Sekertaris Cantik

Sekertaris Cantik
The Dubai Fountain


__ADS_3

Inka yang sudah siap, merasa penampilannya sudah rapih dan tak lupa ia menyemprotkan parfum andalannya.


"Sudah harum, waktunya keluar kamar," ucap Inka.


Melihat pintu kamar Naren masih tertutup, membuat Inka menunggu di luar. Ia sangat trauma atas kejadian tadi pagi, dimana ia mendapat ciuman hangat dari sang pemikat hati para wanita cantik.


'Aku harus, kekeh menunggunya keluar terlebih dahulu, aku tidak mau jika harus mengetuk pintu kamarnya, ini akan membahayakan harga diriku. Astaga ... kenapa aku jadi teringat kejadian tadi pagi, mengingtnya saja membuatku salah tingkah, kenapa jadi gerah seperti ini. Apa cuaca di luar sangat panas? Bukankah ini sudah sore? Mungkin hanya perasaan ku saja,' batin Inka.


Menunggu Naren tak kunjung keluar, membuat Inka mulai gelisah.


"Kenapa tuan satu ini lama sekali, berdandannya," gumam Inka.


Inka terus berjalan bolak-balik di depan kamar Naren membuatnya bimbang antara mengetuk pintunya atau menunggu Naren keluar kamarnya dengan sukarela.


"Ya ampun kenapa lama sekali, apa terjadi sesuatu dengannya? Sepertinya aku harus mengetuk pintu ini. Okay, Bismilahirohmanirohim," gumam Inka.


Saat Inka akan mengetuk pintu kamar Naren, ternyata dari dalam Naren membuka pintunya.


Suara itu terdengar lembut, membuat Inka tidak menyadari jika pintu sudah terbuka dan Naren sudah berdiri di depan pintu. Inka mengetuk dada bidangnya, membuatnya langsung menghentikan niatnya.


Inka menatap bawa lantai, terlihat sepatu snakers warna putih. Membuatnya langsung menatap ke arah kaki itu.


"Tuan," panggil Inka langsung mundur dari hadapan Naren.


"Apa yang kau lakuka?" tanya Naren.


"He, he, anu tuan. Tadi niat hati ingin mengetuk pintu kamar tuan, tapi ... pintunya sudah di buka oleh tuan sendiri," jawab Inka.


"Alasan saja," celetuk Naren berjalan mendahului Inka.


Inka melihat Naren yang terus berjalan tanpa menunggu, membuat Inka mengumpat dalam hati.


'Ye ... menyebalkan, aku hanya waspada takut terjadi hal yang tidak di inginkan, malah dia tidak merasa berdosa. Dasar pria aneh!,' batin Inka.


Inka baru menyadari jika sudah cukup jauh tertinggal oleh Naren, "astaga! Tuan! Tunggu aku!" triak nya sambil berlari kecil mengejar Naren.


Naren yang mendengar teriakan Inka, tersenyum simpul dan kembali lagi dengan wajahnya yang serius ketika memasuki mobil.


Inka berlarian dan langsung masuk ke dalam mobil, naasnya ia salah masuk mobil.


Inka dengan napas yang tersengal-sengal, berusaha untuk mengatur napasnya. Supir yang membawa mobil itu tidak memperhatikam dengan jelas, wanita yang di sampingnya.


"Hampir saja aku ketinggalan, dasar pria jahat. Bisa-bisa nya dia hampir meninggalkan ku," gumam Inka.


"Siapa kau?" tanya seorang pria.

__ADS_1


Inka yang mendengar suara itu sangat asing baginya langsung menatap bingung.


Dengan perlahan ia menoleh ke arah belakang, betapa terkejutnya ia melihat seorang pria yang duduk di belakang bukan Naren.


"Kau sendiri siapa? Dimana tuan Naren?" tanya Inka.


"Mana ku tau! Lancang sekali kamu masuk ke dalam mobil ku!" seru Kenza.


'Sepertinya aku mengenal pria ini, tapi di mana ya? Astaga ... dia pria yang rumahnyabdekat dengan Tuan Naren! Mati lah riwayat ku,' batin Inka.


Inka seketika langsung memejamkan matanya, dan mencari kesempatan untuk kabur. Tangannya perlahan membuka pintu mobil dan akhirnya pintu itu pun bisa terbuka, membuat Inka tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


Inka tanpa mengatakan apapun langsung keluar dari dalam mobil, membuat Kenzo yang tak memperhatikannya, merasa kaget karena Inka menutup pintu mobil dengan keras.


Inka terus berlari sekencang mungkin, ia kebingungan harus naik mobil yang mana, karena semua mobil sama dari warna yang jenisnya, Naren yang melihat Inka kebingungan menoleh ke kanan dan ke kiri membuatnya langsung membuka jendela kaca mobil.


"Hei! Cepat masuk!" teriak Naren.


Inka langsung menoleh ke arah sumber suara dan masuk ke dalam mobil Naren.


Akhirnya Inka bernapas lega, ia sambil memperhatikan mobil yang sempat ia naiki.


Semoga dia tidak melihat ku kabur," gumam Inka.


"Apa maksud mu?" tanya Naren.


"Apa kau bilang! Beraninya kau ya!" teriak Naren.


Inka menoleh ke arah Naren, dan langsung menundukan kepalanya.


"Ya ampun maafkan aku tuan, aku tidak sadar jika tuan bertanya dengan ku," ucap Inka.


"Selalu saja alasan," celetuk Naren membuat Inka seketika menatap Naren dengan tatapan tajam.


Naren yang merasa di tatap Inka, langsung melirik.


"Kenapa menatap ku seperti itu? Sana pindah, ini tempat dudukku!," kata Naren.


Dengan wajah tengilnya Inka berdesih membuat Naren merasa canggung.


"Apa!" seru Naren.


"Dasar bos gila!" lirih Inka langsung keluar dari mobil untuk pindah duduk di depan.


"Apa yang dia katakan barusan? Dasar wanita aneh," ucap Naren.

__ADS_1


Inka dengan wajah cemberutnya, membuka pintu depan dab langsung duduk.


"Kita jalan pak," ucap Inka.


Mobil pun jalan, melewati mobil Kenzo yang sedang menunggu sang adik.


"Sepertinya perempuan tadi baru saja lewat, awas kau ya aka ku beri pelajaran, beraninya dia masuk ke dalam mobil ini tanpa izin," ucap Kenzo.


Perjalanan yang cukup jauh, Inka memperhatikan setiap pemandangan yang ada di kota Dubai, terlihat sangat indah membuatnya kagum.


"Wah, bangunan di sini sangat keren ya pak," ucap Inka.


"Betul nona, Dubai memang terkenal dengan keindahan gedung yang sangat tinggi, hotel berbintang terbanyak di seluruh dunia, dan wisata terpopuler," ucap pak supir.


"Wah negara ini sangat keren ya, tapi cuaca di sini sangat panas ya pak," ucap Inka.


"Ya begitu lah nona, tapi ... saya perhatikan nona pakai syal, memangnya nona sakit?" tanya pak supir.


Inka langsung memegang syalnya, "iya pak, saya kurang enak badan, tadi abis minum obat makanya sekarang mulai panas, mungkin obatnya bereaksi," jawab Inka.


Sampai di *The Dubai Fo*untain, Inka langsung keluar dari dalam mobil. Tak lupa membukakan pintu tuannya, matanya tak lepas dari pandangan air mancur tertinggi di dunia.


Naren yang baru saja keluar dari dalam mobil langsung berdiri.


"Apa kau baru pertama kali melihat air mancur?" tanya Naren.


"Ini pertama kalinya aku ke Dubai tuan, ini sangat indah," kagum Inka.


"Jangan membuatku malu, kau boleh ambil apapun yang kau mau," ucap Naren.


"Benarkah tuan, anda tidak berbohong kan," ucap Inka.


Naren tak menjawab apapun, ia langsung berjalan masuk ke dalam untuk melihat air mancur yang sangat indah.


"Sombong lu, sementang kaya," ocehan Inka.


"Apa kau bilang?" tanya Naren menolehkan kepalanya.


"Itu, ada orang pamer di sosial media, aku mengatak jika dia sombong," alasan Inka.


Naren tersenyum simpul dan kembali berjalan, di ikuti Inka di belakangnya.


Tidak sengaja Inka melihat Kenzo bersama Mociana sedang menikmati air mancur, sambil berpose.


Inka berusaha untuk sembunyi di samping Naren, ia tidak sengaja memegang tangan Naren.

__ADS_1


"Apa-apaan kau ini, lepaskan tangan ku!" seru Naren.


BERSAMBUNG....


__ADS_2