Sekertaris Cantik

Sekertaris Cantik
Ayam goreng.


__ADS_3

Inka akhirnya memberikan kucing itu kepada pak Dodi, penjaga keamanan di kantor itu. Lalu Inka berjalan untuk pulang, tetapi suara seseorang membuatnya menghentikan langkahnya.


Melihat Naren yang memanggilnya, Inka pun mendekatinya. "Biar ku antar, masuk lah ke dalam," pinta Naren membuat Inka merasa bingung dan terkejut.


Lamunannya tersadar, ketika Ia suara klakson mobil menggema di telinga Inka. Ia pu masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil sangat lah hening, Naren yang merasa canggung dengan Inka langsung membuka obrolan.


"kucing siapa tadi?" tanya Naren.


"Aku tidak tahu pak, tadi kucing itu aku titipkan kepada pak Dodi," jawab Inka.


"Saya pikir tadi itu, ada hantu. Ternyata bukan," kata Naren.


"Iya pak, saya berfikirnya itu juga hantu atau orang yang sedang lembur, ternyata seekor kucing yang sangat lucu," ucap Inka.


Mobil Naren pun berhenti tepat di depan kedai, Ia melihat Inka yang sangat terburu-buru membuka pintu dan akan keluar dari dalam mobil. Nareb dengan cepat memegang tangan Inka membuatnya langsung menoleh ke arah Naren.


"Ada apa tuan?" tanya Inka.


"Kenapa kau terlihat sangat buru-buru? Apa kau akan di marahi oleh ibu mu?" tanya Naren.


Belom sempat menjawab, Naren seketika turun keluar dari mobil di ikuti Inka.


'Waduh, kenapa dia malah ikut turun,' batin Inka.


Rosida yang melihat Inka keluar dari mobil mewah langsung mendekatinya, Ia melihat seorang pria tampan yang berpakaian sedikit berantakan membuatnya langsung menatap secara detail.


"Apa kau ..." ucap Rosida langsung di potong Inka.


"Dia tuan Naren, bos ku di tempat kerja. He ... he ... he, sudah malam bu ayo kita beberes kedai," sahut Inka.


Inka berusaha untuk membuat Naren segera pulang, tetapi Rosida mencegahnya. Dan menyuruh Naren untuk duduk di meja pengunjung dan menikmati makanan yang ada di kedai. Dengan senang hati Naren pun menyetujuinya


Inka yang terlihat frustasi, terlihat sangat kesal dengan sang ibu yang malah menjamunya.


"Silakan tuan muda, ini makanan ter the best kedai kita. Kau harus mencobanya," ucap Rosida.

__ADS_1


"Ibu ini sudah malam, kenapa tidak membiarkan tuan Naren untuk istirahat di rumah nya. Dia pasti sangat lelah," sahut Inka.


"Hei kau ini, jarang-jarang seorang bos mau mampir di kedai karyawannya, jadi jangan di buang kesempatan emas ini, apa kau mengerti!" tekan Rosida kembali tersenyum di depan Naren.


Naren pun menyicipi ayam goreng spesial di temani dengan secangkir minuman rempah yang mampu menghangatkan tubuhnya. Ia sangat menikmati hidangan itu dan menghabiskan semuanya.


Inka yang melihat Naren makan cukup banyak hanya mampu berbicara di dalam hati.


'Dia seperti seharian tidak di beri makan, ya ampun aku kesulitan untuk bernapas,' batin Inka.


Naren pun merasa sangat kenyang, dan tersenyum di depan Inka, tiba-tiba Ia sendawa sehingga membuat Inka sangat terkejut.


"Ini sangat enak," ucap Naren.


'Benar-benar tidak ada wibawanya sebagai bos, mimpi apa aku ini dia bisa makan di kedai orang tua ku,' batin Inka.


"Bagai mana rasanya tuan muda, apa mau tambah lagi?" tawar Rosida.


Inka yang mendengarnya langsung menyuruh Naren untuk pulang, karena alasan sudah larut malam. Naren pun sempat binggung dan merasa tidak enak karena Inka terus menyuruhnya pulang.


"Kenapa terburu-buru tuan muda?" tanya Rosida.


"Dubai ... ini kesempatan emas, kau harus menikmati libut ke sana," bisik Rosida kepada Inka dan melirik ke arah Naren.


"Ibu, ini bukan jalan-jalan atau liburan, aku ke sana karena ada pekerjaan saja, tidak lebih dari itu," bisik Inka.


Melihat Naren yang masih berdiri di dekat nya, Inka langsung mengantarkan Naren masuk ke dalam mobilnya, tanpa di sengaja Inka memegang tangan Naren.


Ketika dirinya sadar jika Inka tengah memegang tangannya, Naren pun hanya terdiam. Inka pun melepaskan genggamannya. Dan menatap Naren dengan tatapan yang bingun bercampur takut.


Naren yang melihat ekspresi Inka merasa ikut bingung, "ada apa?" tanyanya.


"Maafkan aku tuan, aku lancang memegang tangan mu, maafkan aku," ucap Inka.


"Kau harus di hukum, besok bawakan aku ayam goreng buatan ibu mu," sahut Naren.


Inka pun tercengang kaget, sambil menatap Naren masuk ke dalam mobilnya. Mobil itu menjauh dari hadapan Inka.

__ADS_1


"Kenapa tangan ini sangat lancang, hei tangan kenapa kau selalu mempermalukan ku, untung saja aku tidak di pecat kali ini, merepotkan saja," gerutu Inka.


Inka berjalan masuk ke dalam kedai, Rosida yang sudah menunggunya langsung mendekati Inka.


"Tuan muda sangat tampan seperti seorang aktor, apa kau tahu? Kalian sangat cocok ketika berjalan bersama, ingat! Jangan lupa, nanti kan kau akan ke Dubai. Oleh-oleh untuk ibu," ucap Rosida.


"Ya, ya nanti akan aku bawakan minyak bumi," jawab Inka masuk ke dalam rumah.


"Ini nih, anak kurang ajar dengan ibunya. Apa salahnya ibu mu meminta oleh-oleh kepada anaknya! Hah. Tidak bisa sehari saja menyenangkan hati ku," gerutu Rosida.


"Sudah jangan terus memarahinya, kasian dia sangat lelah bekerja. Ini pertama kalinya dia bekerja dalam waktu yang cukup lama," sahut Solihin.


Rosida langsung terdiam dengan wajah yang kesal dan dengan cepat Ia membereskan semua barang-barang dan menutup kedai nya.


Wajah Rosida masih cemberut sambai kedainya tutup, Solihin yang melihat sang istri marah hanya bisa menggelengkan kepalany. Mereka membersihkan tubuhnya dan beristirahat, saat tidur pun Rosida langsung membelakangi suaminya.


Solihin yang merasa istrinya masih marah dengannya, "kenapa masih marah? Apa kau tidak tahu, sebentar lagi kita harus merayakan ulang tahun pernikahan kita. Apa kau tidak meminta sesuatu dari ku?" ucap Solihin.


Rosida yang mendengar ucapan suaminya, mulai berfikir untuk meminta sesuatu yang berharga dari ulang tahun pernikahanya, tetapi wajahnya kembali kesal dan Ia berpura-pura jual mahal.


Solihin yang tidak mendapat respon dari istrinya kembali membujuknya dengan memancing barang yang sangat di sukai sang istri.


"Aku kemaren melihat edisi tas terbaru, terlihat harganya cukup mahal. Tapi ... aku harus bekerja keras untuk membelinya, apa kau setuju dengan itu," ucap Solihin.


Rosida langsung membalikan tubuhnya menghadap sang suami dan tersenyum manja.


"Apa kau akan membelikan untuk ku?" tanya Rosida.


"Aku hanya akan membelikan tas itu untuk istri ku tercinta," jawab Solihin membuat Rosida hampir terkejut.


Seketika Rosida memukul suaminya, sehingga membuat Solihin meringis kesakitan.


"Kau pikir aku siapa? Kenapa kau mengatakan hal itu seolah aku bukan istri mu," tanya Rosida.


"Kenapa kau yang marah? Aku hanya akan membelikan kepada istriku. Jadi tidak ada wanita lain di hati ini selain istri ku yang sangat cantik dan cerewet," jelas Solihin.


Rosida tersipu malu, dan mencubit pipi suaminya. Mereka pun bercubu mesra mengenang masa mudanya.

__ADS_1


Sinar mentari yang sudah menyinari bumi dengan kehangatannya, membuat Inka, Rosisa, dan Solihin kesiangan di kamar yang berbeda meraka terbangun dan terkejut melihat jam beker yang menunjukan angka ....


BERSAMBUNG....


__ADS_2