
Inka dan Naren masuk ke dalam mobil menuju hotel berbintang, saat sampai ia berjalan dengan anggun menggandeng tangan Naren. Penuh kecanggungan diantara keduanya membuat Inka merasakan gerah, ia menahan diri untuk tidak bersuara. Senyumanya yang terpaksa menyeringai di bibir indahnya, ia duduk di samping Naren.
"Siapa wanita yang bersamamu ini bro," ucap Adbizar.
"Sepertinya dia kekasihmu," ucap Zein.
Naren hanya tersenyum, mereka menikamati makan malam yang sangat lezat, dan tak lupa sajian minuman sari anggur sebagai pelengkap makan malam.
Saat sudah larut malam, Naren melihat minuman Inka seperti sudah tercampur oleh obat. Membuat Naren langsung menyerobot minuman itu dan langsung meminumnya.
Inka pun terkejut melihat tingkah Naren yang sangat aneh baginya.
Abidzar yang melihat Naren meminum minuman yang seharusnya untuk Inka, membuatnya langsung pergi meninggalkan pesta karena merasa sangat kesal. Incarannya gagal di depan matanya.
Naren mulai sempoyongan, jantungnya berdetak kencang, suhu badannya mulai naik, membuatnya mengeluarkan keringat di keningnya.
Inka sangat panik dengan kondisi yang di alami Naren, dengan sekuat tenagan ia langsung membawa Naren pulang tanpa memperdulikan siapapun.
Niatnya hampir di cegah oleh Zein, tetapi tatapan tajam Inka membuat Zein langsung mundur, tidak berani menghalanginya.
Mobil melaju dengan kecelapan tinggi, sampai di hotel. Inka masuk ke dalam kamar hotel Naren, merebahkan Naren di atas ranjang.
Rambut Inka tersangkut jam tangan Naren, membuatnya harus melepaskan pelan-pelan.
Inka mendengar rintihan suara Naren.
"Tolong aku, hangatkan tubuh ku," rintih Naren membuat Inka langsung menatap Naren.
"Apa dia kambuh lagi?" gumam Inka.
"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya Inka menggoyangkan tangan Naren.
Inka langsung memeriksa kening Naren, tetapi tidak demam. Tangan Inka langsung di pegang oleh Naren membuatnya terkejut.
Dengan cepat, Inka di tarik sampai terjatuh ke dalam pelukan Naren. Dengan erat Naren memeluk Inka membuatnya susah bergerak.
"Tuan lepaskan aku, " ucap Inka.
Tidak mendapat jawaban apapun dari Naren, tak lama Naren menatap Inka dan langsung menempelkam bibirnya ke bibir Inka. Inka yamg kaget hanya bisa terdiam.
Ciuman itu semakin menjadi membuat Naren langsung membalik badan Inka membuatnya langsung menindihi Inka.
Inka berusaha untuk melawan, tetapi tangannya di pegang erat oleh tangan Naren. Dia sudah sangat pasrah dengan keadaannya sekarang, melihat Naren mulai tidak terkendalikan lagi. Membuatnya langsung menangis sangat kerat.
__ADS_1
Tangisan itu membuat Naren menghentikan aktivitasnya, saat ia akan menyentuh payudara Inka.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Naren merasa bingung.
"Kau lupa atau pura-pura lupa," ucap Inka sambil menangis.
Naren langsung memperhatikan sekitarnya, ia bahkan hampir melepaskan kancing celananya. Membuatnya langsung mundur.
"Keluar dari kamar ku, cepat!" teriak Naren.
Inka yang ketakutan dengan amarah Naren langsung bergegas keluar dari kamar Naren dan berlari masuk ke dalam kamarnya.
Naren berusaha untuk mengingat semua kejadian yang dia alamai. Ia mulai mengingat Abidzar menuangkan serbuk ke dalam minumam Inka membuatnya langsung meminum tanpa berfikir panjang.
"Yampun, untung aku sudah tersadar. Tapi pengaruh minuman ini masih aku rasakan, aku harus segera ke kemar mandi," gumam Naren.
Inka yang terkejut mendengar amarah Naren langsung menangis, ia seperti sangat terkejut dengan Naren yang begitu rakus mencubui dirinya. Untung saja Inka belom terjadi hubungan intim yang membuat Inka akan kehilangan harapannya.
Inka masih bernapas lega, semesta telah menyelamatkannya, tetapi gaunnya robek di bagian dadanya sehingga memperlihatkan keindahan 2 gunung kembar yang sangat indah.
Inka buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, segera membersihkan diri dan berisrahat.
Keesokan harinya, ie bersiap-siap akan kembali ke Indonesia. Melihat Naren sudah siap Inka pun langsung mendekatinya.
"Tidak, urusi saja barang mu," jawab Naren.
'Kenapa dengan tuan muda? Bukannya meminta maaf karena telah hampir menidai ku, sekarang malah sok cuek,' batin Inka.
Mereka masuk ke dalam pesawat, saat Inka duduk di Class bisnis, ternyata kursinya bersebelahan dengan Kenzo.
"Jangan duduk di sini," ucap Kenzo.
Inka langsung melotot ke arah Kenzo.
"Tapi ini tempat duduk ku, bos ku sudah memesannya," ucap inka.
"Pokoknya aku tidak mau!" seru Kenzo.
"Egois sekali kau ya," kesal Inka.
Inka memanggil untuk pindah tempat duduk, tapi sayangnya ruang class bisnis hanya mampu menampung beberapa orang dan saat semua kursi sudah terisi.
"Kau dengar, jadi tidak ada alasan lagi aku tidak boleh duduk di sini," ucap Inka.
__ADS_1
Inka langsung duduk, dan meletakan barangnya di tempatnya, Kenzo hanya terdiam saat melihatnya duduk.
Inka menjulurkan lindahnya, dan kembali menatap lanyar monitor yang ada di depannya.
'Sialan wanita ini, awas kau ya,' batin Kenzo.
'Kesal sekali aku dengannya, sampai rasa takutnya hilang gara-gara dia membuatku kesal. Memangnya ini pesawat nenek moyangnya, seenaknya dia mintaku pindah, lihat saja ... nanti akan ku kerjai kau ya,' batin Inka.
Perjalanan menuju Indonesia cukup memakan waktu yang panjang, ini kesempatan untuk Inka tidur dan tidur. Beberapa hari ini saat ia berada di Dubai, ia kurang beristihat.
Di tempat lain, Alexa yang mengetahui Naren akan pulang ke indonesia membuatnya langsung keluar dari kantornya dan pergi menuju sebuah butik.
Alexa ingin menyambut Naren dengan tampilan yang berbeda, ia ke salon untuk mengganti model rambutnya dan membeli baju terbaik dari toko itu.
Selesai berbelanja, membuatnya sangat lelah, dan mempir ke salah satu resto yang cukup ramai oleh pengunjung. Ia tidak sengaja mendengar salah satu karyawan di resto itu sedang menggunjing seseorang.
"Dulu ada yang membuat keributan di resto ini, gadis itu bernama Inka. Dia sangat cantik tetapi kecantikannya membawa petaka untuk dirinya sendiri, ini sangat menakutkan."
Obrolan dari karyawab resto terdengar di telinga Alexa, ia langsung menatap 2 karyawan itu.
"Inka siapa yang kau maksud?" tanya Alexa membuat karyawan itu langsung terdiam dan menundukan kepalanya.
""Maafkan kami nona," ucap karyawan.
"Jangan takut, aku hanya ingin tahu. Siapa wanita yang kau maksud itu?" tanya Alexa.
Alexa langsung menunjukan foto Inka dari sosial medianya, karyawan itu langsung menganggukan kepalanya.
"Apa yang sudah dia perbuat disini, apa dia menggoda semua pelanggan? Aku dia mejadi simpanan pengusaha kaya raya?" tanya Allexa.
Kedua karyawan itu saling menatap satu sama lain.
"Apa kau mengenal wanita itu," ucap karyawan.
"Dia sedang menggoda calon suamiku, makanya aki bertanua dengan kalian. Apa kalian tidak kasihan dengan ku? Aku hanya ingin memperjuangkan citaku, ku mohon semua kalian bisa jujur," ucap bohong Alexa.
Melihat kesedihan yang di alami Alexa, membuat karyawan itu akhirnya bercerits tentang Inka yang pernah bekerja di resto ini dan sampai ada tragedi yang mengharuskan Inka di pecat. Alexa sangat senang mendapatkan informasi tentang Inka, ia ingin segera menyingkirkan Alexa dari hidup Naren.
'Aku rasa, kartu matimu ada di tanganku, ha ... ha
... ha,' batin Alexa.
BERSAMBUNG....
__ADS_1