Sekertaris Cantik

Sekertaris Cantik
Perubahan sikap


__ADS_3

Inka yang terus memperhatikan ruangan Naren, sampai tidak menyadari jika ada Robi di sampingnya.


"Ini berkas untuk meeting nanti," ucap Robi.


Hentakan kertas itu mengagetkan Inka sampai ia terbangun daei duduknya.


Robi pun terkejut nelihat tingkah aneh Inka yang seperti orang akan silat.


"Hei! Kau ini kenapa?" tanya Robi.


Inka langsung tersadar dan menoleh ke arah Robi, lalu ia tertawa tanpa dosa.


"He ... he ... he, aku kaget pak, aku pikir ada musuh dari pelanet lain," jawab Inka asal-asalan.


Robi hanya menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan Inka yang masih berdiri di tempat.


Saat melihat Robi menjauh dari hadapannya, Inka merasa sangat malu dengan tingkahnya, ia langsung menutupi wajahnya.


'Astaga, kenapa aku sangat ceroboh sekali, ini sangat memalukan,' batin Inka.


Inka melirik ke arah ruangan Naren, yang terlihat sangat hening. Membuatnya hanya bisa pasrah dengan keadaan.


'Kenapa cinta sangat rumit seperti ini, aku pikir jika lelaki itu menyukai kita, tak lama kita akan hidup bahagia bersama, nyatanya bohong. Itu artinya cerita dogeng itu bohong! Kenapa ceritaku sangat rumit, ini sangat menyebalkan,' batin Inka.


....


Inka bersiap untuk meeting bersama Klien, ia menyiapkan semua ruangan bersama Robi.


"Kau panggil Tuan Naren, sebentar lagi Klien kita akan datang," perintah Robi.


"Baik, Pak," sahut Inka.


Inka keluar dari ruangan rapat, ia berjalan menuju ruangan Naren, dan mengetuk pintu ruangannya.


"Masuk!" sahut Naren dari dalam.


Inka membuka pintu.


"Maaf Tuan, anda di persilahan masuk ke dalam ruang rapat," ucap Inka.


Naren langsung menganggukan kepalanya, ia bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruangannya.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam ruang rapat tanpa mengobrol.


Rapat pun di mulai secara hikmat, Inka sekilas melirik Naren yang terlihat sangat serius menyimak semua materi yang di sampaikan.


Alexa, mencari tahu identitas Inka. Ia menyuruh orang untuk mencari secara rinci.


"Beraninya dia bercumbu di depanku, aku harus segera menemui Pak Bimo," gumam Alexa.

__ADS_1


Alexa langsung langsung menuju kantor orang tuanya Naren, ia ingin mempercepat perjodohan ini.


Alexa menunggu Bimo di ruangannya, ia duduk mandi di sofa yang sudah di sediakan, dari luar ruangan. Terlihat Bimo selesai rapat dan sedang mengobrol dengan asistennya, tak lama ia masuk melihat Alexa sudah menunggu.


"Maaf menunggu," ucap Bimo.


Alex pun tersenyum.


"Ada apa?" tanya Bimo.


"Aku ingin perjodohan ini dipercepat, aku rasa banyak benalu yang mengganggu hubungan kita," jawab Alexa.


Bimo pun terdiam, menatap wajah Alexa yang terlihat sangat gelisah.


"Apa kau serius dengan Naren?" tanya Bimo.


"Aku sangat menyukainya Pak, dia adalah cinta pertamaku, aku merasa sekretarisnya terus menggodanya, aku takut hatinya goyah," jawab Alexa dengan menumbalkan air matanya.


Bimo yang terbawa suasana, ia melihat ketulusan Alexa yang begitu gigih mencintainya, membuatnya langsung menyetujui dan mendukung keinginan Alexa.


"Saya harus menemui Ayahmu, kita harus bicarakan pertunangan ini secepatnya," ucap Bimo.


Alexa langsung tersenyum senang, mendengar Bimo akan mengadakan pertemuan dengan orang tuanya.


Setelah berbicang cukup lama, Alexa akhirnya keluar dari kantor Bimo, ponselnya langsung mendapat notifikasi dari orang suruhannya, dengan cepat Alex memeriksa ponselnya dan tersenyum sinis.


Alexa melajukan mobilnya dengan serius, ia terlihat ingin segera sampai di temoat tujuan. Menempuh perjalan yang cukup lama kurang lebih 20 menit, Alexa melihat satu rumah yang cukup menimalis dan elegan, terlihat di samping rumah itu ada seorang wanita paruh baya sedang meletakan belanjaamya di kedai.


Wanita itu terlihat sangat kelelahan, tak lama dari dalam rumah itu keluar seorang lelaki yang usianya tak jauh beda sengan wanita paruh baya itu, dia datang membantu wanita itu.


"Apa mereka orang tuanya Inka?" ucap Alexa dari dalam mobil.


"Beberapa hari tidak berjualan, rasanya melelakan aku harus belanja sebanyak ini," keluh Rosida.


"Ya mau bagaimana lagi, kau sendiri kan yang mogok untuk berjualan," sahut Sholihin.


"Dasar kau ya, bukannya membela istrimu, malah menyalakanku," kesal Rosida.


Alexa memperhatikan mereka yang sedang berbincang, yang Alexa sendiri tidak tahu.


Alexa melajukan mobilnya dan menepikan mobilnya di dekat kedai milik orang tua Inka. Kedua orang tua Inla yang sedang berbincang, langsung terdiam melihat mobil mewah beehenti di depan kedainya.


"Siapa itu?" tanya Sholihin.


"Manalah aku tahu," jawab Rosida.


Mereka selalu saja beradu mulut, seperti tom and jerry, tetapi mereka pun terlihat sangat romantis ketika di momen tertentu.


Alexa keluar dari dalam mobil, membuat Rosida yang memperhatikan wanita cantik itu, seperti kagum. Karena ia terlihat sangat sempurna, memiliki tubuh yang langsing, kulit putih dan pakaian yang bagus.

__ADS_1


"Wah siapa wanita cantik itu, dia sepertinya jalan menuji kedai kita," ucap Rosida sambil memukul punggung.


Sholihin langsung memyapa, Alexa dengan senyuman.


"Permisi Nona cantik, ada yang bisa kami bantu?" sapa Sholin, menbuat Rosida sangat syok dengam tingkahnya yang sangat centil.


"Bisa-bisanya kau bersikap lembut dengan wanita cantik ini, awas kau ya," lirih Rosida yang merasa sangat kesal.


Alexa tersenyum manis, ia berpura-pura menjadi mengunjung untuk membeli makanan yang di jual oleh Rosida.


"Aku dengar kedai ini menyediakan menu ayam goreng spesial, aku ingin memesannya," tanya Alexa dengan lembut.


"Kebetulan sekali kita belom buka Nona, kita buka kedai pukul 19.00," jawab Sholihin.


"Begitu ya Pak, baiklah, nanti saya akan kemari lagi, terimakasih," pamit Alexa.


"Iya Nona, terimakasih atas kunjungannya, kami akan menunggu kedatangan Nona, terima kasih kembali," sahut Sholihin.


"Terima kasih," sambung Sholihin.


Alexa pun kembali masuk ke dalam mobil, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Sholin terus menganggukan kepalanya dan mengucapkan terimakasih.


Rosida yang merasa tingkah suaminya sangat aneh, langsung memukulnya, agar tersadar.


Plak!


"Aduh," ucap Sholihin langsung menatap Rosida.


"Kenapa kamu malah memukulku, memangnya aku kenapa?" sambungnya.


"Kau pikir sendirilah! Aku malas menyiapkan ayam goreng untuk dagangan ini," kesal Rosida meletakan barang belanjaannya begitu saja.


Sholihin melihat Rosida marah, hanya bisa pasrah. Sedangkan maunya Rosida ketika marah dan cemburu dengan suaminya, dia ingin dibujuk atau dirayu. Tapi nyatanya hanya dibiarkan begitu saja, membuat Rosida semakin kesal.


Rosida yang melangkah pergi meninggalkan Sholihin, merasa tidak dicegah, membuat Rosida menoleh ke arah Sholin.


Sholihin yang sibuk membawa barang belanjaan ke dalam, tidak memperhatikan Rosida, membuat Rosida semakim kesal.


"Kenapa tidak menghentikanku!" kesal Rosida.


Sholihin langsung menoleh ke arah Rosida dengan wajah bingung.


"Apa maksudmu sayang?" tanya Sholihin.


"Kenapa kau tidak menghentikanku pergi, malah membiarkanku begitu saja, apa kau tidak mencintaiku?" jawab Rosida.


Sholihin semakin bingung dengan tingkah istrinya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2