Sekertaris Cantik

Sekertaris Cantik
Kesibukan yang hakiki


__ADS_3

Naren yang baru sampai di kantornya kembali, memasuki ruangannya, melihat Inka yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Di mana teh ku?" tanya Naren.


Inka menoleh ke arah sumber suara, melihat pria di hadapannya adalah bosnya membuat Inka kaget.


"Teh tuan sudah saya bereskan, saya pikir tuan tidak akan meminumnya," jawab Inka.


Naren langsung duduk, membuat Inka merasa tidak enak hati. Dan bangkit dari duduknya, Ia mendekati meja Naren.


"Saya buatkan teh lagi ya tuan," ucap Inka.


"Tidak usah," sahut Naren.


Melihat raut wajah tuannya yang kesal, membuat Inka langsung memberikan tab nya kepada Naren. Ia mengatakan jika ada 3 rapat yang harus di hadiri.


"Tuan, rapat hari ini harus di hadiri oleh tuan karena tamu dari luar negri akan segera landing. Dan rapat di akan pukul 14.00 setelah makan siang," jelas Inka.


"Ada lagi?" tanya Naren menatap Inka.


"Pukul 16.00 rapat di luar jam kantor, pukul 20.00 anda harus menghadiri pesta ulang tahun Putri pemilik perusahaan X," jelas Inka.


"Baiklah, ada lagi?" ucpa Naren.


"Ada tuan," kata Inka.


"apa itu?" tanya Naren.


"Kenapa tuan meletakan meja saya di dalam ruangan tuan, saya merasa canggung tuan. Maaf jika saya lancang," tanya Inka.


"Besok ruangan mu akan pindah seperti semula, kau tenang saja," celetuk Naren dengan nada dinginnya.


Merasa tidak enak hati, Inka pun kembali duduk dan merasa menyesali perkataannya yang membuat mood bos nya memburuk.


Tidak mau berlarut dalam pikirannya, Inka pun kembali memeriksa jadwal untuk keesokan harinya, hari sudah menunjukan waktu istirahat.


Inka merasa sangat lapar tetapi tidak berani keluar ruangan terlebih dahulu sebelum tuannya terlebih dahulu, terlihat dirinya sangat gelisa karena perutnya terus berbunyi dan bernyanyi.


'Astaga, kenapa tuan ini tidak keluar untuk makan siang? Apa dia tidak lapar? Aku hampir mau mati karena menahan lapar,' batin Inka.

__ADS_1


Naren yang sedang sibuk dengan leptopnya, seketika menutup leptop itu, dan bangkit dari duduknya. Inka yang melihat bosnya bangkit Ia pun langsung berdiri.


Naren keluar tanpa menoleh ke arah Inka, Ia bertemu dengan Robi yang sudah menunggunya di luar.


Inka memastikan Naren dan Robi sudah semakin menjauh membuat Ia keluar juga dari ruangan dan menghembuskan napasnya dengan lega.


"Akhirnya aku bisa makan siang," gumam Inka berjalan menuju kantin kantor itu.


Inka memesan makanan yang cukup banyak, membuatnya langsung menyantai makanan itu. Ia tidak memperdulikan sebagian karyawan wanita yang sedang makan di tempat itu, mulai bergunjingkan dirinya.


"Dia sekretaris baru bos kita kan? Dia memang cantik tapi cara makannya seperti sumo."


Suara gunjungan itu di ikuti dengan tawa yang membuat Inka menoleh ke arahnya, membuat mereka langsung terdiam.


"Dasar wanita tidak punya kerjaan, memangnya kenapa jika aku makan dengan porsi besar? Tapi badan tetap saja langsing," gumam Inka.


Tiba-tiba Yogi meletakan nampan makanannya di atas meja Inka, membuatnya menoleh ke arah Yogi.


"Aku juga sangat lapar," kata Yogi.


"Duduk lah, mari makan berasama," ucap Inka.


"Kau benar, aku hampir tidak bisa bernapas, ingin ke kamar mandi saja harus ku tahan, entahlah aku bingung dengan bos satu itu," sahut Inka.


Mereka berbincang cukup lama, terlihat akrab dengan Yogi. Membuat Inka tertawa sampai hampir menangis, mendengar cerita konyol yang di ceritakan Yogi membuatnya terus tertawa.


Naren yang mencari Inka tidak ada di dalam ruangan, membuatnya memeriksa CCTV. Melihat Inka berada di kantin, Naren pun langsung menyusulnya.


Yogi yang melihat dari kejauhan, Naren berdiri dengan tatapan dingin membuatnya langsung terdiam. Inka yang melihat wajah Naren terlihat sangat tenang, membuatnya langsung menoleh ke arah belakangnya.


Bertapa terkejutnya Ia menoleh ke belakang, membuat Inka kembali ke posisinya.


'Apa dia mencari ku? Ini kan jam makan siang? Sial!,' batin Inka tak sempat menghabiskan makanannya.


Inka terburu-buru minum dan langsung bangkit dari duduknya meninggalkan Yogi. Ia menekati Naren dan mereka meninggalkan kantin.


"Tuan maafkan saya, tidak meminta izin untuk makan di kantin," ucap Inka.


Tidak mendapat jawaban dari Naren, terlihat wajahnya kesal dengannya, membuat Inka berusaha untuk membuat Naren tidak marah. Tetapi dia bingung harus melakukan apa.

__ADS_1


Inka tak mau ambil pusing, Ia memeriksa tabnya dan menghubungi Robi yang akan ikut di dalam rapat itu, Inka memeriksa ruang rapat dan team yang akan tergabung di dalam rapat. Dengan teliti, akhirnya semua persiapan telah siap.


Inka berjalan menuju ruangan Robi, untuk mengonfirmasikan bahwa ruang rapat telah siap.


Menatap jam pukul 14.00 siang, Robi yang menyambut tamu dari luar negri sedangkan Inka menghadap Naren.


"Tuan, tamu kita sudah hadir dan semuanya sudah siap. Anda di hadap untuk segera menghadiri rapat," ucap Inka.


"Kau juga ikut dengan ku," sahut Naren.


Inka yang terkejut dengan ucapan Naren, hanya mampu mengatakan Ia dan mengikuti bosnya dari belakang.


Rapat pun di mulai dengan suasana yang snagat menegangkan, Ini pertama kalinya Inka mengikuti rapat, karena selama menjadi sekretarisnya Ia belom di izinkan untuk bergabung di dalam rapat.


Rapat berjalan dengan lancar, mereka semua saling berjabat tangan dan melanjutkan tanda tangan kontrak kerja. Selesai rapat, Inka melihat jam yang ternyata sudah pukul 16.15, dengan cepat Ia memeriksa lokasi tempat rapat kedua akan di laksanakan.


Inka langsung memasuki ruangan Naren dan menuju ruangan khusus yang di dalam nya terisi semua pakaian dan perlengkapan yang di butuhkan Naren.


Inka masuk ke dalam ruangan itu, mencari pakaian yang akan di gunakan Naren di dalam rapat kedua, semua sudah di siapkan dengan Inka.


Naren yang masuk ke dalam, membuatnya langsung mengganti pakaiannya. Meresa sudah siap, Inka langsung berjalan keluar kantor bersama Naren.


Inka terlihat sangat sibuk, sampai hampir melupakan siapa dirinya.


Rapat kedua pun akhirnya berjalan dengan lancar dan kontrak pun telah di tanda tangani, saat ini mereka berada di dalam mobil, mereka akan kembali ke mansion.


Untuk menghadiri acara pesta ulang tahun seorang Putri pemilik perusahaan X, Inka menyiapkan stelan jas dan dasi, membuatnya pun harus ganti pakaian dengan gaun.


Mereka menghadiri acara ulang tahun itu, semua orang yang menatap Naren sangat terkesimak akan ketampanannya, lesungnya membuat ketampanannya semakin sempurna.


Inka hanya sebagai sekretaris pribadinya hanya bisa mengawasi bosnya dari jauh, saat Naren sedang berbincang dengan klien ny.


Acara tiup lilin pun telah di mulai, membuat Inka kebingungan karena Naren datang ke acara itu tidak membawa apapun. Membuat Inka keluar dari gedun, Ia berlari mencari penjual yang bisa di gunakan untuk kado.


Terlihat di ujung penjual bunga, membuat Inka langsung mendekatinya dan memberli bunga dengan hiasan yang sangat unik.


Berulang kali mengatur napasnya karena Ia terus berlari, sampai kembali ke dalam gedung itu. Ia melihat Naren sedang mengobrol dengan Putri yang berulang tahun, Putri menatap Naren dari ujung kaki sampai ke atas membuatnya berhadap, bahwa Naren memberika kado yang romantis untuknya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2