
Saat ponsel Naren kembali aktif, Alexa langsung mendaoat notifikasi untuk menlacak keberadaan Naren. Ia langsung memeriksa ponselnya, melihat lokasi Naren ada di rumah Robi, membuatnya langsung bersiap mengambil kunci mobil.
Di dalam mobil, ia berfikir sejenak.
'Kenapa Robi tidak mangatakan kepadaku, jika Naren ada di rumah nya? Apa mereka sengaja menyembunyikan semuanya? Aku harus segera ke sana?' gumam Alexa di dalam hati.
Mobil Alexa melaju dengan kecepatan tinggi, menembus keramaian di jalam raya.
.
.
.
.
Senyuman Naren membuatnya langsung mengakhiri pertemuannya dengan Inka.
"Aku pulang dulu ya," pamit Naren.
"Iya, hati-hati," sahut Inka.
Naren berharap Inka akan mencium pipinya, tetapi nyatanya tidak.
"Cuman itu?" tanya Naren.
"Apanya? Aku harus berkata apa?" jawab Inka dengan wajah yang bingung.
"Dasar tidak peka," umpat Naren.
"Apa kau bilang? Coba ulangi lagi?" tanya Inka.
"Tidak, aku harus pulang ke rumah Robi, ada urusan," jawab Naren.
Inka hanya terdiam melihat Naren masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan apapun, ada rasa kesal di dalam hati Inka, membuatnua hanya diam.
Mobil Naren melaju dengan kecepatan sedang, menjauh dari pandangan Inka yang masih berdiri melihat kepergian Naren.
"Apa aku sungguhan menjadi kekasih Tuan Naren? Ah ... ini seperti mimpi, tapi aku tidak bisa menghindar darinya, kehidupan yang rumit," oceh Inka.
"Inka! Masuk! Sudah malam," panggil Rosida.
Inka menoleh ke arah pintu rumahnya, melijat Rosida tersenyum manis, membuat Inka langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Alexa sudah sampai memasuki komplek rumah Robi, ia terus memantau petunjuk arah yang ada di ponselnya. Saat Alexa memarkirkan mobilnya, ia tidak melihat ada mobil Naren, tetapi Alexa tidak memperdulikan itu, ia langsung keluar dari dalam mobil.
Alexa mengeruk pintu rumah Robi, beberapa kali ketukan langsung di buka oleh Robi, ia sangat terkejut melihat tamu yang datang malam-malam ke rumahnya.
__ADS_1
"Nona Alexa," ucap Robi.
"Di mana Naren?" tanya Alexa.
"Tuan Naren tidak ada di sini, memangnya ada apa Nona?" jawab Robi yang sempat bingung.
"Pandai sekali kau berbohong, ini alamatmu kan," ucap Alexa menunjukan pelacak GPS di ponselnya.
"Itu benar alamatku, tapi tidak ada Tuan Naren di sini," sahut Robi.
Alexa langsung menerobos masuk ke dalam, untuk memastikan keberadaan Naren. Ia melihat setiap sudut rumah Robi, tetapi tidak menemukan Naren, membuat Alexa sempat bingung.
"Di mana dia, tetapi ponselnya menunjukan jika lokasinya ada di sini, tetapi kenapa dia tidak ada?" ucap Alexa.
Alexa langsung menatao tajam Robi.
"Apa Naren kau sembunyikan? Katakan sekarang di mana dia?" tanya Alexa menatap tajam Robi.
Dengan cepat Robi langsung menggelekan kepalanya, ia langsung teringat, di tempat untuk mengisi daya baterai ponsel. membuat Robi langsung menuju meja itu, ia melihat ponsel Naren sedang di isi daya baterai nya.
Robi langsug memegang ponsel itu.
"Ponsel Tuan Naren ketinggalan, aku rasa dia lupa membawanya," ucap Robi.
"Lalu kemana dia perginya? Kenapa ponselnya di sini?" tanya Alexa.
"Biar ponselnya saya yang bawa," ucap Aleza.
"Jangan Nona, nanti Tuan Naren akan marah, kerena yang dia tahu ponselnya sedang di isi dayanya di rumah saya," kata Robi.
Mereka sedang berdebat masalah ponsel Naren, sedangkan pemilik ponselnya baru sampai di rumah Robi, ia langsung keluar dari dalam mobil membawa pizza hut dan spagheti.
"Ada apa ini?" tanya Naren, menghentikan langkahnya.
"Naren! Dari mana saja kau?" panggil Alexa.
"Aku baru saja membeli makanan untuk menonton bola dengan Robi, ada apa kau kemari?" kata Naren.
"Aku mencarimu seharian, tapi kau sangat sulit dihubungi, aku ke kantormu kau pun tidak ada, apa kau memghindar dariku," ucap Alexa.
Naren menatap Alexa.
"Sudah ku katakan, jangan menggangguku, aku bahkan sudah membatalkan perjodohan ini dengan ayahmu, dan bersikaplah sebagai temanku, karena aku sudah mencintai orang lain," jelas Naren, membuat hati Alexa sangat sakit.
"Siapa wanita itu? Katakan padaku! Aku tidak akan tinggal diam, aku pastikan kau akan menyesali semua ini," ancam Alexa, langsung pergi meninggalkan Naren dan Robi.
Dadanya kembali sesak, Alexa merasa cintanya bertepuk sebelah tangan di hadapan orang lain membuatnya sangat malu, tetapi rasa cintanya kepada Naren begitu besar, membuatnya nekat melakukan apapun.
__ADS_1
"Aku tidak akan tinggal diam! Kau akan menyesal!" geram Alexa.
Mobil Alexa yang sudah sangat jauh meninggalkan ruman Robi, membuat Naren langsung masuk dengan membawa makanan.
"Tuan, memangnya sekarang ada siaran bola?", tanya Robi.
"Entahlah aku hanya ngarang," jawab Naren, langasung masuk ke dalam rumah dan meletakan makanan itu di atas meja makan.
Naren memakan pizza yang di pesan, tapi rasa bersalah telah mengatakan hal yang menyakitkan bagi Alexa.
"Apa Tuan sungguhan menolak perjodohan ini?" tanya Robi.
Naren langsung menatap Robi dan menghentikan kunyahannya.
"Kau seperti netizen, aku tidak mencintainya, dan dia bukan gadis yang aku mau, dia hanya teman baik yang pernah ku kenal, memagnya aku tidak boleh memilik? Dengan seiapa aku hidup?" gerutu Naren.
"Boleh saja Tuan, apapun yang di lakukan Tuan Naren, semuanya boleh," kata Robi.
Mereka berdua makan pizza bersama, tak lupa Robi menyiapkan minumam beralkohol untuk melengkapi hidangan yang mereka makan, mereka bercerita layaknya sahabat, tidak ada rasa canggung, yang ada tawa mereka yang terdengar sangat renyah.
Banyak orang tidak mengira jika Naren begitu hamble dengan orang yang tahu sifatnya. Yang banyak orang tahu tentang dirinya adalah kejam, sombong, dingin dan keras kepala.
Terlalu banyak makan dan minum, akhirnya mereka tepar, tertidur pulas di sembarang tempat.
Malam ini, Inka pun tidak bisa memjamkan matanya, rasa senang itu membuatnya terus tersenyum.
Ketika melihat jam sudah menunjukan tengah malam, membuatnya langsung memejamkan matanya, tetapi ... sangat sulit tertidur pulas.
Kerena bingung harus melakukan apa? Akhirnya Inka mengirim pesan kepada Nina, ia mengirim pesan random, tak lama pesan itu di bales oleh Nina, membuat Inka lnka membalasknya.
Pesan dari ponsel.
Inka: "Kau belom tidur?"
Nina: "Entahlah, mataku sulit untuk terpejam."
Inka: "Apa kau sedang jatuh cinta? Ku dengar orang yang sedang jatuh cinta akan mengalami kesulitan tidur?"
Nina: "Kau benar, aku sedang jatuh cinta dengan member BTS yang bernama Kim Seokjin, makanya aku ke sulitan tidur, otakku penuh terisi namanya, setiap hari aku membayangkan bisa bertemu dengannya dan tertawa bersama."
Inka: "Aku rasa kau halu, lanjutkanlah jika itu membuatmu bahagia."
Nina: "Kau sendiri kenapa tidak tidur? Apa kau sedang jatuh cinta?"
Inka bingung harus berkata jujur atau tidak, tapi rasanya iya sangat ingin bercerita kisah cintanya yang baru di mulai, tapi waktunya tidak tepat, membuat Inka mengurungkan niatnya.
Inka tidak membalas pesan itu, membuat Nina mengira Inka tertidur.
__ADS_1
BERSAMBUNG....