Sekertaris Cantik

Sekertaris Cantik
Hot News


__ADS_3

Acara tiup lilin pun telah di mulai, Inka memperhatikan sebagian tamu undangan yang membawa kado untuk Putri membuatnya berinisiatif untuk mencari kado. Karena Naren datang ke acara ulang tahunnya tanpa membawa apapun.


'Semua perempuan pasti menghadapkan kado dari mereka yang datang, aku harus mencari kado di mana? Aku harus keluar dulu,' batin Inka.


Inka terburu-buru keluar dari gedung itu, berjalan memperhatikan setiap toko, berharap ada toko yang menjuak barang brand tetapi dugaan inka salah.


Tidak ada satu pun toko yang menjual barang yang bagus, hanya di ujung ada penjual bunga yang sangat indah. Membuat Inka memutuskan untuk membeli sebuket bunga mawar, Ia berlari menuju toko itu.


Setelah transaksi terjadi, Ia kembali masuk ke dalam gedung, melihat Naren sedang mengobrol dengan Putri membuatnya cepat-cepat memberikan bunga itu.


"Tuan, bunga nya tadi tertinggal di mobil. Maaf saya baru mengingatnya," ucap Inka memberi kode kepada Naren.


Naren yang awalnya bingung, mendapat kode dari Inka langsung mengerti dan berpura-pura lupa.


"Astaga, kau benar sekali. Aku hampir lupa jika membawa bunga," sahut Naren.


Putri terlihat sangat gembira melihat pria yang sangat di idam-idam kan membawakan sebuket bunga mawar untuknya. Berita ini menjadi tranding topik di seluruh sosial media, bahkan sampai Alexa pun mengetahui nya.


Acara pesta pun selesai, Naran dan Inka pulang meninggalkan pesta itu. Mereka keluar bersama dan masuk ke dalam mobil, Inka yang tidak sempat makan dari siang, membuat perutnya terus berbunyi.


"Apa kau lapar?" tanya Naren.


Inka menoleh ke arah Naren sambil memegang perutnya.


"He ... he, iya tuan," jawab Inka.


Naren menepikan mobilnya ke salah satu resto yang cukuo terkenal. Mereka pun memesan makanan.


"Kau bekerja sangat keras hari ini, pilihlah menu kesukaan mu," tawar Naren.


Inka yang merasa senang, di traktir oleh bosnya. Merasa urat malunya telah hilang, tidak ada rasa malu di dalam hati nya. Yang ada di pikirannya adalah makan, makan dan makan.


Inka memesan beberapa makanan yang dia sukai, saat makanan itu datang. Naren terheran-heran melihat porsi makan Inka cukup banyak.


"Apa semua ini akan habis?" tanya Naren.


"Tentu tuan, aku sangat lapar. Butuh asupan nutrisi yang banyak," jawab nya tanpa ragu.


Naren pun hanya bisa menganggukan kepalanya, melihat Inka makan dengan cepat membuatnya tersenyum. Ia merasa dia wanita yang sangat berbeda dari yang lain, keluguannya membuat Naren merasa nyaman.

__ADS_1


Inka dengan cepat menghabiskan semua makanan yang di pesan, sampai suap terakhir. Akhirnya perutnya sudah tidak berbunyi lagi, semua cacing sudah mendapag jatahnya.


Tidak lupa Inka pun tanpa sengaja, mengeluarkan suara naganya. Membuat Naren langsung menutup mulutnya, Inka yang menyadari jika sedang makan dengan bosnya membuat ya langsung menutup mulut.


"Maafkan aku tuan, aku kelepasan," ucap Inka.


'Kenapa aku sampai tidak kontrol seperti ini sih,' batin inka sambil menukul mulutnya.


Naren hanya menggelengkan kepalanya, mereka akhirnya pulang, melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"Di mana rumah mu?" tanya Naren.


"Di Jalan Flamboyan No 14 tuan, dekat dengat Asro Mobil," jawab Inka.


"Baiklah," jawab Naren.


Inka yang memeperhatikan jalan menuju arah rumahnya, membuat Inka menatap Naren.


"Tuan, ini kan jalan ke rumah saya?" tanya Inka.


"Aku akan mengantar mu," jawab Naren.


"Jadi, mau naik taksi?" tanya Naren mulai pelan melajukan mobilnya.


Dengan cepat Inka menggelengkan kepalanya, membuat Naren langsung melaju dengan cepat. Inka hampir saja terjatuh karena Ia tidak menggunakan sabuk pengaman.


Sampai di depan rumahnya, Inka pun memutuskan keluar dari mobil tak lupa Ia mengucapkan terima kasih kepada Naren. Dan mobil pun langsung menjauh dari hadapannya.


Inka berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan hati-hati, Ia takut membangunkan kedua orang tuanya. Saat membuka pintu, Ia di kagetkan dengan Rosida yang memperhatikan nya sedari tadi di luar.


"Siapa yang mengantar mu? Apa dia pacar mu?" tanya Rosida.


"Astaga, Ibu ... mengagetkan ku saja," ucap Inka.


"Hei, jawab dulu pertanyaan Ibu, siapa pria yang menggunakan mobil mewah itu? Apa dia pacar mu? Ayo katakan!" desak Rosida.


"Dia bos ku, kami baru saja menghadiri acara pesta ulang tahun klien bos ku, jadi pulangnya larut malam. Makanya dia mengantar ku pulang," jelas Inka.


"jarang-jarang seorang bos mau mengantar sekretarisnya pulang, atau dia menyukai mu?" ucap Rosida.

__ADS_1


"Sudah lah, jangan bicara yang tidak-tidak. Sesuatu yang tidak mungkin itu akan mustahil terjadi, sudah lah bu aku ngantuk mau tidur," ucap Inka.


"Kan hanya berandai-andai, tapi kalo itu beneran ya alhamdulilah, artiya aku akan mendapatkan menantu yang kaya raya," gumam Rosida masih di dengar Inka.


"Ibu! Sudah jangan berhayal," seru Inka.


Inka langsung masuk ke dalam kamarnya, begitu pula dengan Naren yang baru sampai mansion langsung membersihkan tubuhnya dan segera untuk tidur. Ia teringat dengan Inka yang makan denga lahap, membuatnya tersenyum.


Tidak ingin larut dari lamunannya, Naren langsung mematikan lampunya dan tidur.


Merasa sangat kenyang, Inka pun langsung mandi dan merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya yang empuk. Ia membayangkan saat makan dengan tuannya.


'Banyak orang mengatakan dia pria yang kasar dan tidak punya hati, tapi kali ini aku melihat dia sangat berbeda dari ucapan banyak orang. Ternyata merema hanya melihat dari covernya tidak tahu sesungguhnya tuan Naren seperti apa, aku hampir tidak bisa membayangkan jika menjadi dirinya,' batin Inka.


"Astaga, aku ini sedang memikirkan apa sih? Sudah lah aku mau istirahat," gumamnya langsung memejamkan matanya.


Malam yang sangat membuat bingung antara dua instan yang sedang di mabuk rasa penasaran dari sifatnya masing-masing, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, ketika hati sudah bertanya tentang dia maka otak akan terus membayangkan semua yang dia lakukan.


Alexa yang merasa kesal dengan berita yang beredar di sosial media, Ia mengepalkam tangannya dan mencari perempuan yang mengadakan pesta.


Berita yang beredar di seluruh jagat raya.


Hot news.


"pengusaha tampan tengah menghadiri pesta ulang tahun seorang putri dari perusahaan X, aksi romantisnya membuat semua tamu undangan yang hadir di pesta itu merasa sangat diri dengan Putri, yang di beri sebuket bunga olehnya."


Inka yang baru saja bangun dari tidurnya karena berkali-kali Rosida mengetuk pintunya. Membuatnya sangat kaget, Ia pun dengan rasa kesal bangkit dari tidurnya dan membuka pintu kamarnya.


Rosida langsug menarik tangan Inka untuk mendengar begita di pagi hari. Inka yang menganggukan kepalanya, merasa berita itu tidam penting.


"Apa itu pacar dari bos mu?" tanya Rosida.


"Bukan, dia hanya teman klien bos ku," jawab Inka dengan malas.


"Syukurlah, artinya dia masih berkesempatan me jadi menantu ku," celetuk Rosida membuat Inka langsung menatap sang Ibu.


"Ibu! ...."


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2