
"Lo kira pilih sekertaris kaya pilih baju, asal keliatan bagus doang diluar, pilih yang IQ nya juga bagus bukan hanya luarnya" jawab Samuel memberikan nasehat pada sahabatnya itu
" astaga kalau itu gue juga tau kali, kalau menurut Lo ini bagaimana" tanya Axel pada Samuel sambil memperlihatkan laptopnya
" bagaimana" lanjutnya bertanya
" gue rasa dia oke, nilainya juga bagus S1 pula, kayanya memang dia tidak pilih pilih kerja buktinya dia mau jadi sales dengan S1 nya itu, dia juga pas dengan kriteria Lo, walaupun kita harus extra juga mengajarinya apa kayanya ini pengalaman pertamanya kerja, tapi kalau gue nilai pada saat interview tadi anaknya daya tangkapnya cepat, gimana lo mau tidak" tanya Axel pada Samuel
" cari tau dulu dia dari keluarga yang seperti apa, jangan nanti kita salah pilih, malah memperkerjakan mata mata lagi" perintah Samuel pada Axel, itulah yang menjadi ketakutannya karena pernah terjadi mereka memperkerjakan mata mata dari perusaan lain dan berhasil membocorkan data perusahaan akibatnya kantornya mengalami banyak kerugian
"tenang aja gue udah cari tau semuanya, dia dari keluarga sederhana, dan dia tinggal di kampung dia datang kekota untuk cari kerja dan dia disini ngekos dengan temannya yang jadi sales disini jadi Lo tenang aja, dia aman ko, bagaimana Lo setuju tidak dengan pendapat gue" tanya Axel
" ya sudah Lo atur aja mana baiknya" jawab Samuel
" yasudah gue panggilin dulu orangnya" jawab Axel sambil berdiri menuju pintu ruangan samuel dan pergi
__ADS_1
sampainya dibawah ia pun mencari seseorang yang ia rekomendasikan ada Samuel tadi tanpa menunggu lama Axel pun menemukan gadis itu
" maaf Bu alea saya minta izin untuk bawa angel dulu ada yang saya mau omongin" ucap Axel meminta izin pada asisten pribadinya itu walaupun ia seorang kepercayaan Samuel tetap bersikap sopan ke setiap orang kantor
" oh iya pak boleh" jawab alea
" angel bisa ikut saya sebentar" tanya pada angel
" oh iya pak boleh" jawab angel
" mari masuk" ucapnya kemudian
"ada apa ya pak" tanya angel bingung
" jadi gini pak Samuel mencari sekertaris dan kriteria bapak Samuel ada di kamu, dan aku liat nilai kamu juga boleh untuk jadi sekertaris pak Samuel, apa kamu bersedia jadi sekertaris nya" tanya Axel pada angel
__ADS_1
" bukannya saya tidak mau pak, tapi saya belum punya pengalaman jadi sekertaris pak, sedangkan ini saja pertama kali saya bekerja pak, saya takut melakukan hal yang fatal kedepannya pak bila saya menjadi sekertaris nya bapak Samuel" jawab angel tak percaya diri.
" kalau masalah itu nanti saya yang akan ajar kamu apa apa saja kerjanya sekertaris, bagaimana kmu mau ngga , ini kesempatan bagus Lo angel" tanya Axel pada angel
" ya sudah saya mau tapi bapak janji loh ya bapak akan ajari saya" jawab angel " soalnya saya takut liat mukanya bapak Samuel, takutnya kalau saya bikin salah saya kena marah, sedangkan liat mukanya yang tidak marah saja saya sudah merinding bapak apa lagi kalau dia marah" lanjutnya dalam hati
" iya saya janji" ucap Axel lembut ,inilah keahlian Axel meluluhkan kaum hawa sangatlah muda baginya
" syukurlah, akhirnya pekerjaan yang satu ini sudah selesai, begini nih kalau punya bos banyak maunya" batin Axel
" kalau begitu mulai besok kamu jadi sekertaris ya bapak Samuel, berarti ruangan kamu dekat bapak Samuel" jelasnya pada angel
" baik pak" jawab angel dengan senyuman kasnya
" gila senyumannya bikin gue candu aja" batin Axel " ya sudah kamu boleh pulang dan kembali besok pagi kemari dengan mengunakan baju yang layaknya sekertaris oke" perintah Axel pada angel.
__ADS_1
" baik pak" jawabnya lalu undur diri dari hadapan axel