
saat tiba di kantor angel langsung keruangannya setelah menunggu dua puluh menit bos dinginnya itupun datang
"akhirnya datang juga" kata angel dalam hati melihat bosnya itu melewati ruangannya menuju keruang kerjanya. melihat Samuel masuk keruangannya angel pun bergegas pergi keruangan Samuel
tok tok tok
" masuk" kata Samuel dari dalam ruangan
dan angel pun masuk kedalam
" saya hanya ingin memberikan jadwal bapak hari ini" kata angel sambil memberikan tablet yang ada di genggamannya
" oh iya makasih" jawab Samuel sambil melihat tablet yang ada dihadapannya
"sama sama pak" jawab angel sopan
" ok saya sudah melihatnya, jam makan siang kita akan ketemu klien diluar jadi saya harap kamu harus tampil yang bagus supaya tidak memalukan saya" perintah Samuel pada angel " dan" lanjutnya menggantung kalimatnya " ganti baju kamu saya tidak suka penampilan kamu yang kaya begini" lanjut Samuel sambil melihat angel dari ujung kaki sampai ujung kepala angel, ya itulah Samuel yang sangat teliti dengan penampilan karena baginya penampilan sangatlah berpengaruh dalam bertemu klien, apalagi klien yang akan bertemu dengan mereka orang terkaya nomor dua di kota ini. mendengar hal itu angel membulatkan matanya " apa" jawab angel" ini masih bagus Lo pak dan saya tidak bawa baju kalau saya balik lagi ke kos itu makan waktu pak Samuel yang terhormat" protes angel yang tak terima dengan kata kata sang bos
" menurut kamu bagus tapi menurut saya tidak" jawab Samuel
__ADS_1
" terus saya harus balik lagi ke kos begitu bapak" tanya angel pada Samuel
" tidak perlu nanti saya suruhkan Axel untuk belikan baju kantor untuk kamu" jawab Samuel yang asik pada layar di hadapannya
" bapak itu tidak perlu, dan pak Axel belum tentu mengetahui ukuran badan saya" nego angel pada Samuel
" itu gampang saya sudah bisa menebak berapa ukuran mu" jawab Samuel enteng
" apa" angel membulatkan matanya terkejut mendengar penuturan bosnya itu
" saya tidak tuli bicara baik baik saya ini bos kamu"
" kalau sudah tidak ada kepentingan kamu silakan keluar, kamu digaji untuk bekerja bukan bersantai" kata Samuel yang hanya fokus pada layar komputernya
" baik pak, kalau begitu saya permisi pak" pamit angel langsung balik badan pergi dari ruangan Samuel tanpa memperdulikan jawaban Samuel
" hmm" jawab Samuel sambil melihat punggung angel yang semakin jauh dari pandangannya
" hahaha lucu sekali ekspresinya, itu anak polos sekali" ucap Samuel dalam hati sambil geleng geleng, tak lupa pula Samuel menyuruh Axel untuk membelikan baju wanita untuk angel
__ADS_1
" belikan baju wanita untu angel, kami akan ketemu klien diluar jam makan siang" kata Samuel ketika panggilannya dijawab oleh orang yang di lain ruangan kantornya
" gila Lo gue Lo suruh beli pakaian wanita apa kata orang kalau liat gue belanja baju wanita lagian mana gue tau ukuran angel berapa" kata orang yang diseberang telfon yang tak lain adalah Axel
" udah Lo nggak usah banyak protes, pokoknya Lo ke toko pakaian sekarang dan beli baju buat angel kalo masalah ukuran kayanya ukurannya M deh" jawab Samuel yang tidak terima penolakan
" gila Lo udah tau aja ukuran tuh sekertaris jangan jangan tuh sekertaris udah Lo apa apain lagi"
" gila Lo, emang nya gue elo yang suka pecicilan"
" hahahaa siapa tau khilaf hahahha" jawab Axel tak berhenti menertawakan sahabatnya itu
"udah ketawanya, kalau sudah pergi ke toko sekarang sebelum makan siang itu baju harus ada kalo ngga gaji Lo gue potong" ancam Samuel pada Axel
" yaelah Lo kebiasaan, iya gue berangkat sekarang"jawab Axel lemah letih lesu dengan sikap sahabatnya itu
" yaudah gue tunggu sebelum jam makan siang" jawab Samuel telfon pun diputuskan secara sepihak oleh Samuel
" teman laknat Lo" memaki hp yang ada di tangannya dan bergegas pergi ke parkiran
__ADS_1