Sekertaris Cantik

Sekertaris Cantik
Gara-gara Magic Garden


__ADS_3

Setelah Alexa menyaksikan perdebatan antara Bimo dengan Putra, membuatnya tidak mau ikut campur. Alexa memutuskan pergi meninggalkan Bimo.


"Kemana perginya Naren? Apa dia kabur dengan perempuan itu, sampai kapanpun tak ku biarkan dia menikah dengan anakku," gumam Bimo.


Bimo menatap kepergian Alexa yang semakin menjauh, membuatnya langsung masuk ke dalam mobil.


Waktu menunjukam sore hari, Bimo sudah menunggu beberapa Klien di hotel berbintang lima, ia melirik setiap orang yang lewat untuk memastilan bahwa Naren pun ikut menghadirin.


Saay semuanya sudah kumpul dan acara presentasi akan segera di mulai, kegelisahan Bimo terlihat di wajahnya, membuatnya hanya mampu mengetuk jarinya di atas meja.


'Apa dia sungguhan tidak hadir? Aku rasa dia tidak mengecewakanku,' gumam Bimo.


Dari kejuhan, terdengar suara langkah kaki yang serentak, mereka semua menoleh ke belakang, semua orang terpukau dengan kedatang Naren yanh secara tiba-tiba.


Naren masuk dan langsung menuju meja moderator untuk melakukan presentasi, sedangkan Inka dan Robi membagikan simpel produk yang akan di luoncingkan bulan depan.


Bimo terkejut melihat Naren dengan tampilan yang berbeda, membuatnya merasa sangat heran.


Presentasi pun di mulai, dengan gagah dan memiliki wawasan yang luas, Naren menjelaskan produk barunya kepada Klien yang akan bekerja sama dengannya.


Respon dari setiap orang sangat puas dengan produk baru yang akan louncing. Produk itu berupa parfum yang setiap kalangan menyukainya.


Bimo pun merasa heran dengan bisnis baru yang akan jalankan Naren.


'Dia mendapat ide dari mana ya?' gumam Bimo.


Bimo mencoba sample yang di berikan Inka, ia mencium wangi parfum yang sangat relaksasi, mampu membuat pikirannya tenang dan damai, ia merasa seolah sedang di pinggi pantai sedang menikmati hembusan angin yang menyentuh tubuhnya.


Bimo langsung tersadarkan dari imajinasinya, ia langsung menatap parfum yang di pegang.


"Ini parfum yang mengandung magic sangat kuat," gumam Bimo.


Naren masih menjelaskan kelebihan parfum yang sangat berbeda dari parfum pada umumnya.


Setiap Klien, ketika mencoba sampel parfum, mereka langsung merasakan hal yang sangat tenang dan damai.


"Parfum ini bernama Magic Garden, setiap percikannya mengandung imajinasi yang kuat, sehingga mampu membuat si pemilik merasa sangat tenang dan nyaman," jelas Naren.


"Ini parfum yang sangat ajaib, butuh berapa lama kau melakukan riset untuk menciptakan parfum ini?" tanya salah satu Klien Naren.


"Kami melakukan riset selama 1 tahun Pak, banyak hal yang saya pelajari ketika mencari aroma parfum ini, sampai akhirnya kami menemukan aroma parfum yang bisa disatukan menjadi aroma yang sangat spektakuler ini," jelas Naren.


"Wah keren sekali, kau sangat berbakat dalam mencari aroma yang sangat luar biasa."

__ADS_1


Ucap setiap Klien yang ada di dalam ruang rapat.


Rapat pun akhirnya selesai, semua orang sangat puas dengan hasil kerja Naren, mereka sudah menebak jika parfum ini akan meledak di pasaran.


Naren berjabat tangan dengan salah satu Klien di ikuti Inka di sampingnya, Klien itu bernama Pak Santoso.


Santoso melihat Inka dari atas sampai bawa, dengan lirikan mata yang sangat genit, membuat Inka merasa tidak nyaman, saat di tatap secara berlebihan seperti itu.


"Apa dia sekretasimu?" tanya Pak Santoso.


Naren menoleh ke arah Inka.


"Kau benar Pak, memangnya ada apa?" jawab Naren.


"Dia sangat cantik, aku rasa bisa bertemu lagi dengan Nona Inka di rapat selanjutnya," sahut Santoso.


Inka tersenyum kaku, ia langsung pamit pergi ke kamae mandi.


Bimo yang melihat Naren sedang berbincang dengan Kliennya, membuat Bimo langsung mendekat.


"Bagaimana kabarnya Pak Santoso, lama tidak jumpa," sapa Bimo mencabat tangan Santoso.


Mereka berbincang ringan, hingga akhirnya Santoso pamit undur diri dari ruang rapat itu.


"Siapa yang menciptakan parfum sehebat ini?" tanya Bimo menatap kepergian Santoso.


Bimo langsung menoleh dengan tatapan terkejut.


"Dia yang menciptakan Magic Garden ini, idenya sangat cemerlang," ucap Naren.


"Ayah pikir dia tidak ada prestasi, dia wanita biasa, tapi ... dari kesederhanaanya itu lah ada keistimewaan yang tersembunyi," sambunya.


Bimo tidak berani, mengatakan apapun, ia langsung pergi begitu saja meninggal Naren.


Di dalam ruangan Naren, suara sorakan Inka dan Robi terlihat sangat senang, karena presentasi kali ini tanpa rencana apapun dan persiapan apapun.


"Kau memang hebat Nona," ucap Robi.


"Jimin yang hebat, bukan aku," sahut Inka.


"Siapa Jimin?" tanya Robi.


"Adikku, yang sangat menyebalkan, tapi dia pakar dalam racik meracik," jawab Inka.

__ADS_1


Flash Back.


Kejadian sebelum rapat terjadi.


Saat Naren dirawat diklinik Dokter Luis, Robi langsunh memberi tahu Inka jika ada rapat dadakan yang di adakan oleh Pimpinan Bimo secata sepihak, membuatnya harus mencari riset produk untuk menjadi sampel ketika rapat di mulai.


"Produk apa yang akan kita gunakan Pak?" tanya Inka.


"Yang paking muda apa?" jawab Robi.


"Hem ... Bagaimana jika parfum?" tanya Inka.


Sudah tidak ada jalan lain lagi, akhirnya Pak Robi mengiyakan ide yang di berikan Inka. Ia saat itu sudah pasrah dengan hasil yang akan di peroleh.


Inka langsung menemui sang adik untuk meminta membantunya dalam membuat parfum yang awalnya dia tidak tahu, parfum seperti apa yang akan di jadikan sampel.


Alasan Inka menemui Jimin, hanya Jimin memiliki banyak parfum di kamarnya dan ia meraciknya sendiri. Tetapi tidak untuk dijual.


Kesempatan ini membuat Inka langsung masuk ke dalam kamarnya, ia melihat begitu banyak parfum yang tersusun rapi di salah satu lemari rahasia milik Jimin.


"Kakak mau apa? Tapi ingat bayaranku harus mahal, jila parfum ini terkenal," ucap Jimin.


"Sudah tenang saja, Bos Kakak kan kayak raya, jadi dia mampu membayar berapapun," sahut Inka.


Inka di beri beberapa sampel, ia langsung memasukan ke dalam tas, karena besok Inka akan menemui Naren.


Untung saja parfum itu di simpan di dalam tas Inka, saat Inka mencoba kabur dari dalam mobil, parfum itu tidak pecah dan selamat sampai di tangan Robi.


Di klinik Dokter Luis, barulah Robi menyalin semua komposisi dan kelebihan parfum yang sudah di pilih, di perjalanan Robi dan Inka mempersiapkan presentasi dengan sangat teliti sampai akhirnya sampai di hotel berbintang.


Flash Off.


"Adikmu sangat hebat," ucap Naren.


"Dia memang bandel, tapi dia sangat pandai jika meracik parfum, dia meminta bayaran mahal jika parfum pilihannya ini berhasil laku di pasaran," ucap Inka.


Naren tertawa dengan wajah lucu Inka saat mengatakan jika adiknya meminta bayaran mahal untuk sebuah parfum.


"Berapapun akan ku bayar, dan kita lanjutkan proyek ini, banyak yang mengajak kerjasama dari berbagai pemilik brand besar, ini adalah anugrah yang harus di syukuri," ucap Naren.


"Baiklah, itu artinya Bos Naren harus meneraktir kita, bagaimana Pak Robi, apa kau setuju," ucap Inka.


"Kau benar Nona Inka, kita harus mengadakan pesta bersama," sahut Robi.

__ADS_1


"Apa semua orang di undang?"


BERSAMBUNG...


__ADS_2