
Axel keluar ruangan menuju parkiran mobil
"gila ni orang bikin turun harga diri seorang Axel putra megantara saja dasar teman laknat" gerutu Axel sambil berjalan keluar lift begitu pintu lift terbuka ia pun segera keluar dari lift, karena saking buru burunya ia menabrak seseorang
" maaf saya tidak sengaja, saya sedang buru buru" kata Axel sambil mengambil kertas yang berserakan di lantai tanpa melihat siapa yang telah ia tabrak
" nggak papa ko pak, kalo bapak buru buru pergi saja pak nanti saya yang mengumpul kertasnya" jawab gadis itu
" beneran nggak papa" kata Axel sambil melihat ke depan, dan pada saat ia melihat gadis tersebut
" kamu, bukanya kamu temannya angel yang jadi sekertaris pak Samuel" tanya Axel pada gadis itu, Yap gadis yang telah Axel tabrak adalah putri
" iya pak, saya temannya angel" jawab putri.
" nah kebetulan kamu kan temannya angel kamu pasti tahu model dan ukuran yang angel suka jadi kamu ikut saya" ajak axel sambil berjalan keluar, ia rasa tidak ada yang mengikuti ia dari belakang ia menoleh kebelakang
" kenapa hanya diam disitu, mau jadi manekin disitu" tanya Axel
"nggak pak" jawab putri
" tapikan pak pekerjaan saya"tanya putri
__ADS_1
" kamu ngga usah khawatir nanti saya bicara dengan ketua marketing, kamu lupa saya siapa disini" jawab axel angkuh
" idih sok penguasa sekali dasar sombong baru tangan kanan bos saja sudah sombong apalagi dia yang punya kantor"kata putri yang tentunya hanya dalam hati
"baik pak kalau begitu saya simpan dulu kertas ini di ruangan saya"jawab putri
" ok saya tunggu diparkiran" jawab Axel melanjutkan langkahnya pergi dari hadapan putri, putri pun pergi ke ruangannya untuk menyimpan kertas dan mengambil tas miliknya bergegas pergi ke parkiran untuk menemui Axel
"ih malas sekali saya haru pergi sama pak Axel lelaki bad boy mata keranjang kaya dia bisa bisa saya diapa apain lagi sama dia, jangan jangan ini hanya modusnya lagi supaya saya ikut dengan dia, tapi kalau saya menolak saya juga nggak enak, ah sudah lah sya ikut saja kalo dia macam macamkan tinggal teriak saja" pikir putri yang mengingat Axel memang seorang bad boy setiap ada karyawati yang cantik ia sikat.
" ayok pak" ajak putri
" ini aja pak ini bagus" tunjuk putri pada baju yang ada di toko itu
"itu warnanya ngga bagus terlalu ketuaan" jawab Axel
"kalau yang itu bagus" lanjut Axel menunjuk baju Yang ada disampingnya
" itu kayak anak ABG nggak cocok untuk ketemu klien yang ada angel dibilang anaknya pak Samuel oleh klien" jawab putri tak suka
" yang itu saja pak" tunjuk putri pada baju yang ada digantung dipojokan toko itu
__ADS_1
" itu kaya Tante Tante mau kamu pak Samuel dibilang koleksi tante Tante" jawab Axel memandang tak suka pada baju yang ditunjuk putri, putri pun menunjuk baju yang menurutnya bagus pada Axel tapi tak satupun yang cocok Dimata axel sampai putri capek sendiri putri pun diam seribu bahasa
" kenapa diam saja" tanya Axel pada putri
" saya capek pak saya sudah pilih dari pojok sana sampai sini tidak ada yang bapa suka"
" ya usaha dong kamu kan kamu perempuan masa saya yang harus turun tangan"
" dari tadi saya sudah pilih pak tapi bapak bilang inilah itulah, bapak kira toko ini kecil apa saya cape pak muter muter ini tok tau ngga" jawab putri tak suka " saya pilih yang itu kalo bapak tidak suka bapak cari saja sendiri saya mau balik ke kantor saja dari pada tensi saya naik disini bisa bisa saya stroke" jawab putri ketus
" tapi itu warna nya ngga banget" jawab Axel.
" ya sudah kalo bapak tidak mau bapak pilih saja sendiri, saya cape, saya balik duluan ke kantor bye" putri pun bergegas pergi dari hadapan axel namun belum sempat kakinya melangkah tangannya di genggam oleh Axel
" ya sudah pilih itu saja terserah kamu"
" coba dari tadi bapak, kita tidak perlu keliling ini toko"
" yasudah ambil sana kita ke kasir"
" yasudah ayo kita ke kasir" merekapun pergi ke kasir untuk membayar baju yang telah dipilih putri setelah membayar merekapun balik ke kantor. selama diperjalanan mereka hanya diam karena memang tak ada yang harus dibicarakan
__ADS_1