
sesampainya di kantor Axel memberikan belanjaannya pada Samuel
" nih yang loh minta"
" ini loh yang pilih" tanya Samuel melihat baju tersebut
" kenapa Lo ngga suka" tanya Axel
" boleh juga selera Lo"
" bukan gue yang pilih, tadi gue ngga sengaja ketemu dengan temannya angel dibawah" jelas Axel pada Samuel
" teman angel? siapa?" tanya Samuel mengerutkan dahi
"putri yang bekerja di bagian marketing"
" oh gue baru tau itu anak ada temannya disini"
" sudah! gue balik keruangan gue" Axel pun melangkah keluar dari ruangan Samuel tapi belum sampai ia di pintu ia pun berbalik
dan menatap tajam Samuel yang ditatap pun bertanya
" apa" tanya Samuel sewot
" jangan lupa bonus gue"
__ADS_1
" gila sama gue perhitungan banget Lo" jawab Samuel tak habis pikir dengan sahabatnya ini
" bukan perhitungan tapi gue merelakan harga diri gue Lo tau"
" apa hubungannya beli baju dengan harga diri Lo" tanya Samuel tak habis pikir
" Lo ngga tau aja gara gara itu baju gue dimarahi bawahan karena itu baju, mau ditaroh dimana muka gue, gue kayak anak sekolah dasar yang dimarahi ibunya, pokoknya gue ngga mau tau pokoknya bonus gue harus Lo transfer sekarang" jelas Axel panjang lebar " cepetan" lanjutnya kesal
" astaga dosa apa gue diberi sahabat yang suka memeras sahabatnya sendiri seperti dia" kata Samuel sambil mengambil benda pipih yang ada di atas meja dan membuka m- baking nya
" udah, Lo cek tuh, udah gue transfer" kata Samuel sambil memperlihatkan nominal yang telah ia transfer
" gila Lo kira gue anak sekolah dasar Lo kasih lima puluh rebu" axel membulatkan matanya melihat angka yang telah ditranfer Samuel
" Lo itu emang ya, bos di perusahaan ternama banyak uang tapi pelitnya bukan maen, gue nyesel beliin Lo baju" axel pun meninggalkan Samuel dengan raut wajah kesal
" hahahaha lucu banget wajahnya kalau kesal begitu haha" sepeninggalan Axel Samuel pun melepaskan tawa yang dari tadi telah di tahannya melihat wajah Axel yang kusut kaya baju belum disetrika.selepas Axel pergi dari ruangannya Samuel berjalan keluar ruangan menuju ruangan angel. sementara angel fokus pada layar yang ada dihadapannya
" ini buat kamu" Suara Samuel mengagetkan angel
" astaga bapa saya kira siapa, bisa tidak kalo masuk ketok pintu dulu saya kan jadi kaget, kalau saya jantungan terus meninggal disini bapak mau tanggung jawab"jawab angel kesal karena keterkejutannya pada kehadiran Samuel dibelakangnya karena saking seriusnya ia tidak mendengar jika Samuel masuk keruangannya
" terserah saya , saya kan bos disini, kalau kamu meninggal ya tinggal kubur begitu saja di bikin repot" jawab Samuel enteng
" bapak kira saya hewan yang kalo mati tinggal kubur"
__ADS_1
" yang bilang kmu hewan siapa"
" astaga bicara sama bapak bikin pusing saya saja"
" sudah saya tidak punya waktu ngobrol sama kamu, ganti baju kamu kita berangkat sekarang sebelum jalanan macet" perintah Samuel
" yasudah saya ganti baju dulu, silakan bapak Samuel yang terhormat keluar dari ruangan saya"
" kamu usir saya"
" bukannya begitu bapa, sayakan mau ganti baju tidak sangat etis bapa berada disini, atau jangan jangan bapak ingin mesum ya"
" siapa juga yang selera dengan kamu"
" idih bapak jangan takabur dulu, begini begini saya ini kalo dikampung banyak yang kejar"kata angel percaya diri
" rabun mata lelaki yang kejar kamu"
" hati hati Lo pak, jangan terlalu ngerendahin orang nanti kalau bapak naksir kan jadi malu"
"masih banyak wanita yang lebih diluar sana yang mau sama saya" kata Samuel yang tidak mau kalah dari Angel ia pun pergi dari ruangan angel
" dasar bos aneh" cibirnya sambil masuk ke kamar yang ada di ruangannya. Yap di ruangan angel ada ruangan ganti kecil
setelah selesai mereka pun berangkat
__ADS_1