Sekertaris Cantik

Sekertaris Cantik
Salah Paham 2


__ADS_3

Melihat Inka yang langsung naik ke dalam taksi tanpa memperdulikannya. Taksi itu melaju lebih cepat dari kejaran Naren.


"Inka!"


Teriakan Naren tidak di dengae oleh Inka, taksi itu terus melaju menjauh dari pandanga Naren.


Naren langsung teringat jika dirinya harus menemui Alexa, dengan cepat ia masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Naren tidak memperdulikan jalanan, yang ada dipikirannya adalah menemui Alexa dan menjelaskan semua agar tidak ada salah paham.


Sampai di rumah Alexa, mobil Naren langsung terparkir tepat di depan pintu masuk.


Naren memencet bel rumah Alexa, Alexa pun membukakan pintu itu, ia sangat terkejut dengan kedatangan Naren.


"Naren!" panggil Alexa dengan wajah terkejut.


"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Naren.


Alexa pun menganggukan kepalanya, mereka berbicara di taman dekat rumah Alexa. Alexa terlihat senang melihat Naren datang menemuinya.


"Ada apa kau datang kemari?" tanya Alexa.


"Aku tidak menyetujui perjodohan ini, aku ingin membatalkannya, pada dasarnya kita memang kita saling mencintai, aku menganggapmu sebagai teman, itu saja. Aku harap kau dan orang tuamu memahami ini semua," jawab Naren.


Penuturan Naren membuat Alexa hati Alexa sangat hancur, ia terlihat sangat sedih.


"Apa maksudmu, apa alasan kau membatalkan perjodohan ini?" tanya Alexa.


Naren menatap Alexa, terlihat matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Aku tidak mencintaimu, aku mencintai wanita lain, aku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak aku cintai. Ku mohon mengertilah, dari awal aku hanya menyukaimu sebagai teman, itu saja tidak lebih," jawab Naren.


Hati Alexa seperti tersambar petir, terasa sangat sakit sampai ia susah bernapas. Air matanya menetes begitu saja tanpa ia sadari.


"Tapi aku mencintai mu, sampai kapanpun aku akan tetap mencitaimu! Apa kau tidak tahu, ayahmu sangat setuju denganku, bahkan keluarga besarku mau menerimamu dan senang jika kita bisa menikah, kenapa tiba-tiba kau membatalkan semua ini," ucap Alexa.


"Dari awal memang aku tidak mengetahui perjodohan ini, aku punya pilihan sendiri, jadi ku mohon hargai keputusanku. Kita tidak bisa bersama, untuk apa kita menikah jika tidak di dasari cinta, untuk apa?" sahut Naren.


Alexa menangis ketika mendengar semua yang diucapkan Naren, baginya sangat menyakitkan. Ia berlari meninggalkan Naren yang masih berdiri di taman.


Alexa menangis sambil berlari masuk ke dalam kamarnya.


Naren tak mampu mencegahnya, ia memandangi Alexa yang semakim jauh dan tidak terlihat.

__ADS_1


Ayah dari Alexa melihat pertengkaran antara Naren dengan anaknya.


"Apa kau membuat putriku menangis?" tanya pak Edo, membuat Naren menoleh ke arah sumber suara.


"Maafkan saya pak, saya mengatakan yang sejujurnya, bahwa saya tidak mencintai putri Bapak. Kami hanya berteman, saya menyayanginya karena dia teman baik saya, sampai saat ini saya tidak bisa mencintainya," jawab Naren.


"Putriku adalah wanita yang sangat ambisi, ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan kemauannya, saya harap kamu lebih bijak dalam memutuskan sesuatu," ucap Pak Edo.


"Lalu bagaimana dengan saya dan pasangan saya, saya telah mencintai wanita lain, saya harap Pak Edo bisa mengerti posisi saya, permisi," sahut Naren, pergi meninggalkan Pak Edo.


Naren langsung masuk ke dalam mobil, ia langsung pergi kerumah asistennya.


Mobil masuk ke area parkiran rumah Robi, Robi yang saat itu belom tidur melihat suara mobil dan cahaya lampu mobil yang hampir tempus masuk ke dalam rumahnya, membuatnya langsung melihat di balik jendela.


"Mobil Tuan Naren? Ada apa dia malam-malam ke sini," lirih Robi.


Robi langsung membuka pintu rumahnya, melihat wajah Naren yang terlihat sangat kusut.


"Tuan, apa yang terjadi?" tanya Robi.


"Boleh aku masuk," jawan Naren.


Robi langsung mempersilahkan Naren masuk dan Naren langsung duduk di lantai bawah, lantai yang biasanya untuk makan dan minum soju bersama Robi.


Robi pun seolah mengerti jika Naren sedang dalam masalah, ia langsung memberikan 2 botol soju berserta gelasnya.


Naren langsung meneguk satu kelas kecil soju.


"Apa anda sedang dalam masalah Tuan?" tanya Robi.


Naren menatap Robi.


"Aku sempat memgungkapkan perasaanku terhadap Inka, tetapi Putra menghancurkan semuanya, ia mengatakan kepada Inka tentang perjodohan ku dengan Alexa, kesalahpahaman ini membuat Inka pergi begitu saja," jawab Naren.


Naren terus meminum semua soju yang di sediakan Robi, pikirannya sangat kacau.


"Apa Tuan sudah menjelaskan pada Inka?" tanya Robi.


Naren yang mulai sempoyongan, memggelengkan kepalanya.


"Beri aku soju lagi," pinta Naren.


Hampir 8 botol soju di habiskan oleh Naren.

__ADS_1


"Aku sangat membenci perjodohan ini, bahkan aku sudah membatalkan semuanya, tapi Alexa tetap ingin perjodohan ini berlanjut, aku harus bagaimana. Beri aku solusi," ucap Naren menarik kerah baju Robi, tak lama ia hambruk diatas meja.


Berbeda dengan Inka yang nangis tersendu-sendu.


Setelah pulang dari rumah Naren, Inka masuk ke dalam rumah, melihat semua orang sudah tertidur. Membuat Inka langsung membersihkan diri dan masuk ke dalam kamarnya, ia menanis sejadi-jadinya.


Hatinya terasa sangat sakit ketika Putra mengatakan jika Naren sudab di jodohkan dengan wanita lain.


Ingatan itu membuat Inka kembali menangis.


"Aku sudah menduganya, ini akan menyakitkan. Kenapa aku sangat bodoh, kenapa?" kesal Inka.


Merasa lelah, Inka membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia kembali mengingat semua kenangan bersama Naren, membuatnya terus menangis.


"Rasanya sakit ... sampek ke ubun-ubun, kenapa dia tega mempermainkan hatiku, kenapa aku harus mengenalnya," oceh Inka.


Terlalu lelah menangis sampai akhirnya matanya pun bengkak, membuat Inka langsung tertidur pulas, ia tidur menggunakan headset sampai pagi, Inka tidak menyadari jika sudah menunjukan pukul 12.00wib, ia tetap memejamkan matanya.


Rosida pun tidak menyadaei jika Inka berada di dalam kamar, ia mengira Inka sudah berangkat kerja.


Di kantor.


Naren pun tidak masuk kerja lantaran iya mabuk berat dan masih tertidur, sama hal dengan dengan Inka yang masih tertidur.


Robi ke kantor tanpa Naren. Ia menghendle semua metting pada klien. Sampai akhirnya ia selesai metting, Robi melihat Alexa sedang duduk manis di ruangan Naren.


Robi pun masuk ke dalam, untuk memberitahu Alexa jika Naren tidak ada di dalam ruangannya.


"Maaf Nona, Tuan Naren tidak ada di dalam ruangan. Beliau tidak masuk kerja," ucap Robi.


"Lalu di mana dia? Apa dia tidak pulang ke rumah? Lalu sekertarisnya kemana, aku ingin menemuinya" tanya Alexa.


"Nona Inka pun tidak masuk kerja, mungkin dia sakit," jawab Robi.


"Kenapa bisa dalam waktu yang bersamaan," ucap Inka.


"Mungkin pas kebetulan aja Nona, apa anda ingin minum teh atau kopi, biar saya buatkan?" tanya Robi.


Alexa memperhatikan meja Inka dari dalam ruangan Naren, meja itu terlihat kosong.


Tak lama, Alexa pun pergi meninggalkan ruangan tanpa berbicara apapun kepada Robi.


Robi langsung kembali ke dalam ruangannya.

__ADS_1


"Kemana perginya Inka? Telponya tidak aktif."


BERSAMBUNG....


__ADS_2