Sekertaris Cantik

Sekertaris Cantik
Pesta dadakan


__ADS_3

"Apa perlu menggundang semuanya?" tanta Naren.


Inka dan Robi yang tertawa senang, langsung terdiam menatap Naren.


"Tidak perlu Tuan, kita pesta kita-kita saja," ucap Inka.


"Baiklah, kau Robi! Siapkan tempat dan pulang kerja kita akan makan malam bersama," perintah Naren.


"Aku rasa Pak Robi harus mencari tempat makan yang merakyat tapi rasa hotel berbintang," bisik Inka.


"Mana mungkin, si Bos gak akan mau makan di tempat orang-orang kamseupai," sahut Robi.


Inka langsung menatap Robi dengan tatapan yang sangat terkejut.


Naren memperhatikan mereka berdua sedang berbisik sesuatu, membuatnya merasa cemburu.


"Kenpa kalian berbisik? Apa kalian merencanakan sesuatu?" tanya Naren.


Inka dan Robi langsung tersenyum pepsodent.


"Anu, Tuan, saya sedang berdiskusi mencari tempat makan yang melokal," jawab Robi.


Naren terdiam sejenak dan kembali menatap Robi.


"Masalah makanan kau atur saja, ajak departemen penelitian dan pemasaran, kita malam ini akan pesta, atas kerja keras kita selama ini," perintah Naren.


Naren yang tiba-tiba mengajal karyawan untuk makan bersama, karena keberhasilannya mencetak rekor kerja sama dengan berbagai brand terbesar di dunia.


Hal ini tidak di ketahui oleh Bimo dan Alexa, jika Naren mengadakan pesta untuk menyenangkan karyawannya. Karena pesta ini bersifat privasi.


Semua orang di sibukan untuk menyiapkan tempat dan makanan untuk pesta semalam, waktu yang sangat mepet, membuat Robi gerak cepat, memboking tempat untuk acara semalam.


Sedangkan Geri, mengabari semua karyawan melalui pesan singkat, semua karyawan di bagian departemen penelitian dan pemasaran, langsung memeriksa ponselnya karena mendapat notifikasih dari group.


Semua karyawan terlihat sangat senang, karena ini perdana bagi mereka mendapat undangan makan bersama sang presdir perusahaan.


"Yang benar saja, ini seperti mimpi."


Gumam salah satu karyawan.


"Aku rasa sejak kehadiran Inka itu, si sekretaris pribadinya Bos Naren, semuanya berubah 180 derajat, apa mereka jangan-jangan menjalin hubungan."


Ucap salah satu Karyawan yang kerap di panggil Ani.


"Hus ... jangan asal bicara, bagaimana jika nanti gosip ini terdengar sampai ke telinga mereka, habislah riwayat kita," sahut Karyawan yabg bernama Beti.


Mereka mulai bergosip tentang Inka dan Naren.


Naren sedang menyelesaikan pekerjaannya, ia terlihat sangat fokus menatap leptopnya, sedangkan Inka sedang sibuk memilih menu yang harus di sajikan saat makan malam bersama.

__ADS_1


Seolah istimewa, semua rancangan di atur oleh Inka, Inka terlihat seperti istri CEO yang terlihat sangat beribawa dan elegan. Ia mampu mengarahkan beberapa koki hotel berbintang untuk menyajikan makanan yang tidak di sukai oleh sang CEO.


Inka bersama Robi, sedang memberitahu detail makan malam yang akan berlangsung nanti malam.


Robi pun merasa jika Inka termasuk orang yang sangat detail dalam memilih makan untuk Bosnya. Semua siapan sudah 90 persen, saatnya Inka dan Robi kembali ke kantor.


.


.


.


.


Alexa mendengar jika Naren dan Inka datang menghadiri rapat yang di selenggarakan di hotel berbintang, mendengar kabar itu. Alexa langsung meremas kertas yang dia pegang dan melemparkan kesembarang tempat.


"Kenapa kau menghindar dariku Naren! Apa kurangnya aku! Sial!" teriak Alexa meluapkan amarahnya dengan membanting semua benda yang ada di depannya.


Dengan napas tersengal-sengal, Alexa menatap kesal layar monitornya.


"Sepertinya aku harus membunuh Inka, agar Naren sadar, jika aku orang yang pantas untuknya! Awas kau ya Inka!" marah Alexa kembali mengepalkan tangannya.


Suara notifikasi pesan membuat ponsel Alexa berbunyi, ia langsung memeriksanya.


Putra: "Aku Putra, kau dimana?"


Alex langsung membalas pesan itu.


Alexa: "Ada apa?"


Putra: "Bisa kita ketemu di cafe X, aku tunggu."


Mendepat pesan kembali dari Putra, membuat Alexa langsung pergi meninggalkan kantornya dalam ke adaan yang berantakan, ia langsung menemui Putra di cafe X.


Alexa melewati jalanan yang cukup macem, membuatnya harus menunggu.


Sampailah di cafe X, Alexa masuk ke dalam dan ia sudah melihat Putra duduk melambaikan tangan kepada Alex. Alexa pun langsung mendekat.


"Ada apa, menyuruhku kemari?" tanya Alexa.


"Apa kau menyukai Kakakku?" tanya kembali Putra.


"Ada apa bertanya seprti itu? Tanpa kumenjawab, kau sudah tahu jawabannya," jawab Alexa.


"Bagaimana jika kita kerja sama untuk mendapatkan orang yang sangat kita sayangi," tawar Putra.


Alexa langsung menatap Putra.


"Apa maksudmu, katakan yang jelas," ucap Alexa.

__ADS_1


Putra langsung merubah wajahnya mode serius, ia menatap sungguh-sungguh wajah Alexa.


"Kau menyukai Kakakku, sedangkan aku menyukai Inka. Aku rasa kita perlu bekerjasama untuk memisahkan mereka berdua," kata Alexa.


"Kau sungguh menyukai, wanita ****** itu?" tanya Alexa.


"Hati-hati bicaramu! Dia wanita baik-baik," jawab Putra.


"Apa rencamu?" tanya Alexa.


"Kau harus berpura-pura mengikhlaskan mereka berdua pacaran, kau harus seolah menjadi wanita yang rendah hati. Dekati Inka dan kau jebak Inka untuk tidur denganku, biarkan Naren melihat kelakuan Inka dan meninggalkannya. Dia pasti akan memilihmu, bagaimana apa kau setuju," jelas Putra.


Alexa berfikir sejenak, ia menatap Putra cukup lama seolah terlihat tidak menyukai ide Putra. Tapi ... nyatanya Alexa langsung tersenyum licik.


"Boleh juga tawaranmu, " ucap Alexa.


Akhrinya Alexa menyetujui rencana Putra, mereka sepakat kerja sama untuk memisahkan antara Naren dan Inka.


....


Hari sudah sore waktunya semua karyawan pulang bekerja, tetapi tidak untuk Karyawan Adewe Group yang masih bekerja.


Menjelang makan malam, semua karyawan langsung menuju hotel berbintang untuk acara makan malam bersama presdir Narendra Prawira.


Mereka semua sudah duduk di tempat yang telah di sediakan, tak lama Naren dan jajarannya memasuki hotel itu. Ia menyapa se.ua karyawannya.


"Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya untuk makan malam bersama saya, sekali lagi, saya ucapkan terima kasih sudah bekerja keras untuk prusahaan Adewe Group, yang sekarang sudah membuka produk baru yaudah parfum," ucap Naren.


Sebagian karyawan sangat terkejut dengan produk baru, yang sangat berbeda dari produk yang lainnya.


Naren mendengar semua orang bergumam tentang produk baru yang akan di luncurkan, membuat Naren langsung menjelaskan parfum parfum apa yang akan di perdagangkan.


"Saya mengerti, kalian sangat terkejut dengan peluncuran produk yang sangat jauh berbeda daei produk kita yang sebelumnya, tetapi perlu kalian ketahui, produk ini belom meluncur di pasaran, tetapi banyak sekali peminat yang ingin menjadikan parfum ini sebagai trobosan baru untuk setiap brand, kami memberi nama produk itu dengan sebutan Magic Garden," jelas Naren.


"Wah, ini terlihat sangat keren,"


Gumam salah satu karyawan, membuat Naren tersenyum.


Makanan pun sudah siap, dan langsung di hidangkan di atas meja, oleh para pelayan.


Semua orang menghadiri makan malam itu merasa sangat senang, mereka saling bercerita satu sama lain. Tidak ada jarak antara karyawan dengan Bos, mereka berbicara sebebas itu membuat yang lainnya awalnya canggung kini malah terlepas semua unek-unek yang membuat dirinya setres.


"Mari bersulang!"


Teriakan itu membuat semua orang meminum, minuman beralkohol untuk melepaskan semua penak selama bekerja


Inka hanya tersenyum manis, ia memperhatikan Naren yang belom sembuh total, membuatnya sedikit khawatir.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2