
setelah selesai makan tiba tiba hp angel berbunyi
" halo pak" jawab angel
" kamu dimana" Suara orang di sebrang telfon
" di kedai dekat hotel pak"jawab angel
" tunggu situ jangan kemana mana" perintah orang tersebut sambil memutuskan sambungan secara sepihak
" aneh" gumam angel
" siapa" tanya edwar
" pak Samuel" Jawab angel
" dia bilang apa" tanya Edwar ingin tahu
" dia tanya dimana, jadi aku jawab di kedai dekat hotel, dia bilang tunggu sini jangan kemana mana dia mau kesini" jelas angel
" seriously " tanya Edwar ngga percaya
" iya" jawab angel bingung
setelah menjawab pertanyaan Edwar hpnya kembali berbunyi ia pun mengangkatnya
" kamu dimana" tanya Samuel
" di kedai pak" jawab angel.
__ADS_1
" maksud saya di mananya kamu duduk, saya sudah ada di pintu masuk" ucap Samuel reflek angel menoleh mencari Samuel setelah mendapatkan sosok yang ia cari
" pak disini" panggil angel sambil melambaikan tangan, Samuel yang mendengar suara yang sangat ia kenal pun menoleh dan mendapati angel bersama seorang pria yang kayanya ia kenal
" siapa laki laki itu, apa jangan jangan itu pacarnya lagi, tapi apa mungkin ia punya pacar" dalam hati Samuel bertanya tanya
ia pun mendekat ke arah meja yang angel duduki
" kamu dengan si" belum selesai Samuel bertanya orang tersebut menoleh
" perkenalkan saya pacarnya angel" jawab Edwar sambil menjulurkan tangannya
" jangan gila Lo" jawab Samuel sambil memukul tangan Edwar " Lo kemanain tuh cewek bar bar Lo itu" lanjut Samuel sambil duduk
" gue udah putus kalo sama Vani" jawab Edwar " rencananya gue mau beralih ke sekertaris Lo yang cantik ini" lanjut Edwar sambil melirik angel
" jangan macam macam lo, dia sekertaris gue" jawab Samuel memperingati Edwar
" Awa aja loh" jawab Samuel acuh
" ko gue ngeliat sisi yang baru ya dari Lo, apa jangan jangan Lo" tanya Edwar sambil melihat mata Samuel dengan penuh tanda tanya
" ngga usah so tahu Lo" jawab Samuel " ngapain Lo sampe bisa di sini" tanya Samuel mengalihkan pembicaraan
" papa nyuruh gue untuk mantau cabang cafenya yang ada di sini, Lo sendiri ngapain" tanya Edwar
" ada kendala dengan proyek yang baru kami Kenzo tekuni, Kenzo suruh gue terjun langsung untuk mempelajarinya" jelas Samuel
" oh, memangnya Lo ngga pusing apa urus ini itu, gue aja yang hanya cafe to. pusingnya bukan main" tanya Edwar
__ADS_1
" lokan tau gue, gue suka dengan hal yang baru, gue mau cobain segala usaha yang bisa keuntungannya banyak " jawab Samuel
" harta Lo juga tujuh turunan ngga bakal habis ngapain terlalu ngejar dolar si loh" ucap Edwar " Lo itu seharusnya nyari jodoh bukannya cuman kerjaan terus yang di utamain" ucap Edwar menasehati Samuel
" ngga usah so nyeramain gue Lo, gue sudah punya target tapi gue kalo milih itu orang gue harus siap ambil resikonya, Lo tau sendiri keluarga kita seperti apa" jelas Samuel
" ia juga ya, orang tua kita pengen kita jadi perjaka tua kali ya" ucap Edwar membenarkan kata Samuel
" gue ngga yakin Lo masih segel" ucap Samuel tak percaya pada saudaranya itu
" gila Lo, Lo kira gue semurah itu apa" jawab Edwar sambil mendengus kesal
" ya udah gue balik gue mo survei jam delapan" ucap Samuel
" Lo ngga makan" tanya Edwar
" ngga gue cuman mau jemput angel, gue khawatir dia kenapa Napa" jawab Samuel
" hmhm gue cium ada aroma aroma cinta nih"jawab edwar menggoda Samuel
"sok tahu kamu" jawab Samuel salting
"ayo angel kira berangkat" ajak Samuel
" kamu pergi dulu" pamit Samuel pada edwar
" good luck" jawab Edwar " sampai ketemu lagi angel" lanjut Edwar mengedipkan mata angel hanya tersenyum melihat tingkah sepupu bosnya itu
" gue colok mata Lo" ucap Samuel sambil menarik tangan angel
__ADS_1
" tangan di kondisikan" goda Edwar Samuel pun melepaskan genggamannya