Sekertaris Cantik

Sekertaris Cantik
prolog


__ADS_3

Namaku Angela putri Irawan, putri tunggal dari pasangan Andri Irawan dan putri pangestu Irawan. aku baru saja menyelesaikan pendidikan disalah satu universitas swasta didesaku, aku sangat bahagia karna aku lulus dengan nilai yang cukup tinggi itulah yang membuat ayah dan ibuku bangga padaku, aku berencana untuk pergi ke kota mencari pekerjaan. Ayahku yang hanya bekerja sebagai petani dan ibuku hanya ibu rumah tangga membuat aku ingin pergi bekerja ke kota. Karena kata tetanggaku gaji di kota sangatlah besar. awalnya Ayah dan ibuku tidak memberi izin untuk aku pergi ke kota karena kata mereka kehidupan di kota itu sangatlah keras, itulah yang membuat ayah dan ibuku tak memberi izin kepadaku untuk pergi kekota dan kata mereka , mereka tak ingi aku mengalami hal yang tidak diinginkan bila kekota, tapi karna kegigihan ku ingin pergi mencari pengalaman di kota, aku merayu ayah dan ibuku agar mengizinkanku pergi. pada malam hari disaat kami selesai makan malam aku memberanikan diri untuk bicara tentang keinginanku pada ibu dan juga ayah.


"ayah ibu aku ingin mencari kerja kekota"


" tidak boleh" kata ibuku sambil meminum air yang ada di gelas di hadapannya


"Bu ayolah aku bisa menjaga diri selama di sana" kataku sambil memeluk ibuku.


"ibu sangat khawatir jika kamu sendirian di kota nak" kata ibu sambil menggenggam tanganku erat.


"ayah juga sangat khawatir jika membiarkanmu sendiri di kota nak" kata ayah sambil melihatku dan ibu yang berpelukan

__ADS_1


"tenang saja yah disanakan ada putri yang akan bersama denganku" kataku yang meyakinkan ayah dan ibu.


"tetap saja ayah dan ibu khawatir nak, ayah dan ibu takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan terjadi padamu" kata ibu sambil meneteskan air mata, aku yang melihat ibu meneteskan air mata tidak melanjutkan perdebatan kami.


"jangan menangis bu, aku tidak akan membahas soal ini sekarang, tapi aku mohon kalian mempertimbangkannya kembali"kataku dengan mimik wajah kecewa


"aku hanya ingin mandiri dan mencari pengalaman" lanjut ku sambil berdiri menuju kamarku


"ibu juga tidak tau yah" terlihat sangat jelas wajah kedua orang tua angel bingung. disisi lain Meraka takut anak gadis satu satunya kenapa Napa di satu sisi mereka juga tidak tega melihat wajah anak mereka kecewa.


"apa kita beri izin saja ya yah" tanya ibu padah ayah Andri

__ADS_1


"ayah terserah ibu saja, ayah percaya sama keputusan yang ibu ambil" jawab Aya Andri


"ya sudah besok kita beritahu anakmu yang keras kepala itu yah, sekarang kita tidur saja"


"Bu,Bu, anak ayah anak ibu juga hehehe" jawab ayah Andri sambil geleng geleng


" iya ya hehehe, ya sudah kita tidur saja sekarang, besok baru kita beritahu padanya" kata ibu putri pada ayah Andri sambil menarik selimut sebatas dada dan membenarkan kepalanya di bantal yang disusul oleh ayah Andri disampingnya dan merekapun tertidur


lain halnya dengan angel yang tak dapat memejamkan matanya karena kepikiran dengan keputusan yang akan ibu dan ayah ambil karena dia ingin sekali pergi kekota untuk menambah pengalamannya dan ingi hidup mandiri yang apa apa akan dilakukannya sendiri tanpa campur tangan kedua orang tuanya.


"semoga saja ayah dan ibu memberi izin untuk aku pergi" tanpa dirasa matanya terpejam

__ADS_1


__ADS_2