saja sebentar lagi. " Ucap Rahmi.
" Iya bu, jika pukul 9 nanti masih belum datang mungkin memang tidak jadi. Anita akan berganti baju lagi setelah nya. " Sahut Anita.
" Oya, apa ayah jadi kesini nanti siang bu ? " Sambung Anita.
" Jadi, ayahmu ingin mengajak ibu berbelanja di mall bersama Dion juga. " Ucap Rahmi.
" Ciiieee .... Kencan nih ceritanya. Kenapa ga double date bareng Anita dan Andy aja ? " Tanya Anita.
" Hush ... Ngawur kamu. Ayah dan Ibu kan sudah tua. Sudah tidak pantas melakukan hal seperti itu. " Jawab Rahmi.
" Cinta itu tidak memandang usia bu. Ga peduli tua atau muda kalau saling mencintai ya sah - sah saja. Oya, kenapa ibu tidak menerima tawaran ayah untuk rujuk lagi ? Bukannya ibu masih mencintai ayah ? " Tanya Anita lagi.
" Ayahmu juga sudah berkali - kali menanyakan hal itu, tapi entahlah ibu masih ragu. " Ucap Rahmi sambil menunduk.
" Apa yang membuat ibu ragu ? Apa ibu masih sakit hati dengan perlakuan ayah dulu ? Apa ibu belum bisa memaafkan ayah sepenuhnya ? Atau ibu takut kejadian dulu akan terulang lagi ? " Tanya Anita penasaran.
" Bukan sayang. Semua sudah berlalu dan Ibu juga sudah melupakannya. Ibu juga sudah memaafkan ayahmu jauh sebelum kami bertemu dan dia meminta maaf pada Ibu. Apalagi Ayah mu juga sudah memberi penjelasan pada ibu dan sepertinya ayah mu sangat menyesalinya. " Jawab Rahmi.
__ADS_1
" Lalu apa yang masih membuat ibu ragu ? " Tanya Anita.
" Ibu dan ayahmu sudah semakin tua, apa pantas bagi kami yang setua ini untuk menikah lagi ? Dan apakah dengan menikah semua bisa kembali seperti dulu lagi ? Lalu apakah kamu juga akan bahagia jika ayah dan ibu bersatu lagi ? " Tanya Rahmi balik.
" Ibuku sayang ... Tidak peduli tua atau muda, semua orang berhak untuk bahagia. Tidak terkecuali ayah dan ibu. Kita juga tidak perlu kembali ke masa lalu. Susah ataupun senang, masa lalu tetaplah masa lalu. Sampai kapan pun kita tidak akan bisa kembali ke masa itu. Kita hanya perlu menjalani masa depan kita dengan sebaik - sebaik nya. Dan soal Anita ... Jika Ayah dan Ibu berbahagia, maka sudah pasti Anita akan ikut bahagia. " Ucap Anita sambil memeluk sang Ibu.
" Anak Ibu sudah dewasa ternyata, Ibu jadi merasa sedang dinasehati orang tua. " Sahut Rahmi sambil mencubit pelan pipi Anita.
" Ha ha ha ha ..... Ibu ini bisa saja, Anita kan masih SMA bu. " balas Anita.
Yang ditunggu - tunggu pun akhirnya datang. Andy memarkirkan mobil nya dihalaman rumah Anita, lalu keluar dari mobil dan berjalan kearah Anita dan Rahmi.
Anita memperhatikan Andy yang sedang berjalan mendekatinya. Andy mengenakan celana jeans biru, kaos putih dan kemeja lengan pendek berwarna biru muda yang digunakan sebagai outer. Ditambah sneaker putih, arloji hitam dan waistbag kulit berwarna coklat sebagai pemanis membuat Andy terlihat sangat tampan bagi siapapun yang memandangnya. Tak terkecuali Anita.
" Waah ... Ganteng sekali. Sudah sering bertemu kenapa hatiku masih saja deg - deg an terus setiap kali bertemu dengannya ya ? Apa jantungku bermasalah ? Atau jangan - jangan aku punya penyakit jantung lagi. Ah tidak tidak, mungkin aku hanya sedang gugup saja. " Batin Anita sambil memegang dadanya.
" Kamu kenapa nak ? " Tanya Rahmi.
" Ah Anita tidak apa - apa bu. " Jawab Anita.
" Wa'alaikum salam ... " Jawab Anita dan Rahmi bersamaan.
Andy pun menyalami tangan Rahmi dan mencium punggung tangan nya.
" Masuk dulu nak Andy, Ibu buatkan minum sebentar. " Ucap Rahmi.
" Andy langsung pamit saja bu mau mengajak Anita pergi, nanti keburu siang. Mampir nya nanti saja saat mrngantarkan Anita pulang. " Sahut Andy.
" Ya sudah kalau begitu, kalian hati - hati dijalan ya. " Ucap Rahmi.
" Iya bu, kami pergi dulu. " Sahut Andy berpamitan dengan Rahmi dan diikuti Anita.
__ADS_1
Mereka berdua pun berjalan kearah mobil setelah saling mengucap salam.
Andy membukakan pintu mobil untuk Anita, Anita pun masuk kedalam diikuti Andy yang berjalan memutari mobil dan duduk dibelakang kemudi.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
" Maaf ya sayang aku terlambat jemput. Tadi ada sedikit masalah dengan Cathy. " Ucap Andy.
" Memang nya kenapa dengan si uler keket ? " Tanya Anita penasaran.
Andy pun menceritakan kejadian yang dialaminya dengan Cathy tadi pagi kepada Anita.
" Kasihan juga ya Cathy, apa menurutmu kamu tidak terlalu keras padanya sayang ? " Tanya Anita.
" Menurutku sih tidak, aku menolaknya dengan halus dan berusaha untuk tidak menyakitinya. Lagipula memang ini yang seharusnya kulakukan sayang. Agar dia dia menyerah padaku dan tidak mengganggu hubungan kita, dan juga untuk menjaga hatinya agar tidak bertambah sakit kedepannya. " Terang Andy.
" Iya juga sih. Semoga saja dia tidak berlarut - larut dalam kesedihan dan bisa menerima semua ini dengan lapang dada." Ucap Anita.
" Kamu tidak cemburu dan marah sama Cathy ? Biasanya kan wanita suka marah dan dendam sama rival nya. " Tanya Andy.
" Kalau cemburu ya pastilah. Kamu kan juga lihat sendiri aku uring - uringan terus sewaktu direstoran kemarin karena liat si uler keket mesra - mesra an sama kamu. Apa coba kalau bukan cemburu namanya ? Tapi kalau marah, tidak juga sih. Aku tidak marah padanya. " Jawab Anita.
" Bagaimana bisa kau cemburu tapi tidak marah ? " Tanya Andy lagi.
" Eemmhh ... Sepertinya sedikit banyak aku mengerti perasaannya. Tumbuh bersama dengan mu sejak kecil sampai remaja membuat benih - benih cinta tumbuh dihatinya, dan dia terus saja memupuk nya tanpa tahu apakah kamu memiliki perasaan yang sama padanya atau tidak. Dia hanya sedang memperjuangkan cinta nya, meski aku tidak menyukai caranya yang manja dan ganjen itu.
Tapi jika setelah kau menolaknya dan setelah dia mengetahui tentang hubungan kita dia masih tetap belum menyerah dan masih tetap mengejarmu, maka itu perbuatan yang sangat tidak terhormat. Dan mungkin aku akan membencinya. " Jawab Anita.
" Gadisku ini bijak sekali sih dalam menyikapi hal, jadi makin gemesh nih. " Ucap Andy sambil mengusap - usap rambut Anita.
" Justru aku yang merasa bangga padamu. Terimakasih sudah menjaga hubungan kita dan terimakasih sudah jujur padaku. " Sahut Anita.
__ADS_1
" Tidak perlu berterimakasih sayang, karena itu semua adalah hal yang sudah seharusnya aku lakukan. " Sahut Andy yang kemudian menggenggam tangan Anita dan mencium punggung tangannya.
Anita pun tersenyum malu mendapat perlakuan manis dari Andy.