
Inka dan pak supir sedang asik mengobrol, hingga dirinya tak menyadari jika di perhatikan dari dalam jendela butik. Pria itu terlihat sangat penasaran kepada Inka yang berbicara sambil ternyata bahagia, membuat Naren melirik ke dari dalam jendela. Ia melihat Inka sedang berbincang dengan supir Alexa.
'Apa yang mereka bicarakan? Terlihat sangat asik,' batin Naren.
Tiba-tiba perut Inka pun berbunyi membuatnya langsung memegang perutnya.
"Apa kau lapar?" tanya Pak Supri.
"Aku hanya lapar, tadi pagi hanya sarapan sedikit Pak," jawab Inka.
"Jangan di biasakan, kau harus makan. Karena pekerjaan mu sangat berat," sahut Pak Supri.
Naren pun dengan cepat menyuruh Alexa untuk segera keluar dari butik dan pulang. Alexa merasa bingung dengan tingkah Naren yang uring-uringan meminta pulang.
Alexa yang keluar dari butik di ikuti oleh Naren dari belakang, membuat Inka langsung berdiri dan berjalan membuka pintu mobil. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
Di dalam perjalanan yang sangat hening tidak ada suara musik atau pun yang lainnya, membuat pak Supri bingung harus berjalan kemana, Inka yang mengetahui kegelisahan pak Supri langsung bertanya kepada Alexa.
"Maaf Nona kita akan ke mana setelah ini?"
"Aku lapar, kita makan di Cafe Sunbun ya," ucap Alexa menatap Naren.
"Baik pak Supri kita pergi ke Cafe Sunbun," ajak Inka.
Alexa yang sangat kesal dengan Inka merasa ingin menurunkan nya di pinggir jalan, tetapi dia masih mikir 17 kali karena dia sekretaris Naren yang ke mana saja harus mengikutinya.
Sampai lah mereka di Cafe Sunbun, Alexa keluar bersama Naren dan Inka pun ikut keluar.
"Aku dengar di sini sup kacang sama rumput lautnya sangat enak, kau harus mencobanya," ucap Alexa kepada Naren.
Inka yang berdiri di dekat parkiran membuat Naren merasa bingung.,
"Kenapa tidak ikut?" tanya Naren.
"Bukan wewenang saya untuk mengikuti tuan berkencan," jawab Inka.
__ADS_1
"Aku tidak berkencan dengannya, dia hanya teman masa kecil ku, jadi ikut lah makan," ucap Naren.
"Tapi tuan ..." ucap Inka.
"Apa kau ingin aku terluka di dalam, bagai mana jika aku makan-makanan yang beracun? Kau bisa di tuntut atas kelalaian mu!" jelas Naren.
Inka dengan berat hati akhirnya mengikuti Naren masuk ke dalam Cafe. Alexa yang sudah duduk terlebih dahulu sangat terkejut melihat Naren dan Inka berjalan saling beriringan dan mendekati Alexa.
Mereka pun duduk di kursi yang sudah di sediakan, melihat Inka yang duduk di samping Naren membuat Alexa merasa muak dan kesal karena menganggunya dengan Naren.
'Ini anak emang kurang ajar, beraninya dia mengganggu kencan ku dengan Naren. Rasanya ingin aku hempaskan sejauh mungkin,' batin Alexa.
Pelayan pun datang membawa buku menu, Alexa pun membuka setiap menu yang disediakan di Cafe itu, Ia menawarkan setiap menu best dari cafe itu. Tetapi selalu di jawab oleh Inka.
"Naren, kau kan suka sefood, bagai mana jika ku pesan kan yang ini. Apa kau menyukainya?" tanya Alexa.
Inka yang sedang nyimak, semua yang di katakan Alexa membuatnya langsung angkat bicara.
"Maaf Nona, tuan Naren tidak di bolehkan makan sefood karena protein yang ada di dalamnya sangat tinggi. Itu akan memicu alergi," jawab Inka.
Alexa langsung menatap tajam Inka dengam rasa yang sangat kesal. Kembali lagi menatap buku menu.
Inka kembali menyauti semua makanan yang di tawarkan oleh Alexa kepada Naren.
"Nona, tuan Naren tidak terlalu menyukai sup kacang. Jadi mohon menunya di ganti," jawab Inka.
Alexa merasa kesabarannya pun habis membuatnya membantin buku menu, "hei ... apa kau ibunya? Bagai mana kau bisa tahu semua tentang Naren, dari makanannya semuanya kau bisa tahu," ucap Alexa menatap tajam Inka.
Naren yang tidak memperhatikan Alexa dan Inka yang sedang berdebat makanan yang akan di sajikan oleh Naren, yang di perdebatkan pun sedang asik mengecek file yang di kirimkan oleh Robi.
"Nona, saya ini sekretaris tuan Naren. Jadi saya tahu semua makanan apa saja yang harus beliau konsumsi, dan satu lagi bahkan celana delamnya pun saya mengetahui nya," lirik Inka membuat Alexa semakin kesal dengannya.
Alexa mengepalkan tangannya, seketika mood nya yang ingin makan menjadi kenyang.
'Bisa-bisanya dia mengetahui warna ****** ***** Naren. Ini keterlaluan! Awas kau ya Inka! Akan ku balas,' batin Alexa.
__ADS_1
Naren yang baru menyadari Alexa dan Inka berdiri karena mereka saling kesal.
"Ada apa? Mana makananya? Apa kalian sudah pesan?" tanya Naren.
"Belom!"
Jawaban itu sangat kompak keluar dari mulut Inka dan Alexa. Mereka pun kembali duduk.
Akhirnya Inka memesankan makanan yang boleh di konsumsi oleh Naren, setelah selesai perdebatan makanan. Akhirnya mereka semua memesan makan masing-masing.
Makanan pub datang, dan mereka menyantap makanan. Naren yang melihat makanan yang di makan terlihat sangat enak membuatnya langsung mengambil sumpit untuk mencicipi makanan Inka.
Inka pun langsung memberikan kepada Naren, mereka terlihat seprti pasangan yang romantis. Alexa yang melihat mereka berdua merasa sangat kesal, terutama kepada Inka yang malah terlihat sangat perhatiana dengab Naren.
'Apa-apaan ini, kenapa di sini aku yang terlihat seperti asisten mereka berdua? Emang kurang ajar kau ya, Inka!' batin Alexa.
"Kau tidak mau coba makanan ku?" tanya Alexa.
"Tidak, makana yang kau pesan tidak menggugah selera ku," jawab Naren.
Dengab rasa kesal Alexa terpaksa melihat keakraban mereka berdua, sampai akhirnya makan pun selesai dan mereka memutuskan untuk kembali ke kantor.
"Kau pulang lah, maaf tidak bisa mengantar mu. Kami ada rapat yang mendadak, jadi aku dan Inka harus segera kembali ke kantor," jelas Naren.
Alexa pun yang bisa menyangga atau menjawab ucapan Naren, sambil mengepal tangannya. Alexa pun dengan senyum manis di bibirnya masuk ke dalam mobil. Mobil pun melaju dengan cepat meninggalkan Naren dan Inka yang masih di parkiran.
'Hari ini aku sangat kesal dengan perempuan sialan itu! Kenapa Naren harus memiliki sekretaris yang sangat genit itu, membuat ku sangat kesal!' batin Alexa mengepalkan tangannya.
Mobil jemputan Naren pun sampai, dan mereka masuk ke dalam mobil yang melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Sampai di kantor, Inka langsung masuk ke dalam ruang rapat di ikuti Naren. Rapat pun di mulai cukup lama, membuat Inka sangat ngantuk tetapi Ia harus memperhatikan presentasi yang sedang di bawa kan oleh team perkembangan.
Akhirnya rapat pun selesai, Inka membereskan mejanya, dan memeriksa jadwal untuk besok, karena mereka akan terbang ke Dubai.
"Bawakan aku celana pendek ..."
__ADS_1
Ucapan itu membuat Inka terkejut bukan main melihat celana unyu milik Naren.
BERSAMBUNG....